Salah Kelola BUMN saat Ini karena Dijadikan Kepentingan Politik Penguasa

- Pewarta

Kamis, 13 Desember 2018 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ekonom Partai Gerindra, Harryadin Mahardika menyoroti tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak profesional hingga menyebabkan berutang ribuan triliun. Hal tersebut, seharusnya tidak terjadi jika BUMN tidak menjadi kepentingan politik.

“Prabowo-Sandi sudah menyiapkan strategi BUMN sebagai penggerak ekonomi nasional, bukan lagi untuk kepentingan politik penguasa,” kata Harryadin dalam keterangannya, Kamis (13/12/2018).

BACA JUGA : Prabowo-Sandi Ingin BUMN untuk Rakyat

Adapun data Kementerian BUMN dengan komisi VI DPR pada 3 Desember lalu, hingga akhir September 2018, total utang BUMN di Indonesia mencapai Rp 5.271 triliun. 

Menurut dia, dalam situasi ekonomi yang melemah saat ini seharusnya BUMN menjadi benteng ekonomi nasional. Namun akibat salah kelola karena ada kepentingan penguasa, akhirnya BUMN terkena dampak buruknya.

“Maka dari itu ini sudah salah kelola, tidak bisa dibiarkan terus seperti ini jika perekonomian Indonesia ingin bangkit,” tegas dia.

Harryadin mengatakan, salah satu fokus Prabowo-Sandi adalah ingin kembali merebut kekayaan Indonesia yang dimiliki oleh segelintir golongan saja.

Meski bukan pekerjaan mudah karena harus kembali menata pengelolaan BUMN yang sudah salah kaprah karena dijadikan kepentingan politik, namun menjadikan BUMN sebagai penggerak ekonomi nasional bukan hal mustahil jika pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 itu terpilih di 2019.

“Karena memang harus dengan tekad yang kuat untuk kembali menjadikan BUMN ini sebagai badan usaha milik negara, dan Prabowo-Sandi siap melakukan itu. Pak Prabowo sudah berulang kali menyatakan keprihatinannya jika kekayaan Indonesia ini harus bisa dinikmati seluruh rakyt Indonesia, bukan hanya penguasa atau segelintir orang saja,” papar dia. (fik)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB