ADILMAKMUR.CO.ID – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal menanggapi usulan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto terkait resolusi konflik Rusia – ukraina.
Sebelumnya resolusi yang ditawarkar Prabowo Subianto di Shangri-La Dialogue 2023, Sabtu (3/6/2023) menarik perhatian publik.
Dino Patti Djalal mengatakan rekomendasi Prabowo untuk resolusi konflik Rusia-Ukraina spesifik.
Sejumlah langkah konkret seperti genjatan senjata dan menarik mundur pasukan disebut sangat berani.
“Itu menarik perhatian karena sangat spesifik plannya,” kata Dino Patti Djalal, diplomat sekaligus mantan duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat.
Baca artikel menarik lainnya, di sini: Prabowo Subianto Ingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan Nasional Sebagai Negara Majemuk
“Seperti usulan gencatan senjata, ini menarik karena sekarang orang-orang bersiap untuk meningkatkan perang, bukan untuk gencatan senjata,” sambungnya.
Dino Patti Djalal juga mengatakan rekomendasi Prabowo tentang referendum menjadi upaya detail yang turut menyita perhatian dalam forum internasional itu.
“Kemudian terkait pasukan PBB, dan paling jadi perhatian adalah referendum yang perlu dilaksanakan di wilayah yang dicaplok oleh Rusia,” ucap Dino.
Baca Juga:
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
Menhan Prabowo dalam gelaran International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit di Singapura, menyoroti sejumlah isu internasional.
Selain memaparkan upaya resolusi konflik Rusia – Ukraina, ia juga menjelaskan langkah nyata mencapai perdamaian di semua kawasan.
Prabowo berpendapat, kompromi antar negara menjadi satu-satunya solusi yang dapat ditempuh untuk mencapai kemakmuran dunia.
“Sangat penting bagi kita untuk mengatasi persaingan geopolitik, sengketa wilayah, melalui dialog, negosiasi, dan solusi yang saling menguntungkan,” kata Prabowo.***





