Siti Zuhro : Penerapan Pancasila Butuh Panutan, Bukan Sekadar Slogan

- Pewarta

Kamis, 26 September 2019 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Peneliti senior dari Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan jika ingin Pancasila membumi maka bangsa ini memerlukan panutan yang dicerminkan oleh para tokoh nasional hingga daerah.

“Kita berharap munculnya teladan dari semua tokoh, pemuka agama, pemuka adat, elite nasional, elite regional, elite lokal dan seterusnya. Jadi bukan hanya seruan yang klise,” kata Siti Zuhro di Jakarta, Rabu.

Kalau para tokoh bisa merefleksikan Pancasila maka ideologi seperti khilafah dan komunisme akan tertolak dengan sendirinya, kata Siti Zuhro.

“Tidaklah perlu kita menyebut-nyebut ‘saya Pancasila, saya Indonesia’, tetapi yang diperlukan adalah bagaimana kita sebagai warga negara Indonesia bisa menghayati, mengimplementasikan dan mengonkretkan Pancasila itu dalam kehidupan dan keseharian kita,” ujarnya.

Menurut Siti Zuhro di tengah serbuan ideologi asing, ideologi Pancasila harus lebih diperkokoh karena tidak mungkin Indonesia dibangun tanpa Pancasila.

“Pancasila itu adalah karakter kita, nafas kita, roh kita, ideologi kita. Kalau itu ditinggalkan, kita akan membangun nilai-nilai baru yang tidak jelas sehingga masuklah infiltrasi ideologi lain yang seolah-olah akan menjadikan Indonesia lebih baik, baik itu khilafah maupun komunisme,” ujarnya.

Menurut Siti Zuhro sangat penting ditanamkan kepada masyarakat terutama generasi muda rasa memiliki negara ini dengan segala nilainya, termasuk empat konsensus dasar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Harus disampaikan bahwa tidak ada ideologi lain selain Pancasila untuk warga negara Indonesia. Tidak hanya oleh para pengajar, tetapi juga oleh para pengurus lembaga negara,” ujar Siti Zuhro.

Pada saat bersamaan, menurut Siti Zuhro, penegakan hukum terhadap penyebar ideologi lain selain Pancasila harus dilakukan karena itu merongrong bangsa dan kedaulatan negara.

“Siapa pun itu, tanpa pandang bulu harus diberikan penalti setimpal. Karena sebenarnya itu sudah masuk kategori makar meskipun tidak harus pakai bala tentara dan persenjataan yang luar biasa,” kata Siti Zuhro. (sgp)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB