Adilmakmur.co.id, Wuhan – Pemerintah China angkat bicara terkait tudingan mentan intelijen Israel, Dany Shoham yang mencurigai wabah virus corona bersumber dari senjata biologi China yang bocor.
Kepala Humas Kedutaan Besar China untuk Indonesia, Huang Hui, menyesalkan pernyataan Dany Shoham dimuat di media terkemuka Amerika Serikat.
“Saya pribadi merasa sangat marah dengan laporan Washington Times. Orang-orang China menderita Coronavirus, pemerintah Cina melakukan yang terbaik untuk memberantasnya, dengan dukungan banyak negara sahabat internasional,” ujar Hui dalam keterangan tertulisnya.
Huang Hui menyebut pemerintah China telah berupaya memberikan penanganan terbaik bagi para penderita virus corona.
Hui menuding mantan intelijen Israel bicara tanpa fakta terkait senjata biologi dan virus corona.
“Penulis laporan dan yang disebut mantan pakar intelijen itu tidak menunjukkan fakta dan ketidakpedulian terhadap bencana ini, hanya berargumen dengan prasangkanya. Sayang sekali,” keluh Hui.
Wuhan memiliki dua laboratorium yang terhubung dengan program bio-warfare.
Sebelumnya, mantan intelijen Israel, Dany Shoham, mengatakan ia telah mempelajari perang bio Cina, dan menyebut bahwa institut ini terkait dengan program senjata biologi rahasia Beijing.
“Laboratorium tertentu di institut ini mungkin telah terlibat dalam hal penelitian dan pengembangan, dalam (senjata biologi) China, setidaknya secara jaminan, namun bukan sebagai fasilitas utama,” ujar Shoham kepada The Washington Times, Jumat (24/1/2020).
Baca Juga:
Coda Luncurkan Kampanye Regional untuk Cegah Penipuan Daring bagi Pemain Gim
Shoham menyebut, pengerjaan senjata biologis dilakukan sebagai bagian dari penelitian sipil-militer ganda dan sangat rahasia.
Shoham adalah seorang doktor dalam bidang mikrobiologi medis. Dia adalah analis senior intelijen militer Israel untuk perang biologi dan kimia di Timur Tengah dan di seluruh dunia, dengan pangkat letnan kolonel. (one)





