Gede Sandra : Subsidi Rakyat Dikorbankan Sri Mulyani Untuk Bayar Utang

- Pewarta

Senin, 24 Juni 2019 - 04:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur..co.id, Jakarta – Pertumbuhan utang selama Mei 2018 hingga Mei 2019 cukup mengagetkan banyak pihak. Pasalnya, utang tumbuh mencapai Rp 402 triliun.

Jika dibagi dengan jumlah hari selama satu tahun, maka utang tersebut bertumbuh sebesar Rp 1,1 triliun setiap hari.

Begitu kata Direktur Lingkar Survei Perjuangan (LSP) Gede Sandra menyikapi besaran utang yang kian menumpuk.

Dia kemudian membandingkan pertumbuhan utang pemerintah yang sebesar 9,6 persen itu dengan pertumbuhan ekonomi yang terbilang stagnan di angka 5 persen.

“Hampir dua kali lipat pertumbuhan ekonomi. Fantastis,” ujarnya kepada Kantor Berita RMOL, Senin (24/6/2019).

Gede Sandra pun menyindir kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang menurunya secara konsisten sukses mempertahankan dua rekor.

“Pertama, pertumbuhan utang pemerintah di atas Rp 1 triliun/hari. Kedua, pertumbuhan utang selalu melebihi pertumbuhan ekonomi,” urainya.

Atas alasan itu, Gede Sandra menilai bahwa Sri Mulyani layak untuk dinobatkan sebagai ratu utang. Apalagi bunga utang yang diberikan Sri Mulyani kepada asing adalah yang tertinggi di kawasan Asia.

Belum lagi, sambungnya, jika merinci anggaran belanja pemerintah hingga Juni 2019. Disebutkan bahwa pembayaran bunga utang mencapai Rp 127,1 triliun atau tumbuh positif 13 persen. Sementara subsidi hanya sebesar Rp 50,6 triliun atau turun minus 17 persen.

“Artinya subsidi yang menjadi hak untuk rakyat Indonesia yang masih sulit hidupnya dikorbankan Sri Mulyani untuk bayar bunga utang bagi para investor kaya raya,” tegas Gede Sandra.

Kehadiran Sri Mulyani dalam kabinet, menurunya hanya akan menegaskan bahwa model neoliberalisme yang bertumpu pada austerity policy akan terus dipertahankan pemerintah Jokowi di periode keduanya.

“Jadi non sense, omong kosong, bila Sri Mulyani katakan Indonesia akan ganti arah ekonomi mengikuti model Asia seperti Korea Selatan atau Jepang,” tegasnya.

“Berhati-hatilah pada pemimpin pejabat yang antara kata-kata dan perbuatannya bertolak belakang. Pidatonya boleh manis, tapi tindakannya kepada rakyat sangat sadis,” pungkas Gede Sandra. (*)

Berita Terkait

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:26 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:00 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Minggu, 27 September 2026 - 16:34 WIB

SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć

Senin, 14 September 2026 - 09:15 WIB

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN

Berita Terbaru