Gubernur Kalteng Turut Gembira Kaltim Jadi Ibu Kota Negara

- Pewarta

Rabu, 28 Agustus 2019 - 02:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menyambut gembira sekaligus mendukung penuh keputusan Presiden Joko Widodo, yang menunjuk Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi baru Ibu Kota Pemerintahan Republik Indonesia.

“Kaltim itu kan saudara kita juga. Semoga dengan terpilihnya Kaltim, bisa menjadi berkah bagi semua sekaligus membawa Indonesia semakin maju serta bermartabat,” kata Sugianto di Palangka Raya, Selasa (27/8/2019).

Dia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Kalteng untuk tetap semangat dan tidak perlu berkecil hati dengan terpilihnya Kaltim. Sebab, menurut dia, terpilihnya Kaltim juga akan berdampak pada kemajuan pembangunan di Kalteng.

Sugianto mengatakan lokasi ibu kota yang telah diputuskan itu tidak jauh dari daerah aliran sungai (DAS) Barito, Khususnya Barito Utara dan Barito Timur, sehingga layak untuk dijadikan daerah penyangga nantinya.

“Yang harus kita lakukan sekarang adalah berbenah dan mempersiapkan segala sesuatunya, agar DAS Barito bisa menjadi daerah penyangga ibu kota RI,” kata Sugianto.

Orang nomor satu di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila itu pun meminta kepala daerah yang ada di DAS Barito, lebih intens berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dalam penyusunan program pembangunan, khususnya bidang infrastruktur.

Dia mengatakan komunikasi dan koordinasi juga perlu lebih intens ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR), agar pembangunan infrastruktur di wilayah DAS Barito semakin pesat.

“Penyusunan perencanaan pun jangan asal dan tidak tuntas. Harus berpikir jangka panjang dan memberikan dampak yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Sugianto.

Dia pun mencontohkan ada beberapa pelabuhan yang telah dibangun, namun sampai sekarang tidak dapat dipergunakan. Alhasil, dana yang cukup besar untuk membangunnya terkesan terbuang sia-sia dan tidak memberikan dampak positif terhadap perekonomian.

“Hal seperti itu jangan lagi sampai terjadi. Penyusunan program harus terencana dengan baik, tidak asal dan jangka panjang,” demikian Sugianto. (mah)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB