Menu

Mode Gelap
Pencuri Babak Belur Dihakimi Massa Setelah Kepergok Mencuri Ponsel di Kota Tangerang Kans Prabowo untuk Jadi Presiden 2024 Sangat Kuat, Subagyo HS: Kali Ini Harus Jadi dan Menang Prabowo Silaturahmi dengan Sri Sultan Hamengkubowono X, Tidak Ada Pembicaraan Politik Prabowo Subianto Bertemu Habib Lutfi bin Yahya Selama 2 Jam, Ternyata Ini yang Dibahas Prabowo Subianto Didoakan Jadi Pemimpin Indonesia Saat Kunjungi Ponpes Attauhidiyah Tegal

LIFESTYLE · 16 Sep 2020 06:25 WIB ·

Sudah Tahu Istilah Pembatasan Sosial Berskala Mkro atau PSBK?


 Sudah Tahu Istilah Pembatasan Sosial Berskala Mkro atau PSBK? Perbesar

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) yang banyak dibicarakan di tengah-tengah masyarakat, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskannya saat menjawab pertanyaan media dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Selasa (15/9/2020).

Apabila ada kluster atau sekumpulan kasus teridentifikasi pada wilayah-wilayah lebih kecil dari kabupaten/kota, misalnya kecamatan, kelurahan atau RT/RW tertentu, maka itu bisa dilakukan pengendalian langsung.

Sehingga pada daerah itu tidak terjadi mobilitas penduduk ke daerah lainnya dan penanganannya bisa fokus pada daerah dengan komunitas tersebut. 

“Dan ini diharapkan pada provinsi-provinsi prioritas tersebut betul-betul bisa dilakukan pengendalian terbaik, dengan kerjasama seluruh aparat baik dari pemerintah daerah maupun dari Polri dan TNI, sehingga dapat ditangani dengan tuntas,” tegasnya. 

Baca Juga:  Tak Ada Penerapan Herd Immunity di Masa Pandemi

Selain itu Wiku juga menjelaskan kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta saat ini. Melihat dalam 5 minggu terakhir, kondisi peta zinasinya berada di zona merah (merah) dan oranye (sedang).

 Saat ini ada pembatasan-pembatasan ketat yang dilakukan Pemda DKI Jakarta. 

“Kita lihat kondisi seperti itu akhir dilakukan pembatasan lebih ketat agar kondisinya bisa terkendali lebih baik. Ini adalah proses yang harus dilakukan, perlu adanya gas dan rem, yaitu memastikan apabila kasusnya meningkat dan mulai tidak terkendali dan berjalan cukup lama, maka perlu pengetatan pada aktivitas tertentu yang berkontribusi pada peningkatan kasus tersebut. 

Baca Juga:  Libur Panjang, Jumlah Penumpang di Bandara AP II Cetak Rekor

Maka perlu dilakukan melalui proses pertama, pra kondisi, timing, prioritas, koordinasi pusat dan daerah dimana Satgas Penanganan Covid-19 terlibat sehingga dilakukan pengetatan yang lebih pada DKI Jakarta. 

“Dan ini tidak tertutup juga untuk seluruh daerah di Indonesia apabila kondisinya yang zona merahnya berlangsung selama beberapa Minggu. Ini adalah alarm, maka harus dilakukan reaksi pengendalian yang lebih ketat,” tegas Wiku. 

Karena itulah Presiden Joko Widodo menugaskan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo bekerjasama dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk terlibat dalam penanganan hingga ke tingkat daerah.   

Baca Juga:  Soal Kasus Novel, Mahfud : Tanya ke Polri

Ia mengingatkan masyarakat untuk menyadari bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Pemerintah pusat dan daerah termasuk masyarakatnya harus bekerjasama disiplin menjalankan protokol kesehatan agar tidak terjadi penularan yang tidak terkendali.  

“Semakin banyak yang bisa menjalankan protokol kesehatan secara konsisten, maka itu adalah kunci kita menekan kasus yang ada,” tutupnya. (tim)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

8 Cara Sehat dan Enak Makan Mie Instan

30 April 2022 - 12:54 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani akan Perjuangkan agar Punya Hari Kebaya Nasional

29 Desember 2021 - 07:23 WIB

Puan pada Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional: Kita Harus Tetap Tangguh

28 Desember 2021 - 01:40 WIB

Diskon Hingga 90% PLUS Voucher, Belanjaan Kamu Jadi Lebih Murah Lagi di Shopee Murah Lebay!

22 Maret 2021 - 06:12 WIB

Mengenal Jenis Vaksin Flu untuk Orang Dewasa

16 Januari 2021 - 04:27 WIB

Pentingnya Melakukan Imunisasi Sebagai Langkah Awal Melawan COVID-19

1 September 2020 - 03:09 WIB

Trending di LIFESTYLE