Dia mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan menuju salah satu kawasan pariwisata super prioritas tersebut bukan tanpa kendala.
Selain, jaringan utilitas pipa air minum ditanam dangkal, di bahu jalan juga berdiri tiang-tiang listrik yang jumlah mencapai seratus lebih.
Dia optimistis relokasi tiang listrik akan dilakukan setelah ada alokasi anggaran yang disediakan oleh PT PLN.
“Komunikasi dengan para pihak terkait terus kami lakukan sehingga pembangunan jalan akses KEK pariwisata bisa selesai sesuai dengan target,” ujarnya.
Pembangunan ruas jalan ini, sebut dia, untuk memberikan kemudahan akses bagi wisatawan maupun pengusaha yang mau menanamkan investasi di KEK Pariwisata Likupang.
Aksesibilitas, sambung Julia menjadi salah satu dari tiga konsep pengembangan pariwisata selain atraksi dan amenitas.
“BPJN optimistis pembangunan akses jalan KEK pariwisata Likupang ini akan mendorong pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” sebutnya.
Pembangunan akses jalan menuju KEK pariwisata Likupang ini menelan anggaran sebesar Rp49,9 miliar lebih. (kap)



