Ferry : Gerindra Belum Putuskan Sikap untuk Gabung dengan Pemerintah

- Pewarta

Senin, 29 Juli 2019 - 02:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menyatakan partainya belum memutuskan sikap apakah akan bergabung dengan pemerintah atau berada di luar pemerintah sebagai oposisi.

“Pertemuan antara Pak Prabowo (ketua umum Partai Gerindra) dengan Ibu Megawati (ketua umum PDI Perjuangan), bertujuan untuk rekonsiliasi persatuan yang diharapkan bisa berdampak ke masyarakat. Pertemuan itu lebih kepada tujuan untuk meredam polarisasi di masyarakat,” kata Ferry Juliantono pada diskusi “Polemik: Utak Atik Manuver Elite” yang diselengarakan sebuah radio swasta di Jakarta, Sabtu (27/7/2019).

Menurut Ferry Juliantono, bagi Partai Gerindra berada di dalam pemerintahan maupun berada di luar pemerintahan, sama mulianya. “Karena berada di dalam pemerintahan maupun berada di luar pemerintahan, sama-sama berkontribusi untuk membangun bangsa, tapi dari posisinya masing-masing,” katanya.

Ferry meniai, bahwa partai oposisi maupun partai pemerintah adalah tidak diametral, tidak terlihat adanya saling berseberangan, sehingga seperti tidak ada oposisi.

Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianti dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, menurut Ferry, adalah sikap Prabowo untuk membuka peluang dan penjajagan kemungkinan bergabung dengan pemerintah. “Namun, Partai Gerindra belum memutuskan, apakah akan bergabung atau tidak,” katanya.

Sementara itu, Peneliti senior Lembaga Ilmi Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. R. Siti Zuhro mengatakan, dari partai-partai politik peserta pemilu 2019, hanya satu partai yang mengambil sikap tegas memilih sebagai oposisi, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Jangan-jangan nanti, PKS yang mengambil banyak keuntungan dalam menghadapi pemilu 2024. Karena pendukung yang kecewa dapat menyalutkan aspirasinya ke PKS,” katanya.

Siti Zuhro melihat, partai-partai politik yang membangun komunikasi untuk melakukan rekonsiliasi, tapi sudah langsung diterjemahkan secara simpel oleh publik ingin bergabung dan menginginkan jabatan. “Karena partai politik, orientasinya memang kekuasaan,” katanya. (riz)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB