Pengamat Nilai Kabinet Indonesia Maju Beri Optimisme

- Pewarta

Jumat, 25 Oktober 2019 - 01:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Banda Aceh – Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Z, ST MKes berpendapat secara umum susunan Kabinet Indonesia Maju memperlihatkan optimisme, sehingga diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Secara umum Kabinet Indonesia Maju ini memberi optimisme, karena dominan profesional, meskipun utusan partai tetapi mengutamakan kapasitas dan integritas,” katanya, di Banda Aceh, Rabu (24/10/2019).

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju yang akan membantu kepemimpinan dirinya bersama Wapres KH Ma’ruf Amin selama lima tahun mendatang.

Namun, menurut dia, ada beberapa menteri yang pernah menjabat pada masa kabinet kerja Pemerintahan Jokowi jilid satu, dan kemudian kembali mengemban amanah yang sama pada periode kedua ini, memiliki catatan khusus dalam kinerja ke depan.

“Misalnya Menteri Keuangan masih tetap Sri Mulyani, padahal kinerja keuangan kita menunjukkan utang membengkak, pungutan pajak pada konglomerat macet, dan kemampuan bayar utang kita juga rendah,” kata dia.

Nasrul juga mengkritisi terkait dengan jabatan Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan harus meneruskan kinerja menteri sebelumnya, yakni Susi Pudjiastuti yang dinilai berhasil dalam mendorong optimalisasi laut untuk sumber pendapatan negara dengan memberikan tindakan tegas bagi kapal nelayan asing yang tidak memiliki izin memasuki wilayah laut Indonesia.

“Kita khawatir Pak Edhy masih butuh waktu belajar dalam pengelolaan sumber daya laut karena background beliau yang tidak pernah terdengar bicara tentang laut dan sumber daya yang ada di dalamnya,” kata dia.

Selain itu, Nasrul juga berpandangan bahwa yang paling berisiko justru posisi Menteri Pertanian yang dijabat Syahrul Yasin Limpo. Menurut dia, kementerian ini mengelola isu terkait dengan pertanian bahwa ratusan juta rakyat Indonesia bergantung pada sektor tersebut.

Menurut dia, Menteri Pertanian yang menjabat periode 2014-2019 belum mampu mengangkat taraf kehidupan petani Indonesia menjadi lebih baik. Bahkan, dinilai semakin buruk akibat dari kebijakan impor produk pertanian, seperti beras, terigu, gula, garam, dan sebagainya.

“Diharapkan Menteri Pertanian ini memiliki kemampuan optimal dalam koordinasi dengan Menteri Perdagangan, Bulog serta Menteri BUMN agar setiap departemen dan non-departemen bisa saling perkuat sehingga kesejahteraan petani tercapai,” kata dia pula. (kha)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB