Kemenkeu Tekankan Lagi Urgensi Program Pemulihan Ekonomi Nasional

- Pewarta

Selasa, 9 Juni 2020 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co,id, Jakarta – Pandemi Covid-19 adalah kejadian extraordinary yang berdampak signifikan pada kemanusiaan dari segala sisi. Dari sisi kesehatan, krisis kesehatan bisa terjadi karena keterbatasan obat, alat kesehatan, tenaga medis dan kapasitas RS dalam menanggulangi. Dari sisi sosial, aktivitas ekonomi yang terhenti juga ikut menghentikan penyerapan tenaga kerja, terutama di sektor informal.

Dari sisi ekonomi, konsumsi terganggu, investasi terhambat, ekspor-impor terkontraksi sehingga pertumbuhan menurun tajam. Dari sisi keuangan, confidence investor menurun karena capital flight, penurunan kinerja sektor riil, kredit macet (NPL), profitabilitas dan solvabilitas perusahaan banyak tertekan.

Oleh karena itu, pemerintah menilai ada urgensi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam rangka mengatasi dampak COVID-19 agar tidak mengoreksi ekonomi lebih dalam karena kejadiannya adalah unprecendented (belum pernah terjadi sebelumnya) dan penuh ketidakpastian. Langkah-langkah yang ditempuh harus cepat, namun juga hati-hati dalam mengantisipasinya. 

“COVID-19 adalah saat-saat yang unprecendented, belum pernah terjadi sebelumnya. Policy makers seluruh dunia dalam suasana sulit mengasses (menilai) perubahan yang terjadi dan arahnya mungkin ke arah negatif. Asesmen membuat kita berpikir seberapa dalam, parah, keras (dampaknya). Asesmen itu juga membuat kita berpikir seberapa kuat kita mengantisipasinya, seberapa tajam, seberapa hati-hati. Dari semua prinsip-prinsip tadi, harus cepat dan cukup besar tapi juga harus hati-hati, urgensi juga harus terlihat,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kepala BKF) pada konferensi pers virtual Tanya BKF mengenai Program Pemulihan Nasional dan Isu Fiskal Lainnya pada Kamis, (4/6/2020).

Secara garis besar, biaya PEN akan digelontorkan untuk sisi demand sebesar Rp205,20 triliun dan supply sebesar Rp384,45 triliun. Dari sisi demand, pemerintah akan merangsang konsumsi dari program perlindungan sosial seperti PKH, sembako, bansos Jabodetabek, Non-Jabodetabek, Pra kerja, diskon listrik, menjaga logisitik/pangan/sembako, BLT Dana Desa serta insentif subsidi bunga perumahan bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR).

Sedangkan dari sisi supply, pemerintah akan memberikan subsidi bunga untuk kredit Ultra Mikro (UMi) dan UMKM, melakukan penempatan dana di bank untuk mendukung restrukturisasi UMi dan UMKM, memberi penjaminan kredit modal kerja UMKM dan non UMKM, memberi insentif perpajakan, memberi dukungan terhadap BUMN, Pemda serta dukungan sektoral. 

Kehati-hatian dalam mengkalkulasi biaya PEN ini perlu juga dibekali payung hukum karena berkaitan dengan perubahan anggaran yang diperlukan, sehingga perlu merevisi postur APBN 2020 dalam Perpres No 54/2020. Program PEN diatur dalam PP 23/2020 (13 Mei 2020) sebagai implementasi Pasal 11 PERPPU 1/2020. (keu)

Berita Terkait

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:26 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:00 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Minggu, 27 September 2026 - 16:34 WIB

SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć

Senin, 14 September 2026 - 09:15 WIB

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN

Berita Terbaru