Menu

Mode Gelap
Real Madrid Menang Tipis Hadapi Liverpool, Pertandingan Berlangsung Sangat Sengit Pencuri Babak Belur Dihakimi Massa Setelah Kepergok Mencuri Ponsel di Kota Tangerang Kans Prabowo untuk Jadi Presiden 2024 Sangat Kuat, Subagyo HS: Kali Ini Harus Jadi dan Menang Prabowo Silaturahmi dengan Sri Sultan Hamengkubowono X, Tidak Ada Pembicaraan Politik Prabowo Subianto Bertemu Habib Lutfi bin Yahya Selama 2 Jam, Ternyata Ini yang Dibahas

NASIONAL · 19 Mei 2022 11:34 WIB ·

Investasi Robot Trading Evotrade dengan Skema Ponzi ke Kejaksaan, Jerat 5 Tersangka


 Ilustrasi Robot Trading. (Pexels.com/Alesia Kozik) Perbesar

Ilustrasi Robot Trading. (Pexels.com/Alesia Kozik)

ADIL MAKMUR – Bareskrim Polri menyatakan berkas perkara kasus investasi bodong robot trading Evotrade dengan skema Ponzi yang menjerat lima tersangka ke Kejaksaan dinyatakan lengkap atau P21.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan lima tersangka Evotrade yang berkas perkaranya telah lengkap yaitu AKA, B, DES, MS dan AM.

“Telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh JPU dan sudah dilakukan proses pelimpahan tersangka serta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Kota Malang pada Selasa, 26 April 2022,” ujar Gatot kepada wartawan, Rabu 18 Mei 2022.

Baca Juga:  Bareskrim Tangkap Pelaku Pembalakan Liar

Sementara itu, kata Gatot untuk berkas perkara tersangka kasus Evotrade yang berinisial AD masih belum diserahkan ke Kejaksaan lantaran dalam proses pelengkapan oleh penyidik.

Sebab, tersangka AD ditangkap di waktu yang berbeda dibandingkan dengan lima pelaku lainnya.

“Untuk berkas perkara tersangka inisial AD masih dalam proses pemberkasan, karena dia ditangkap berbeda waktu dengan tersangka lain,” ungkapnya.

Sebagai informasi, sebanyak enam orang ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong robot trading Evotrade dengan skema Ponzi.

Baca Juga:  Satgas Waspada Investasi Perkuat Koordinasi dengan Kepolisian RI

Dalam kasus ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti antara lain, dokumen kegiatan robot trading Evotrade, rekening koran para tersangka.

Enam laptop untuk kegiatan operasional Evotrade, lima handphone dan uang dollar Singapura senilai Rp12 miliar.

Selain itu, ada pula uang tunai Rp100 juta, dua kendaraan roda empat jenis BMW M5 dan Z4, satu unit rumah atas nama AM di Kota Malang.

Baca Juga:  KontraS Ingatkan Koopssus Lakukan Operasi Militer Selain Perang

Uang Rp8,9 miliar dari rekening penampung atas nama DES, uang senilai Rp2,8 miliar dari rekening tersangka AM. Dan uang senilai Rp144,9 miliar dari rekening Anang Diantoko (AD).

Keenam tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 3, 5 dan 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.***

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Ditangkap di Lampung, Eks Napi Teroris Abdul Qodir Baraja Jadi Pimpinan Khilafatul Muslimin

7 Juni 2022 - 13:54 WIB

KSAD Dudung Dampingi Menhan Prabowo Bertemu Kepala Staf Angkatan Darat Singapura

11 Mei 2022 - 15:27 WIB

20 Plus Media Online FSMN Siap untuk Publikasikan Aksi Korporasi dan Kegiatan Politik Anda

6 Mei 2022 - 08:49 WIB

Naik Mobil Golf dan Sapa Masyarakat, Cucu Presiden Jokowi: Minal Aidin Wal Faizin

4 Mei 2022 - 13:32 WIB

Didoakan Jadi Presiden pada Pilpres 2024, Prabowo: Mereka Sahabat Lama Saya

3 Mei 2022 - 18:06 WIB

Ini yang Dibicarakan Presiden Jokowi dengan Menhan Prabowo, Tak Bahas Politik dan Ekonomi

2 Mei 2022 - 16:38 WIB

Trending di NASIONAL