Menkeu: Kinerja Defisit Anggaran Terpengaruh Lemahnya Penerimaan

- Pewarta

Selasa, 27 Agustus 2019 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kinerja defisit anggaran hingga (31/7/2019) sebesar Rp183,7 triliun atau 1,14 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) masih terpengaruh oleh lemahnya penerimaan negara.

“Realisasi defisit tidak serendah yang kita rencanakan karena penerimaan negara lebih lemah dan belanja negara yang sangat kuat,” kata Sri Mulyani dalam jumpa pers perkembangan APBN KITA di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Sri Mulyani menjelaskan realisasi defisit anggaran ini juga lebih tinggi dari periode yang sama 2018 sebesar Rp151, triliun atau 1,02 persen terhadap PDB.

“Meski realisasi lebih tinggi dari 2018, namun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Ia menambahkan penerimaan negara terutama pendapatan sektor perpajakan yang hanya tumbuh 3,9 persen, dibandingkan tahun lalu tumbuh 14,6 persen, telah memberikan dampak kepada defisit anggaran.

Realisasi penerimaan perpajakan hingga akhir Juli 2019 tercatat baru mencapai Rp810,7 triliun atau 45,4 persen dari target Rp1.786,4 triliun.

Di sisi lain, tambah Sri Mulyani, realisasi belanja Kementerian Lembaga telah tumbuh positif hingga 11,7 persen diikuti transfer ke daerah yang juga tumbuh 4,9 persen.

Realisasi belanja Kementerian Lembaga telah tercatat mencapai Rp419,9 triliun atau 49,1 persen dari pagu Rp855,4 triliun dan transfer ke daerah Rp433,2 triliun atau 57,2 persen dari pagu Rp756,8 triliun.

Untuk mengatasi lesunya penerimaan dan menekan tingginya defisit anggaran, pemerintah telah menerbitkan pembiayaan utang Rp234,1 triliun atau 77,6 persen dari target Rp359,3 triliun.

“Sebagai antisipasi risiko global, pemerintah telah menerapkan strategi front loading, sehingga pembiayaan utang tumbuh 10,5 persen,” kata Sri Mulyani.

Ia mengatakan pemerintah terus menjaga dinamika ekonomi agar komponen APBN tetap tumbuh positif dan defisit anggaran terjaga pada kisaran Rp296 triliun atau 1,84 persen dari PDB sesuai target. (sty)

Berita Terkait

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025
Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Operasi Terpadu Kemenhut Bersihkan 360 Hektare Sawit Ilegal TNGL
Gabah Rp6.500 Dan Beras SPHP Jadi Penopang Harga Stabil
Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:38 WIB

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:36 WIB

Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025

Sabtu, 20 September 2025 - 08:53 WIB

Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!

Jumat, 12 September 2025 - 15:47 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB