Nelayan Cantrang Menyatakan Siap Diatur tapi Jangan Dilarang

- Pewarta

Kamis, 9 Juli 2020 - 01:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Tegal – Berdialog dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo langsung dimanfaatkan oleh para nelayan cantrang di Jawa Tengah untuk menyampaikan keluh kesah dan meminta kelonggaran aturan. Mereka mengaku siap diatur tetapi jangan dilarang untuk menangkap ikan dengan cantrang.

“Kalau diatur ya monggo-monggo saja, Pak Menteri, kami siap. Yang penting nelayan cantrang bisa kelaut lagi. Jangan dilarang,” ujar Supriyadi.

Supriyadi dan puluhan nelayan cantrang asal berbagai daerah di Jawa, bertemu dengan Menteri Edhy di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari di Tegal, Jawa Tengah pada Selasa 7 Juli 2020. Mereka turut membawa cantrang yang selama ini dipakai menangkap ikan, untuk dilihat langsung oleh Menteri Edhy.

Kementerian Kelautan dan Perikanan memang sedang meninjau ulang aturan soal cantrang untuk diperbolehkan lagi beroperasi namun dengan sederet aturan. Seperti aturan zonasi hingga ukuran panjang dan lebar jaring.

Supriyadi menambahkan, alasan kuat nelayan meminta cantrang diperbolehkan karena keyakinan mereka dari dulu hingga saat ini masih sama bahwa alat tangkap tersebut tidak merusak alam. Selain itu, larangan cantrang membuat banyak nelayan terganggu ekonominya karena tidak bisa melaut.

“Ada yang bilang nelayan merusak karang, bagaimana bisa. Logika saja, cantrang itu jaring, dan kalau pun kena ke karang, jaringnya yang rusak,” ujar Supriyadi.

Dia juga membantah bahwa panjang cantrang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan kilometer. Menurutnya, informasi tersebut salah karena cantrang sebenarnya alat tangkap tradisional yang panjangnya bahkan tidak sampai 1 kilometer.

“Tidak benar apa yang digembor-gemborkan itu. Panjang cantrang bisa sampai 6 kilometer bahkan puluhan kilometer, itu bohong sekali. Kalau sampai sepanjang itu, bagaimana menariknya, kapal-kapal kami tentu enggak kuat. Cantrang itu beda dengan trawl,” tegasnya.

“Tolong kami soal cantrang ini. Gara-gara cantrang dilarang, ekonomi di sini enggak jalan, karena di sini tumpuannya cantrang. Kalau diatur monggo aja, yang penting nelayan tetap bisa melaut dan berpenghasilan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Edhy mengajak masyarakat untuk bersabar. Kebijakan soal cantrang sedang dalam tahap harmonisasi di kementerian lain. Edhy juga mengamini bahwa cantrang tidak merusak lingkungan.

“Enggak usah kepancing, percaya dengan keputusan bersama, enggak usah demo lagi dan nggak usah turun ke jalan. Yang penting nanti ikuti aturan ya,” imbau Menteri Edhy saat melihat langsung cantrang yang dibawa para nelayan didampingi Dirjen Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar.

Menteri Edhy menyapa nelayan cantrang di Tegal dalam rangka kunjungan kerja sepekan di Pulau Jawa. Sebelumnya dia bertemu dengan nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, hingga pelaku usaha di Indramayu dan Cirebon. (kkp)

Berita Terkait

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:26 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:00 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Minggu, 27 September 2026 - 16:34 WIB

SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć

Senin, 14 September 2026 - 09:15 WIB

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN

Berita Terbaru

Commercial and residential energy storage products with integrated PAYGO feature

Pers Rilis

BLUETTI Pamerkan Solusi Energi Inovatif di Ajang 140th Canton Fair

Selasa, 20 Okt 2026 - 01:49 WIB