“Saya sangat marah melihatnya. Beberapa orang benar-benar tidak menghargai! Mengadakan pesta ilegal di tengah malam di depan klinik tempat pasien Covid-19 dirawat? Ini tidak bisa diterima!” ujarnya dengan nada emosi.
Menurut Culot, pekan sebelumnya penata rambut Virton sempat memprotes aturan yang memaksa mereka untuk menutup salon, dimana hal itu memutus mata pencaharian mereka.
“Banyak bisnis kecil di Belgia tengah putus asa. Penata rambut muda yang baru mulai tidak akan bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi. Pada saat kami meminta semua orang untuk berusaha, dan segala sesuatu harus dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus, beberapa di antaranya justru melanggar aturan dengan cara yang memalukan. Sikap orang-orang Prancis yang bersuka ria ini benar-benar keterlaluan!” kesalnya.
Sekadar informasi, kasus ini merupakan pesta seks Belgia ketiga bulan ini yang digerebek polisi. (pol)
Halaman : 1 2





