Presiden Jokowi Minta Kepala Daerah “Tutup Mata” dalam Proses Izin

- Pewarta

Kamis, 14 November 2019 - 03:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Bogor – Presiden Joko Widodo meminta para kepala daerah untuk mempermudah proses permohonan izin usaha untuk industri yang menghasilkan produk ekspor dan substitusi impor.

“Kembali lagi urusan investasi dan ekspor kenapa kita harus kerjakan? Karena bertahun-tahun defisit transaki berjalan, defisit neraca perdagangan karena itu saya titip kepada daerah kalau ada investasi yang orientasinya ekspor, sudah tutup mata saja, tanda tangan izinnya, secepat-cepatnya,” kata Presiden Jokowi di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Presiden menyampaikan hal tersebut Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) 2019 yang dihadiri oleh para menteri kabinet Indonesia Maju, gubernur, bupati, wali kota, ketua DPRD tingkat 1 dan tingkat 2, kajati, kajari, kepala pengadilan negeri dan pengadilan tinggi, kapolda, kapolres, dandim hingga danrem serta para kepala lembaga negara terkait sejumlah 2.693 orang.

“Urusan keamanan investasi tolong ‘diback up’ dari Polres, agar muncul Cipta Lapangan Kerja yang kita inginkan. Atau ada orang datang ini membangun pabrik substitusi impor, barang-barang yang saat ini masih impor dan mau dibikin di sini, sudah tutup mata dan tanda tangan secepat-cepatnya tidak usah ditanya sudah saya berikan,” jelas Presiden.

Dengan perbaikan neraca transaksi berjalan dan neraca perdagangan, Presiden Jokowi berharap daya tawar Indonesia di mata negara lain pun meningkat.

“Kalau ‘current account deficit’ maupun baik dan negara perdagangan baik kalau 2 ini rampung kita ‘berantem’ dengan negara lain berani tapi kalau dua ini belum diselesaikan kita masih mikar-mikir, kalau bisa menyelesaikan ini dan jalan yang kita tempuh tadi perizinan dipermudah, regulasi birorksi disederhanakan,” ungkap Presiden.

Untuk menyederhakan birokrasi, Presiden pun berencana untuk memotong eselon 3 dan 4.

“Ini hanya memotong struktural dan fungsional, tapi tidak memotong pendapatan, tolong dijelaskan kita tidak ingin memotong pendapatan, ‘income’, hanya ingin memotong kecepatan dalam memutuskan jangan diplintir ke mana-mana,” tambah Presiden. (dln)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB