Anggaran Dipotong, Kementan Dinilai Wujudkan Ketahanan Pangan

- Pewarta

Selasa, 23 Juni 2020 - 03:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) dinilai sejumlah Anggota Komisi IV DPR RI sudah cukup baik dalam menghasilkan ketahanan pangan selama 3 bulan Indonesia menghadapi pandemi Covid-19 ini. Pasalnya selama pandemi melanda Tanah Air, sejumlah kebutuhan pangan mudah diperoleh masyarakat di setiap pasar.

Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari menuturkan, secara umum Kementan sudah berusaha maksimal menjaga produksi pertanian, meski mengalami pemotongan anggaran yang cukup besar. Namun, ia memberikan masukan terkait perlunya political will yang kuat untuk mendorong kedaulatan pangan ini di tengah ketidakpastian kapan wabah Covid-19 ini selesai.

“Sedikit memberikan masukan, diperlukan grand strategy untuk political will yang kuat sehingga mendorong kedaulatan pangan ini. Litbang (Penelitian dan Pengembangan) dan SDM pertanian juga sangat penting dengan bioteknologi yang dihasilkan, meskipun dalam kondisi anggaran kurang,” ungkap Endang saat Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta Senin (23/6/2020).

Menurut politisi Partai Gerindra itu, ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 ini tak lepas dari tingginya serapan anggaran di tahun 2019 lalu. Adapun Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam kesempatan Raker ini mengungkapkan bahwa realisasi anggaran dari Bulan Januari hingga akhir Desember 2019 sebesar Rp 19,42 triliun atau 88,97 persen dari pagu sebesar Rp 21,83 triliun. Realisasi anggaran tertinggi di Badan Karantina Pertanian yang mencapai 99,18 persen.

Kemudian diikuti Sekretariat Jenderal 98,37 persen dan Badan Ketahanan Pangan mencapai 97,05 persen. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa kinerja pengembangan komoditas pangan khusus padi cukup bagus. Hal itu juga tercermin dari jumlah produksi padi yang hingga akhir Desember 2019 sebesar 54,6 juta ton GKG (gabah kering giling), atau setara 31,31 juta ton beras dan ada surplus sebesar 1,53 juta ton. (dpr)

Berita Terkait

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:26 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:00 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Minggu, 27 September 2026 - 16:34 WIB

SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć

Senin, 14 September 2026 - 09:15 WIB

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN

Berita Terbaru