35 BUMN Dihapus, Restrukturisasi Menuju Klasterisasi Bidang Usaha

- Pewarta

Rabu, 10 Juni 2020 - 03:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. (Foto : Instagram @fanspakericktohir)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. (Foto : Instagram @fanspakericktohir)

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Mereka membahas laporan kinerja dan restrukturisasi BUMN di tengah Pandemi Covid-19.

Erick Thohir menyatakan tengah merekstrukturisasi perusahaan BUMN dari jumlah 142 menjadi 107. Artinya, sudah 35 BUMN dihapus.

Klaster BUMN direncanakan juga akan dipangkas dari 27 klaster menjadi 12 klaster untuk efektifitas kinerja.

“Bahwa masing masing BUMN di 142 itu kita sudah ada sangat detil, apakah kondisi hijau, kuning, merah, sudah kita breakdown 142 itu. Kenapa kita melakukan klasterisasi, bukan hanya klasterisasi bicara-bicara saja, tetapi memang sudah sangat detil sampai ke masing masing dari pada BUMN sendiri. Dan konsep klasterisasi sendiri jangan terjebak, ini bukan holdingisasi,” ungkap Erick Thohir di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2020).

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Arya Bima meminta restrukturisasi BUMN tidak mengganggu kinerja dan efektifitas pelayanan. Komisi VI mendukung restrukturisasi BUMN namun harus diawasi secara ketat.

“Setuju empat (Komisi IV) ya, tok! Komisi VI DPR RI meminta Kementerian BUMN melakukan pengawasan secara ketat kepada PT Hutama Karya Persero, kepada PT Permodalan Madani Persero, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Persero,” kata Arya Bima.

Wakil Ketua Komisi VI, Arya Bima juga meminta Erick Thohir untuk memberi dukungan dana kepada BUMN terdampak Covid-19 berupa Penyertaan Modal Negara (PMN), serta skema pemberian dana talangan agar BUMN di sektor strategis bertahan di tengah penurunan ekonomi. (rad)

Berita Terkait

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:26 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:00 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Minggu, 27 September 2026 - 16:34 WIB

SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć

Senin, 14 September 2026 - 09:15 WIB

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN

Berita Terbaru