Angka Kasus COVID-19 Melonjak Bukan Berarti Keadaan Semakin Buruk

- Pewarta

Senin, 15 Juni 2020 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Meningkatnya angka kasus COVID-19 yang dilaporkan setiap harinya belum tentu kemudian dapat diartikan bahwa keadaan semakin buruk dan perjuangan dalam melawan pandemi gagal.

Ahli Epidemiologi dan Informatika Penyakit Menular dari Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional), Dewi Nur Aisyah mengatakan bahwa kenaikan angka kasus COVID-19 dipengaruhi oleh banyak faktor.

“Kita harus melihat penambahan jumlah itu karena apa,” jelas Dewi

Menurut Dewi, meningkatnya penambahan kasus positif yang paling mudah dilihat adalah dari faktor adanya penambahan pemeriksaan.

“Yang paling mudah kita lihat sekarang adalah penambahan kasus positif bertambah tinggi, karena jumlah pemeriksaan juga bertambah tinggi,” jelas Dewi.

Dalam hal ini, hasil jumlah pemeriksaan terhadap orang yang diperiksa mempengaruhi angka kasus rata-rata penambahan positif setiap harinya. Dengan kata lain, apabila angka positivity rate menunjukkan hasil yang sama, berarti tidak ada perbedaan meski jumlahnya bertambah.

“Kalau dalam istilahnya adalah kita melihat positivity rate, berapa persen orang yang positif dari jumlah orang yang diperiksa. Kalau jumlahnya kurang lebih sama, berarti tidak ada perbedaan walaupun angkanya bertambah besar,” kata Dewi.

Sebagai contoh sederhana, ketika awalnya dilakukan pemeriksaan dengan target 10.000 lalu kemudian naik menjadi 20.000 perhari, maka hasilnya juga berpotensi akan mengalami peningkatan.

“Misal di awal kita punya target pemeriksaan 10.000 per hari, sekarang naik jadi 20.000 perhari, maka kita akan melihat lonjakan jumlah kasus positifnya,” jelas Dewi.

Oleh sebab itu, Dewi meminta masyarakat untuk tidak kemudian mengartikan bahwa penambahan angka kasus positif tersebut berarti kondisi semakin buruk dan perjuangan melawan COVID-19 selama ini menjadi sia-sia.

“Ketika kita melihat angka, maka jangan dilihat secara bulat,” ujar Dewi.

Angka Kasus COVID-19 Sangat Dinamis

Dalam kesempatan yang sama, Dewi juga menjelaskan bahwa COVID-19 merupakan penyakit yang dinamis. Adapun keadaan dinamis tersebut juga mempengaruhi berubahnya angka kasus.

Menurutnya, seseorang berpotensi mengalami perubahan status dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kemudian berubah lagi positif hingga negatif setelah melalui rangkaian isolasi mandiri dan dua kali melakukan tes swab.

Tentunya perubahan tersebut yang kemudian mempengaruhi data laporan kasus setiap harinya.

“Mungkin hari ini ada orang yang statusnya Orang Dalam Pemantauan (ODP) lalu kemudian setelah dites swab hasilnya positif, maka status berubah. Kemudian nanti selang dua minggu kemudian melakukan tes swab ulang sebanyak dua kali negatif, sembuh statusnya,” jelas Dewi.

“Jadi yang tadi statusnya ODP, berubah menjadi positif berubah menjadi sembuh,” imbuhnya.

Gambaran tersebut juga sekaligus dapat dipahami bahwa satu orang dapat berpindah status dan masuk dalam akumulasi data laporan, sehingga inilah yang kemudian disebut bahwa COVID-19 adalah penyakit yang dinamis.

Melihat beberapa faktor yang mempengaruhi data perubahan angka kasus tersebut, Dewi juga mengatakan bahwa dalam hal ini infrastruktur dan kapasitas tenaga medis serta komponen terkait penanganan COVID-19 harus lebih ditingkatkan lagi. Terlebih ketika jumlah pemeriksaan sampel semakin meningkat, sebagai upaya tracing yang lebih agresif dalam menemukan kasus baru.

Selain itu, Dewi juga meminta agar masyarakat dapat lebih meningkatkan lagi upaya pencegahan dengan selalu menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan meningkatkan imunitas dengan menjaga gizi seimbang, tidur yang cukup dan berolahraga secara teratur. (gus)

Berita Terkait

Cara Memilih Model Kacamata yang Tepat Sesuai Bentuk Wajah Anda
Rekomendasi Outer Terbaik untuk Tampil Stylish dan Nyaman Sehari-hari
Tips jalan jalan di Batam
Rekomendasi Tempat Nongkrong Enak di Jakarta Buat WFC
7 Tempat Ayam Bakar Paling Enak di Jakarta yang Wajib Dicoba
Tempat Makan Seafood Paling Enak di Jakarta: Surga bagi Pecinta Makanan Laut
7 Rekomendasi Sate Paling Enak di Jakarta
Inovasi KODAI DOOR di Indo Build Tech 2024: Pintu Baja dengan Rangka WPC Tahan Rayap

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 19:09 WIB

Cara Memilih Model Kacamata yang Tepat Sesuai Bentuk Wajah Anda

Senin, 19 Januari 2026 - 18:50 WIB

Rekomendasi Outer Terbaik untuk Tampil Stylish dan Nyaman Sehari-hari

Sabtu, 20 September 2025 - 18:00 WIB

Tips jalan jalan di Batam

Kamis, 22 Agustus 2024 - 09:15 WIB

Rekomendasi Tempat Nongkrong Enak di Jakarta Buat WFC

Rabu, 21 Agustus 2024 - 09:22 WIB

7 Tempat Ayam Bakar Paling Enak di Jakarta yang Wajib Dicoba

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB