Penanganan Bencana Bisa Jadi Bahan Debat Calon Presiden-Wakil Presiden

- Pewarta

Kamis, 27 Desember 2018 - 03:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menyarankan salah satu materi debat calon presiden dan calon wakil presiden memasukan materi terkait dengan pandangan masing-masing pasangan calon mengenai penanganan bencana.

“Calon presiden harus punya proposal yang memadai untuk menghadapi bencana ini dan harus menjadi bahan perdebatan bagi para calon presiden,” kata dia, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Ia menilai langkah konkret menghadapi bencana alam jangan sekadar?basa-basi dan janji yang tidak dipenuhi. Namun, harus dipenuhi untuk menjamin keselamatan bangsa Indonesia.

Menurut dia, amanah dari pembukaan UUD 1945 yang utama adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“Menempatkan teknologi pemantauan dan mitigasi bencana di Indonesia adalah sesuatu yang sangat mutlak dan darurat. Itu pertama yang saya katakan sebagai pandangan terakhir tentang bagaimana cara mengatasi bencana,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menyoroti sistem mitigasi bencana dan peralatan peringatan dini tsunami yang dimiliki Indonesia.

Menurut dia, kemungkinan peralatan yang dimiliki Indonesia, teknologinya sudah tidak mampu melakukan pemantauan menyeluruh karena letaknya yang terputus-putus.

“Karena dari hampir 200 pusat pemantauan, saya mendengar hanya 50 lebih yang masih aktif, yang lain itu sudah tidak aktif lagi. Padahal, sebenarnya tema mitigasi bencana itu harus menguat sebelum terjadinya peristiwa itu sendiri,” katanya.

Hal itu, kata dia, beralasan karena sejumlah bencana alam besar telah menerpa Indonesia sepanjang 2018, seperti gempa Bumi di Pulau Lombok, NTB pada bulan Agustus 2018, gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada bulan September 2018, dan bencana tsunami di Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung pada?tanggal 22 Desember 2018.

Setelah UU Nomor 21/2013 tentang Keantariksaan yang disampaikan pemerintah pada era Presiden Susilo Yudhoyono disahkan, kata dia, Indonesia berkemungkinan mengembangkan teknologi antariksa untuk melakukan mitigasi bencana.

“Di antaranya dalam bentuk mengembangkan satelit yang memantau pergerakan kerak bumi maupun aktivitas gunung berapi secara lebih masif dan komprehensif,” katanya.

Kedua, lanjut dia, aneh ketika bencana terjadi berturut-turut dan begitu besar akibat kelalaian melakukan mitigasi dan sistem peringatan dini kepada rakyat, tidak ada satu pun lembaga yang memiliki kapasitas bertanggung jawab atas keseluruhan masalah yang ditimbulkannya.

“Padahal, seharusnya ada lembaga yang bertanggung jawab dan ada orang yang harusnya dihukum karena kegagalan dalam melakukan tugas mitigasi dan sistem peringatan dini,” ujarnya.

Ketiga, katanya lagi, pemerintah harus bertanggung jawab apa proposalnya yang dilakukan sehingga itu tidak jalan.?

Menurut dia, terutama di Indonesia yang jelas-jelas daerah “ring of fire” dan memiliki peluang bencana yang sangat besar. Kalau tidak punya alat yang memadai, bencana bisa mengintai.

Ia pernah mengusulkan adanya satelit yang memantau perjalanan kerak bumi karena satelit untuk memantau penebangan kayu saja ada untuk memantau deforestasi.

Sebelumnya, KPU bersama partai politik telah menyepakati jadwal debat Pemilu 2019 sebanyak lima kali yang seluruhnya digelar di Jakarta.

Debat rencananya dilakukan pada tanggal 17 Januari 2019, 17 Februari, 17 Maret, 30 Maret, dan debat terakhir belum ditentukan tanggalnya karena KPU dan tim kampanye masih akan mengecek jadwal masing-masing pasangan calon. (ibl)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB