Mantan Anak Buah Prabowo di Kopassus: Kami Sejahtera Dipimpin Danjen Prabowo

- Pewarta

Sabtu, 31 Desember 2022 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto memberikan motor dan alat komunikasi untuk para Babinsa di Koramil 0825/12 Rogojambi, Banyuwangi. (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto memberikan motor dan alat komunikasi untuk para Babinsa di Koramil 0825/12 Rogojambi, Banyuwangi. (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

ADILMAKMUR.CO.ID – Kunjungan kerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Koramil 0825/12 Rogojampi-Banyuwangi, Jumat 30 Desember 2022, diwarnai dengan momen nostalgia ketika ia bertemu dengan sejumlah eks anak buahnya saat masih menjabat sebagai Danjen Kopassus.

Prabowo tampak sumringah dan membalas hormat yang diberikan kepadanya.

Saat mengetahui mereka pernah bertugas di Grup 1 Kopassus, Prabowo pun sempat bertanya perihal bagaimana kepemimpinannya saat itu.

“Gimana dulu? Aku komandan yang gimana? Galak nggak?” tanya Prabowo berkelakar.

Menanggapi pertanyaan tersebut, salah satu di antara mereka dengan lugas menjawab bahwa Prabowo adalah komandan yang baik dan tegas.

“Yang pasti sejahtera, Bapak,” saut eks anak buah Prabowo lainnya.

Prabowo juga diingatkan bahwa ia pernah memberikan hadiah atas prestasi yang mereka torehkan.

“Saya pernah dapat hadiah 100 dolar, izin, dari Bapak, waktu lari angka 8. Lomba lari angka 8 per regu, satu regu,” ungkap salah satu mantan anak buahnya.

Prabowo lalu mengungkapkan bagaimana apresiasi tersebut memang pantas diberikan untuk prajurit yang berprestasi. “Yang jagoan pasti dapat hadiah,” tambahnya.

Nama Prabowo memang begitu lekat dengan satuan elite di jajaran TNI AD, Kopassus. Prabowo memimpin pasukan baret merah pada periode 1995-1998.

Di masa awal kepemimpinannya, Kopassus sempat menyita perhatian dunia saat mereka berhasil melakukan operasi pembebasan sandera Mapenduma, Papua pada tahun 1996.

Saat itu, 26 peneliti yang tergabung dalam Ekspedisi Lorentz 95 disandera oleh kelompok GPK pimpinan Kelly Kwalik. Operasi ini tergolong sebagai operasi yang sangat sulit karena lokasi penyanderaan berada di tengah hutan.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Adilmakmur.co.id, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB