“Apa yang kurang sekarang akan kami perbaiki. Kami sudah berkomitmen,” kata Edhy Prabowo dalam Rapat Kerja KKP dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta, Rabu (20/11/2019).
Menurut Edhy, bila permasalahan terkait 151 posisi jabatan kosong itu juga terkait dengan manajemen periode sebelumnya, diharapkan ke depan dapat lebih diperbaiki oleh kementerian yang kini sedang dipimpinnya.
Sementara itu, Sekjen KKP Nilanto Perbowo mengemukakan bahwa persoalan terkait 151 posisi jabatan kosong itu sebenarnya menjadi bagian dari alasan untuk persiapan melakukan efisiensi di dalam kementerian pada masa mendatang.
Nilanto Perbowo mengingatkan bahwa KKP dinilai oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah memiliki manajemen talent pool yang cukup baik.
Sekjen KKP juga mengungkapkan bahwa untuk posisi eselon II, KKP sudah bisa melakukan pemilihan secara langsung tanpa melalui seleksi secara terbuka lagi.
Untuk eselon III dan di bawahnya masih dalam proses dan sedang dilakukan kajian teknis dan arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono menginginkan KKP dalam memilih orang bukan karena alasan suka atau tidak suka, tetapi lebih kepada alasan profesionalisme.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro menginginkan pemilihan orang yang mengisi suatu posisi sesuai mekanisme yang berlaku.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam sejumlah kesempatan mengungkapkan bahwa saat ini masih ada 151 posisi jabatan yang masih kosong di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang segera diisi oleh orang-orang yang berkualitas.
Baca Juga:
Coda Luncurkan Kampanye Regional untuk Cegah Penipuan Daring bagi Pemain Gim
Menteri Edhy mengemukakan, posisi kosong itu di berbagai jenjang baik dari eselon I hingga eselon IV.
Tterkait dengan wacana pemangkasan eselon, Menteri Edhy bahwa dalam salah satu program utamanya yaitu menyederhanakan birokrasi, juga ada konsep untuk menyederhanakan eselonisasi. (mrr)





