Kapolri : Polisi Buru Penyebar Isu Rasis di Wamena

- Pewarta

Rabu, 25 September 2019 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan pihaknya masih memburu penyebar isu rasis yang memicu kericuhan di Wamena, Papua.

“Ada isu, seorang guru di SMA PGRI yang sedang mengajar menyampaikan kepada muridnya kalau berbicara keras,” katanya pada konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa.

Namun, kata dia, kata “keras” itu kemudian terdengar seolah-olah “kera” akibat pelafalan huruf S yang tidak jelas atau tidak terdengar jelas.

Isu tersebut, kata Tito, kemudian disebarkan dan disampaikan seolah-olah pernyataan bernada rasialis dari seorang guru yang tidak pantas dan melukai hati.

“Terdengarnya adalah kera, menurut isu ini, sehingga muncul lagi, disampaikan kepada temannya, saya dikatain, mohon maaf, monyet. Padahal, yang dimaksud jangan berbicara keras,” katanya.

Kepolisian, kata dia, sedang menyelidiki kebenaran isu tersebut. Penyebar itu diketahui adalah kelompok underbow dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

“Kami yakin yang mengembangkan kelompok underbow KNPB yang menggunakan seragam SMA menyampaikan dan menyebarkan isu. Kami cari sekarang orangnya,” kata Tito.

Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto menyayangkan terjadinya kericuhan di Wamena, Papua. Padahal, beberapa hari ini situasi dan kondisi di Papua sudah berangsung kondusif.

“Beberapa hari lalu, kami sudah agak lega, bersyukur dengan kondisi Papua yang berangsur membaik setelah panas akibat kesalahpahaman dari oknum tertentu,” katanya.

Kericuhan di Wamena, kata dia, tidak terjadi serta-merta, tetapi erat kaitannya dengan provokasi yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu untuk menunjukkan eksistensinya.

“Hanya sayang, gerakannya merugikan masyarakat sendiri, gerakannya anarkis, melanggar hukum. Kita betul-betul sayangkan,” kata Wiranto. (zhl)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB