Connect with us

BISNIS

Pertamina Mengapa Dijual? Coba Belajar ke Papua, di Sana Ada Freeport Grasberg

Published

on

Kantor Pusat Pertamina. (Foto : Instagram @mypertamina)

Adilmakmur.co.id – Kalau dulu ada pepatah, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Sekarang coba kita tuntut ilmu ke Papua saja, disana ada Freeport Grasberg tempat kita belajar terkait IPO anak perusahaan Pertamina yang dalam waktu dekat berencana akan dilakukan pemerintah dalam mengatasi masalah keuangan BUMN terbesar di tanah air ini.

Selama ini perdebatan tentang IPO hanya menyangkut IPO boleh atau tidak, IPO sah atau tidak. Bahkan ada analis yang mengatakan kalau tidak IPO maka tidak bisa dapat uang. Apa benar demikian? Apa benar urusan pertamina itu kurang uang ? Sementara sisi lain atau kemungkinan lain tidak pernah dibahas atau didiskusikan. Lagi pulang utang pemerintah di pertamina Rp. 140 T belum dibayar.

Jika kita mau melebarkan sedikit diskusi kita bisa belajar dari Papua tentang jual beli saham Freeport Indonesia (PT FI) kepada pemerintah Indonesia. Ini pelajaran yang penting mengapa bagi korporasi besar pilihannya bukan hanya sekedar IPO atau tidak IPO.

Apalagi hanya menyangkut urusan tambah permodalan, tambah uang buat ekplorasi, buat ekploitasi, buat ekspansi investasi, pilihannya sangatlah banyak. Perusahaan perusahan besar akan memilih skema yang paling kecil resikonya bagu masa depan perusahaan dalam persaingan bisnis yang sangat keras.

Bagi perusahaan sekelas Freeport Indonesia, melalukan IPO di Indoneisa adalah pilihan yang tidak mungkin mau dilakukan. Kalau IPO maka pembelinya adalah rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia ingin tau berapa Freeport produksi emas, dan ingin dapat bagian emasnya Freeport yang belum pernah kita kalungi leher, atau belum pernah emak emak Indonesia memakai gelang emas keluaran Freeport.

Sehingga Mr. Tito Sulistio kepala bursa efek Indonesia (BEI) menilai, pemerintah perlu memberikan kesempatan kepada publik untuk memiliki saham PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui aksi korporasi penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Menurut pandangannya dengan demikian harga saham Freeport bisa dinilai, dan rakyat Indonesia bisa mengontrolnya.

Namun Freeport tidak akan pernah mendengar usulan itu, dan karena pemerintah juga tidak mewajibkan perusahaan asing melalukan IPO dan melantai di Bursa Efek Indonesia. Dugaan saya bagi Freeport, IPO itu adalah hal yang beresiko, akan ada banyak pihak yang akan ikut campur dalam bisnis mereka baik kawan maupun lawan. Bagaimana kalau yang datang itu yang membeli saham mereka adalah lawan, misalnya investor China, maka Freeport bisa ditekuk, dan sahamnya bisa digilas semua di Grasberg Papua.

Padahal Freeport internasional tengah kekurangan uang, harga sahamnya rontok, jatuh ke level paling rendah. Freeport bermasalah dengan utang yang sangat besar, akibat kegagalan investasi di minyak. Tapi Freeport tidak akan mau IPO di bursa efek Indonesia, negara dengan perubahan hukum yang sangat dinamis dan tidak pasti.

Lalu apa yang dilakukan Freeport. Disini kita harus belajar. Freeport Indonesia “menendang Rio Tinto”. Dari tambang Grasberg Papua. Rio Tinto adalah pemegang Participating Interest (PI) di Grasberg. PI Rio Tinto itu adalah bagian produksi 40 % di atas produksi normal Grasberg.

Karena desakan politik dari dalam Indonesia agar Freeport melalukan divestasi, taat pada kontrak karya, dan berbagai kewajiban lainnya yang selama berpuluh puluh tahun tidak terlaksana. Maka dipindah tangankanlah PI Rio Tinto kepada Holding BUMN tambang Indonesia yang dipimpin Inalum seharga Rp. 53 triliun. Dengan cara begini Freeport Indonesia bisa terbebas dari skema IPO, dan terbebas dari kewajiban jual saham murni.

Pelajaran dari Papua ini cukup berharga bagi para pengambil kebijakan Indonesia bahwa banyak jalan menuju Roma, banyak cara mendapatkan uang tanpa harus ada pihak lain, swasta maupun asing yang bisa cawe cawe di BUMM. Karena belum tentu swasta dan asing itu punya niat yang sama dengan BUMN yakni melayani rakyat, bangsa dan negara.

Jadi kalau IPO anak perusahaan pertamina itu untuk alasan cari uang, maka itu jelas keliru. IPO akan mengakibatkan anak perusahaan Pertamina akan jatuh dalam genggaman swasta. Apalagi sekarang Pertamina sudah banyak utang ke swasta. Maka swasta akan kontrol pertamina melalui dua hal yakni saham dan utang. Tapi kalau kalau memang niatnya mau menjual pertamina, maka itu hal lain. Menteri BUMN harus jujur ke rakyat bahwa memang dia mau menjual Pertamina. Jujur itu hebat kata KPK.

Oleh : Salamuddin Daeng, Ketua Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BISNIS

Anak Usaha Krakatau Steel Gandeng Melchers untuk Pengembangan Pelabuhan

Published

on

PT Krakatau Bandar Samudera menggandeng PT Melchers Melindo Indonesia, dalam upaya pengembangan pelabuhan KIP. /Dok. Krakatau Bandar Samudera

ADIL MAKMUR – PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS) yang mengoperasikan Krakatau International Port (KIP), menggandeng PT Melchers Melindo Indonesia, mitra dari Hamburg Port Consulting, dalam upaya pengembangan pelabuhan KIP.

Hal ini dilakukan, sekaligus untuk emantapkan posisi sebagai pelabuhan curah berkelas international.

CEO Krakatau International Port (KIP), Akbar Djohan mengatakan dengan target peningkatan kapal yang singgah dari 800 menjadi 5.000 kapal/tahun pada tahun 2026 di Pelabuhan KIP.

Hal tersebut tentunya pengembangan fasilitas infrastruktur dan suprastruktur KIP menjadi hal yang sangat penting.

“Untuk Pengembangan fasilitas infrastruktur dan suprastruktur KIP agar lebih maksimal, KIP mengambil langkah menggandeng PT MMI untuk memastikan pengembangan ini dapat berjalan dengan baik,” ungkap Akbar di wisma Baja pada Kamis, 25 November 2021.

Akbar mengatakan KIP menggandeng PT MMI untuk mendampingi agar bisa memastikan pengembangan ini berjalan maksimal, sejak proses studi kelayakan, proses pendanaan sampai implementasi pengembangan tersebut.

“Upaya KIP ini juga untuk menangkap potensi pasar yang ada di Selat Sunda, sebuah langkah yang tentu tidak main-main.”

Pages: 1 2 3


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BISNIS

DPR Usulkan Tiga Hal, Jika Kebakaran Tangki Kilang Pertamina Akibat Petir

Published

on

Anggota DPR RI Andre Rosiade. /Dok. DPR RI

ADIL MAKMUR – Dalam rapat beberapa bulan lalu DPR sudah sampaikan mengenai perlunya evaluasi menyeluruh di tangki Pertamina.

“Kalau memang ada ancaman dari petir yang menyebabkan ledakan di tangki, kami sudah meminta tiga hal hal dalam rapat itu,” ujar anggota DPR RI Andre Rosiade.

Pertama, Pertamina diminta untuk memasang penangkal petir yang lebi besar dan lebih baik kualitasnya sehingga apabila ada sambaran besar lagi di kemudian hari, bisa diantisipasi.

Selanjutnya, silahkan baca berita versi lengkapnya di dalam artikel DPR Usulkan Tiga Hal, Jika Kebakaran Tangki Kilang Pertamina Akibat Petir


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BISNIS

Harga Emas di Awal Pekan Turun Rp 1.000 Jadi Rp 945 Ribu per Gram

Published

on

ADIL MAKMUR – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada awal pekan, Senin, 8 November 2021 untuk satu gram dibanderol Rp 945 ribu.

Harga tersebut, turun Rp 1.000 dari hari sebelumnya Sabtu, 6 November 2021 yaitu Rp. 946.000.

Hal ini berdasarkan pantauan dari Butik Emas Logam Mulia, Pulo Gadung, Jakarta Timur, sebagaimana tercatat pada laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam.

Selanjutnya, silahkan baca berita versi lengkapnya di dalam artikel Harga Emas di Awal Pekan Turun Rp 1.000 Jadi Rp 945 Ribu per Gram


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending