Kapolri : Humas Harus Diisi Polisi Punya “Passion” Kehumasan

- Pewarta

Kamis, 29 Agustus 2019 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berpesan agar dilakukan rekrutmen khusus untuk merekrut polisi-polisi yang akan berkarir di Humas Polri.

“Humas itu mesti diawaki oleh orang-orang yang punya minat di bidang itu sehingga standar rekrutmennya bisa berbeda, bukan lagi mengandalkan otot,” kata Jenderal Tito dalam Rakernis Divhumas Polri Tahun Anggaran 2019, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Hal itu penting sebagai upaya menguatkan kapasitas organisasi sehingga humas Polri mampu mencitrakan Kepolisian dengan baik di mata masyarakat.

“Kalau tidak punya passion, cuma cari pekerjaan saja, lalu kasak-kusuk agar jadi kapolres. Programnya (humas) kabur (tidak terlaksana),” katanya.

Selain itu, untuk memotivasi jajaran di kehumasan, pihaknya akan memberikan penghargaan berupa promosi jabatan, kesempatan sekolah dan kenaikan pangkat bagi mereka yang kinerjanya baik.

Ia menekankan pentingnya peran kehumasan dalam mewujudkan Polri yang promoter (profesional, modern, terpercaya).

Media sebagai pilar keempat demokrasi mampu menjadi kekuatan penekan bagi penguasa. Oleh karenanya humas Polri tidak boleh memandang remeh media, melainkan harus merangkul media dan menjadikan media sebagai mitra kerja.

“Manajemen media dengan pendekatan-pendekatan terhadap rekan media selaku PR (public relation) polisi,” katanya.

Ia berpesan kepada para kabid humas di 34 polda se-Indonesia agar mampu mengelola ritme pemberitaan di media.

“Jangan jadi spokesperson, tapi jadilah kingmaker, playmaker, dalang. Kumpulkan informasi yang banyak. Atur mana yang dinaikkan, kita yang atur ritme pemberitaan. Kita yang atur opini publik,” katanya.

Selain itu peran humas adalah memantau perkembangan isu di sosial media dan merespon cepat bila ada isu bohong atau fitnah yang menyebar.

Untuk menjaga nama baik Polri, pihaknya pun meminta seluruh jajarannya untuk menjadi polisi yang humanis dan teladan.

Pasalnya perkembangan teknologi saat ini membuat warga melalui gawai milik mereka bisa menyebarkan rekaman atau video apapun ke media sosial, termasuk perilaku baik ataupun buruk para polisi.

Senada, Kadivhumas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan humas Polri saat ini menjadi ujung tombak Polri.

“Humas jadi leading sector, bukan lagi back office sehingga tepatlah Kapolri menempatkan fungsi humas sebagai fungsi utama, bukan pemeran cadangan,” kata Iqbal.

Ia menyebut pada kontestasi Pemilu 2019 silam, melalui kabid humas 34 polda, isu-isu pemberitaan negatif berhasil diredam sehingga rangkaian Pemilu bisa berjalan aman dan damai.

Di hadapan para peserta Rakernis, Iqbal memaparkan langkah-langkah agar sentimen positif terkait Polri di media bisa dipelihara yakni dengan meningkatkan pemberdayaan media arus utama, menekan pemberitaan negatif, mengklarifikasi sentimen negatif dan mengelola trending topik pemberitaan.

Ia menyebut, baru-baru ini pihaknya melakukan terobosan dengan Sistem Pengelolaan Informasi Terpadu (SPIT).

SPIT terkoneksi dengan big data dan memiliki content center sehingga bisa dengan cepat mengumpulkan data dari kewilayahan, menganalisisnya dan disampaikan ke media.

Rakernis Divhumas Polri T.A. 2019 digelar sejak Rabu (28/8) hingga Jumat (30/8) di Jakarta, dengan dihadiri 34 kabid humas, 34 PPID satker Mabes Polri, para kasubdit multimedia dan 26 pejabat Divhumas.

Para eks Kadivhumas Polri juga hadir dalam acara tersebut diantaranya Komjen (Purn) Nanan Soekarna, Komjen Pol Setyo Wasisto, Komjen (Purn) Anang Iskandar, Irjen (Purn) Edward Aritonang dan Komjen (Purn) Saud Usman. (bpd)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB