KSP Nilai Pembangunan di Papua Dicemaskan Kelompok Bersenjata

- Pewarta

Kamis, 29 Agustus 2019 - 03:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai pembangunan yang sedang pemerintah lakukan di Provinsi Papua dan Papua Barat dicemaskan oleh kelompok bersenjata.

“Dengan pembangunan yang masif di Papua itu, maka kecemasan yang dihadapi oleh mereka adalah dia tak bisa lagi membohongi rakyat. Dia tidak bisa lagi membohongi dunia luar,” kata Moeldoko ditemui di Gedung Bina Graha, Jakarta pada Rabu (28/8/2019).

Menurut dia, saat ini sedang terjadi provokasi secara masif di Papua oleh kelompok kriminal bersenjata.

Sementara itu terkait dengan unjuk rasa yang membawa bendera bintang kejora di Taman Pandang seberang Istana Kepresidenan Jakarta, Moeldoko menjelaskan aparat dan pemerintah tidak emosional.

“Karena kalau kita ikut larut dalam emosi, maka langkah tindakan menjadi tidak terkontrol. Memang sengaja diprovokasi untuk itu, tujuannya apa, agar kita melakukan tindakan,” jelas Moeldoko.

Selain itu mengenai isu tertembaknya enam warga sipil di Papua, aparat keamanan sedang mengonfirmasi kabar tersebut.

“Justru yang meninggal kan dari TNI 1 orang, luka dari kepolisian 2 orang,” demikian Moeldoko.

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindak tegas tindakan diskriminasi yang menyinggung ras dan etnis.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepolri Jenderal Tito telah berkunjung ke Timika pada Rabu menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat Kabupaten Mimika dan Kabupaten Jayawijaya.

Pertemuan itu untuk berdialog dengan tokoh setempat terkait permasalahan kasus rasisme di Malang, Surabaya, dan Semarang sehingga memicu unjuk rasa di Papua.

Menurut Hadi, pengusutan hukum atas kasus tersebut terus dilakukan. “Saya tegaskan TNI tidak memberikan peluang terhadap pelaku-pelaku rasis dan akan kita tindak tegas,” demikian Marsekal Hadi. (bps)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB