Rudiantara Ingin Infrastruktur Telekomunikasi Tak Kasat Mata di Kaltim

- Pewarta

Rabu, 28 Agustus 2019 - 01:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan infrastruktur jaringan teknologi telekomunikasi di Kalimantan Timur, yang nantinya akan menjadi wilayah Ibu Kota baru, tidak boleh kasat mata.

“Secara fisik infrastrukturnya (telekomunikasi termasuk internet) tidak boleh kelihatan mata. Kalau di kita (Jakarta) kan ada tiang, digantung dan lain sebagainya. Nanti tidak boleh, semua harus di bawah (tanah),” kata Rudiantara saat berkunjung ke Ruang Redaksi LKBN ANTARA di Wisma ANTARA, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Rudiantara menyampaikan saat ini infrastruktur telekomunikasi di Kaltim memang tidak seandal di Jawa, karena selama ini fokus pembangunan infrastruktur telekomunikasi berada di Pulau Jawa, karena Ibu Kota terletak di Pulau Jawa.

Namun, ke depan, seiring dengan telah ditetapkannya rencana pemindahan Ibu Kota ke sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, maka infrastrukturnya akan dibenahi.

“Tentu kita sudah siapkan, bahkan pada Rapat Terbatas Kabinet sudah disampaikan rencana pembangunan infrastruktur ICT, dan yang nomor satu backbone harus diperkuat, harus membentuk ring lagi,” kata dia.

Sejauh ini pemerintah melalui Kementerian Kominfo telah membangun jaringan teknologi telekomunikasi melalui Palapa Ring yang terbagi dalam tiga paket yakni barat, tengah dan timur.

“Nanti di Kaltim, tidak hanya Palapa Ring tapi Kalimantan Ring, dan didalamnya harus betul-betul andal, dari sisi kecepatan harus menjadi super broadband,” jelasnya.

Dia memperkirakan jutaan orang akan melakukan urbanisasi ke Ibu Kota baru nantinya. Selama lima hingga 10 tahun ke depan, Rudiantara memproyeksikan jaringan teknologi telekomunikasi di Kaltim akan bisa langsung terintegrasi ke internasional.

“Jadi traffic international tidak dibawa ke gateway di Jakarta atau Manado untuk ke pasifik, mungkin nanti sudah visible kalimantan punya gateway sendiri ke luar,” ujar dia.

Saat ditanya seberapa baik kecepatan internet di Ibu Kota baru nantinya, Rudiantara mengatakan, “Jika bicara lima tahun lagi, maka lima tahun lagi semua sudah broadband, bahkan diatas broadband. Bahkan kalau semua fiber optic di mana-mana, mau kecepatan berapapun tidak ada masalah”. (ran)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:55 WIB

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Berita Terbaru

CGTN launches News Pal, an AI-powered news companion

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB