SBY Jelaskan Alasannya Memakamkan Ibunda di TPU Tanah Kusir

- Pewarta

Senin, 2 September 2019 - 02:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Cikeas – Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan alasannya memilih TPU Tanah Kusir, Jakarta, sebagai tempat peristirahatan terakhir almarhumah ibundanya, Siti Habibah yang wafat Jumat (30/8/2019).

SBY menceritakan, semasa ibundanya masih hidup, dan beberapa bulan sebelum istrinya, Ani Yudhoyono divonis mengidap kanker darah dan dirawat intensif, Ani sempat berbincang dengan dirinya.

Dalam perbincangan tersebut, kata SBY, Ani mengatakan, “Pepo, ibu kita eyang Habibah keadaannya sudah seperti ini, kita harus memikirkan, bukan mendahului kehendak Allah, tapi kalau dipanggil (Allah), eyang Siti Habibah mau dimakamkan di mana, apakah di Madiun atau di Jakarta.”

SBY mengatakan opsi pemakaman di Madiun lantaran ibu dari ibundanya Siti Habibah dimakamkan di sana.

Namun, kata SBY, dirinya merupakan anak tunggal, dan Siti Habibah ibundanya itu hanya memiliki dua cucu yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Atas pertimbangan itu, ujar dia, Ani Yudhoyono kala itu mengusulkan agar makam disiapkan di Jakarta, agar lebih dekat.

“Saya waktu itu menjawab, dua-duanya mungkin. Bisa di Madiun atau di Jakarta. Tanpa saya ketahui rupanya ibu Ani sudah jalan menuju beberapa tempat dan itu memori saya,” jelas SBY.

SBY mengatakan Ani Yudhoyono merupakan orang yang paling tekun dan paling sabar jika menjenguk ibundanya.

Saat Ani akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura, Ani sempat meminta kepada SBY untuk menjenguk dan bertemu Siti Habibah dan ibu Ageng yang merupakan ibunda Ani. Saat itu SBY mengatakan agar menjenguk dilakukan nanti setelah pemeriksaan di Singapura saja.

“Tapi ternyata ibu Ani tetap datang menemui eyang Siti Habibah dan ibu Ageng. Ternyata itu pamitan beliau,” kata SBY.

SBY lalu mengatakan, saat Ani wafat, ibundanya tengah dirawat di ICU, sehingga sulit melakukan komunikasi dan memberitahu bahwa Ani telah wafat.

SBY mengatakan saat masa kritis Jumat malam kemarin, ibunya sempat menitikkan air mata seolah menanyakan di mana Ani Yudhoyono.

“Air matanya keluar mungkin bertanya kenapa ibu Ani tidak ada. Makanya semalam saya bisikkan, ‘eyang, mamanya Agus, memo, sudah pulang ke rahmatullah, tapi sampai akhir hayatnya memo sangat menyayangi eyang’,” kata SBY.

Tidak lama setelahnya ibunda SBY dipanggil oleh Allah SWT. SBY berharap ibunya kembali dengan baik, hidup tenang di sisi Allah dan bertemu istrinya, Ani Yudhoyono di Surga. (ran)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB