Dewan Pers Minta Media Terapkan Jurnalisme Berperspektif Gender

- Pewarta

Rabu, 12 Desember 2018 - 03:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, mengimbau sebaiknya media menerapkan jurnalisme berperspektif gender dalam menyajikan pemberitaaan.

Hal itu diutarakannya dalam acara diskusi bertajuk Pers dan Pemajuan Perempuan Indonesia, di Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Jurnalisme berperspektif gender ini bukan berarti menyajikan pemberitaan soal perempuan saja, melainkan memuat pemberitaan yang menekankan nilai keadilan dan kesetaraan.

Jurnalisme berperspektif gender, menurut dia, tidak hanya menyajikan data dan angka, melainkan menguak persoalan yang lebih mendalam dari suatu peristiwa.

“Lebih menyangkut pada bagaimana cara pandang kita melihat persoalan. Mencari apa dasar persoalan, lebih berpihak pada korban, perempuan, pada anak, lansia, kaum minoritas,” kata pria yang akrab disapa Stanley ini.

Namun dewasa ini, media kerap menyajikan pemberitaan pendapat narasumber yang saling memiliki pandangan yang berseberangan. Padahal bila media mau kembali pada pemberitaan berperspektif gender, maka masyarakat akan lebih memahami hal-hal yang melatarbelakangi suatu peristiwa.

“Berita sekarang lebih ke opini. Bagaimana pendapat Bapak A mengenai kasus ini. Kemudian bagaimana pendapat Bapak B mengenai hal yang disampaikan Bapak A soal kasus itu. Cenderung mengadu domba akhirnya,” katanya.

Sementara wartawati senior harian Kompas, Maria Hartiningsih mengatakan jurnalisme berperspektif gender bisa diterapkan di media dalam bentuk apapun baik televisi, cetak maupun daring.

Namun demikian pihaknya mengakui bahwa usaha untuk menyajikan berita berperspektif gender akan lebih rumit daripada menyajikan berita pendapat narasumber maupun berita berdasarkan data sehingga tidak banyak media yang memuat pemberitaan jenis ini.

“Jurnalistik seharusnya berperspektif beyond, tapi itu tidak populer karena akan lebih rumit,” kata Maria.

Padahal dengan pemberitaan berperspektif gender, masyarakat bisa lebih paham apa yang menyebabkan terjadinya peristiwa tersebut karena informasi yang disajikan lebih komprehensif.

Maria mencontohkan berita tentang adanya aktivitas prostitusi di suatu tempat. Jika hanya menyajikan fakta, pembaca hanya akan mendapatkan informasi tentang jumlah pekerja seks komersil yang terkena HIV AIDS dan dapat menimbulkan pandangan bahwa perempuan yang melacurkan diri adalah berpenyakit atau kotor.

Namun dengan berita berperspektif gender, pembaca akan lebih memahami latar belakang adanya prostitusi tersebut sehingga cara pandangnya lebih manusiawi. (apd)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB