Connect with us

NASIONAL

Ini Permintaan DPR kepada Menkes Terkait Sosialisasikan Keamanan Vaksin Sinovac

Published

on

Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene. /Instagram.com/@fellyestelita11.

ADIL MAKMUR – Vaksinasi Covid-19 resmi dimulai kemarin 13 Januari 2021, yang diawali dengan penyuntikan Vaksin Sinovac kepada Presiden Joko Widodo dan dilanjutkan kepada sejumlah pejabat negara, tokoh agama, perwakilan kalangan milenial dan perwakilan masyarakat lainnya. 

Meski demikian, pro kontra terkait keamanan vaksin masih terus bergulir di tengah masyarakat

Menurut Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, pro kontra tersebut tidak akan terjadi jika keamanan dan kehalalan Vaksin Sinovac disosialisasikan dengan baik oleh pemerintah. 

Ia menawarkan agar Kementerian Kesehatan juga melibatkan Anggota DPR RI yang sudah terbukti memiliki jaringan hingga pelosok daerah.

“Kami ini dipilih puluhan ribu masyarakat, bahkan satu Anggota DPR ada yang mencapai ratusan ribu. Jangan anggap enteng, ketika mereka cuap-cuap di media.”

“Jadi enggak susah untuk sosialisasi sebetulnya,” tegas Felly saat rapat kerja dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito serta jajaran direksi PT. Bio Farma (Persero) di Ruang Komisi IX DPR RI, Rabu  13 Januari 2021.

Sependapat dengan Felly, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menerangkan, Anggota DPR RI adalah perwakilan rakyat yang tentu setiap pekannya selalu kembali ke dapil atau kampung halamannya serta melakukan kunjungan ke daerah-daerah. 

Pages: 1 2


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NASIONAL

Implikasi Legalisasi Industri Minuman Keras Tidak akan Signifikan Terhadap Investasi

Published

on

DR M. Kapitra Ampera SH MH, Ketua Umum Gerakan Guyub Nasional Indonesia (GGNI). /Instagram/@m.kapitraampera/

ADIL MAKMUR – Keputusan Presiden Joko Widodo mengesahkan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Bidang Usaha Penanaman Modal pada tanggal 2 Februari 2021 yang lalu menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat dan pihak legislatif. 

Hal ini dipicu karena dalam Peraturan presiden yang merupakan turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja tersebut, menetapkan Industri Minuman Keras, Minuman mengandung Alkohol, dan Minuman mengandung Malt,  termasuk dalam kategori usaha terbuka. 

Dalam lampiran Peraturan Presiden tersebut, Investasi untuk industri minuman keras terbuka untuk Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat. 

Investasi diluar daerah yang disebutkan dapat dilakukan dengan syarat mendapat Ketetapan dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berdasarkan Usulan Gubernur.

Pemerintah berpandangan pada empat wilayah tersebut telah banyak industri minuman keras lokal dan budaya/kebiasaan yang mengkonsumsi Alkohol dalam acara pesta atau menyambut tamu seperti kebiasaan beberapa suku di Papua Barat. 

BACA JUGA: Hallo.id, media online yang menyajikan beragam berita dan informasi aktual seputar peristiwa politik, ekonomi, bisnis, dan nusantara.

Dengan diaturnya investasi dan peredaran Minuman Keras secara legal, pemerintah beranggapan akan lebih mudah mengendalikan serta mengontrol produksi dan peredarannya, sehingga menghindari peredaran miras oplosan tak berizin yang menyebabkan korban tewas.

Pages: 1 2 3 4


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Ada Potensi Cuaca Ekstrim pada Periode 10 Hingga 16 Februari 2021 Ini, Catat Wilayahnya

Published

on

Ilustrasi Hujan deras. /Pixabay.com/pixels.

ADIL MAKMUR – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar wilayah Indonesia (96 persen dari 342 Zona Musim) saat ini telah memasuki musim hujan.

Hal ini juga telah diprediksi sejak Agustus 2020 lalu, bahwa terkait dengan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari – Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta.

Juga di sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua. Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan.

Analisis BMKG menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Hal ini disebabkan oleh munculnya pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Australia dan munculnya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah utara Indonesi.

Sehingga mempengaruhi pola arah dan kecepatan angin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia.

BACA JUGA: Hallotangsel.com, media online yang menyajikan beragam berita dan informasi aktual seputar peristiwa di Kota Tangsel, Tangerang Raya, Banten, dan nasional.

Selain itu, kondisi labilitas atmosfer yang kuat di sebagian wilayah Indonesia dapat turut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan awan hujan dalam skala lokal.

Pages: 1 2 3 4


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Media Hallo Apakabar Group Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2021

Published

on


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending