Menu

Mode Gelap
Real Madrid Menang Tipis Hadapi Liverpool, Pertandingan Berlangsung Sangat Sengit Pencuri Babak Belur Dihakimi Massa Setelah Kepergok Mencuri Ponsel di Kota Tangerang Kans Prabowo untuk Jadi Presiden 2024 Sangat Kuat, Subagyo HS: Kali Ini Harus Jadi dan Menang Prabowo Silaturahmi dengan Sri Sultan Hamengkubowono X, Tidak Ada Pembicaraan Politik Prabowo Subianto Bertemu Habib Lutfi bin Yahya Selama 2 Jam, Ternyata Ini yang Dibahas

LIFESTYLE · 30 Jul 2020 09:38 WIB ·

Waspada, Bahaya Penyakit Hepatitis karena Termasuk Silent Killer


 Waspada, Bahaya Penyakit Hepatitis karena Termasuk Silent Killer Perbesar

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia Irsan Hasan mengatakan hepatitis merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis, perlemakan, obat-obatan, alkohol, parasit maupun virus lainnya.

Hepatitis terdiri dari hepatitis A, B, C, D dan E sementara yang masih endemis di Indonesia ada tiga yakni A, B, dan C.

Penyakit ini sering kali dikenal sebagai “silent killer” karena umumnya tanpa gejala, sehingga banyak orang yang tidak menyadari tengah menderita hepatitis.

“Sembilan dari 10 pengidap tidak menyadari dirinya memiliki hepatitis B bahkan C. Satu dari empat pengidap akan meninggal karena kanker atau gagal hati, sehingga kita katakan hepatitis ini silent killer,” kata Irsan melalui keterangan resmi yang dikutip InfoPublik Rabu (29/7/2020).

Baca Juga:  Sudah Tahu Istilah Pembatasan Sosial Berskala Mkro atau PSBK?

Penderita hepatitis, lanjut Irsan akan mengalami perjalanan dari hati sehat, hepatitis akut, hepatitis kronik, kemudian sirosis hati dengan progres sekitar 1/3 penderita hepatitis akan mengalami sirosis.

Selanjutnya dari sirosis 10-15 persen akan menjadi kanker, 23 persen dalam lima tahun pengidap sirosis akan mengalami gagal hati yang berujung pada kematian. Kendati memiliki ancaman kematian yang tinggi, hepatitis bisa dicegah dan diobati.

Pada Hepatitis B pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor risiko serta memberikan kekebalan dengan imunisasi aktif dan pasif. Untuk pengobatan hepatitis B dilakukan dengan pemberian vaksin dalam jangka waktu seumur hidup.

Targetnya, untuk menghambat progresi virus sehingga fungsi hati semakin membaik. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/322/2019 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Hepatitis B.

Baca Juga:  WHO Khawatir Indonesia Belum Melaporkan Satu pun Kasus Virus Corona

Hepatitis B harus diberikan terapi dalam jangka waktu panjang, kalau mengalami sirosis obat harus diberikan seumur hidup, kalau tidak sirosis obat diberikan sampai target tertentu. Sementara pada Hepatitis C, pencegahan dengan membudayakan gaya hidup bersih dan sehat serta menghindari faktor risiko.

Pengobatan dilakukan dengan pemberian Direct Acting Antivirus (DAA) dengan target sampai sembuh. Pengobatan jenis ini dinilai sebagai terapi yang sangat ideal karena memiliki tingkat kesembuhan sangat tinggi, obat kombinasi oral, efek samping rendah, durasi pengobatan singkat, lebih murah, SVR tinggi dan tersedia.

Meski ideal, banyak penderita hepatitis C yang tidak terdeteksi sehingga sangat sedikit yang diobati. Lebih lanjut, hepatitis A menular secara fecal oral (anus-mulut) melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi tinja seseorang yang telah terifeksi Hepatitis A.

Baca Juga:  Cegah Penularan Covid-19, Lakukan Isolasi Secara Mandiri dengan Ketat

Hepatitis jenis ini bisa sembuh dengan sendirinya tetapi juga dapat menimbulkan kejadian luar biasa. Untuk itu, Hepatitis A tidak ada pengobatan khusus, upaya pengendaliannya lebih mengutamakan pencegahan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Gaya hidup sehat sama seperti yang selalu dianjutkan Kementerian Kesehatan seperti olahraga, makan bergizi, tidak ada yang khusus pada yang sudah sakit. Kalau untuk mencegah hepatitis B dengan vaksin untuk C hindari faktor risiko seperti narkotika, jarum tato, tindik dll. Tapi kalau sudah sakit hepatitis, tidak ada larangan khusus,” kata Irsan. (inf)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

8 Cara Sehat dan Enak Makan Mie Instan

30 April 2022 - 12:54 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani akan Perjuangkan agar Punya Hari Kebaya Nasional

29 Desember 2021 - 07:23 WIB

Puan pada Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional: Kita Harus Tetap Tangguh

28 Desember 2021 - 01:40 WIB

Diskon Hingga 90% PLUS Voucher, Belanjaan Kamu Jadi Lebih Murah Lagi di Shopee Murah Lebay!

22 Maret 2021 - 06:12 WIB

Mengenal Jenis Vaksin Flu untuk Orang Dewasa

16 Januari 2021 - 04:27 WIB

Sudah Tahu Istilah Pembatasan Sosial Berskala Mkro atau PSBK?

16 September 2020 - 06:25 WIB

Trending di LIFESTYLE