Yudi Latief Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Hindari Perpecahan

- Pewarta

Selasa, 10 September 2019 - 04:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Pengamat politik Yudi Latief mengingatkan kepada pemerintah pentingnya tata kelola dalam menjalankan kebijakannya agar terhindar dari perpecahan seperti peristiwa ricuh di Papua belum lama ini.

“Tata kelola kebijakan itu bukan justru menimbulkan perpecahan, namun untuk menciptakan keadilan sosial yang lebih baik,” kata Yudi Latief dalam diskusi bertajuk “Implementasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ditengah ancaman radikalisme dan disintegrasi bangsa” di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Yudi mengatakan tata kelola itu ditujukan untuk menciptakan keadilan sosial yang lebih baik lagi namun untuk mengarah ke sana butuh kesepakatan-kesepakatan yang biayanya sangat mahal.

“Padahal biaya untuk mencapai kesepakatan seperti di DPR-RI dapat ditekan mengingat teknologinya sudah ada tinggal dibuat e-voting. Namun kenyataannya tidak jalan dan untuk memilih ketua saja harus dilakukan secara manual,” ungkapnya.

Yudi menunjuk setelah Freeport diambilalih maka membutuhkan pembangunan fasilitas smelter, meskipun kalau dari segi sumber daya alam bisa juga disediakan di Gresik Jawa Timur. Namun sebaiknya fasilitas ini juga disediakan di Papua.

Menurut Yudi kalau smelter itu dibangun di Papua maka akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di kawasan tersebut.

“Kota Banglore di India misalnya semula penduduknya hanyalah setara lulusan SLTP dan SLTA, namun dengan masuknya industri di kawasan itu mereka dipaksa untuk meningkatkan kualitas keahliannya, sehingga sampai sekarang daerah itu mampu berkembang,” jelas mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Yudi menjelaskan masyarakat seharusnya diberikan kesempatan untuk berkembang seperti Banglore merupakan salah satu cerita sukses bagaimana edukasi tidak melulu dari pendidikan formal tetapi juga dari keahlian.

Yudi mengingatkan kebijakan ekonomi di Papua seharusnya dibuat bersifat inklusif bukan eksklusif untuk menciptakan kesatuan dan persatuan seperti diamanatkan dalam sila ketiga Pancasila.

“Patut diingat kalau terjadi pertikaian maka yang rugi juga pemerintah karena ekonomi tidak akan jalan. Kalau pun ada perbedaan pasti ada titik temu, maka itu yang dijalankan,” ujar Yudi.

Yudi Latief juga mengingatkan pentingnya membuat arahan-arahan pembangunan setiap tahunnya mengingat konstitusi itu sifatnya sangat abstrak.

“Di dalam konstitusi itu ada soal tata kelola, politik, sumber daya manusia yang semua itu membutuhkan arahan, termasuk soal keadilan dan kemakmuran dapat dibuat melalui kebijakan ekonomi yang tentunya butuh arahan,” ungkap Yudi.

Yudi mengatakan untuk Papua, pemerintah harus bisa membuat kebijakan yang selaras untuk pembangunan ekonomi dengan melibatkan badan usaha milik negara dan badan usaha miliki swasta.

“Ada wilayah-wilayah yang memang hanya dapa dikerjakan BUMN, namun ada juga wilayah yang digarap swasta,” paparnya lagi. (gda)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB