Menu

Mode Gelap
Real Madrid Menang Tipis Hadapi Liverpool, Pertandingan Berlangsung Sangat Sengit Pencuri Babak Belur Dihakimi Massa Setelah Kepergok Mencuri Ponsel di Kota Tangerang Kans Prabowo untuk Jadi Presiden 2024 Sangat Kuat, Subagyo HS: Kali Ini Harus Jadi dan Menang Prabowo Silaturahmi dengan Sri Sultan Hamengkubowono X, Tidak Ada Pembicaraan Politik Prabowo Subianto Bertemu Habib Lutfi bin Yahya Selama 2 Jam, Ternyata Ini yang Dibahas

BISNIS · 7 Jul 2020 09:35 WIB ·

Progres MIAMARI dan PIAMARI Dipertanyakan, Itu Proyek Apaan Sih?


 Progres MIAMARI dan PIAMARI Dipertanyakan, Itu Proyek Apaan Sih? Perbesar

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mempertanyakan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo perihal progres pembangunan Morotai Integrated Aquarium and Marine Research Institute (MIAMARI) dan Pangandaran Integrated Aquarium and Marine Research Institute (PIAMARI). Pasalnya, hingga bergantinye menteri, tidak ada progresnya. Bahkan konon hal tersebut juga menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Pembangunan MIAMARI dan PIAMARI nampaknya sampai hari ini tidak ada progresnya. Bahkan PIAMARI yang di Pangandaran, gedungnya dibangun tapi akuariumnya tidak dipasang. Apa perencanaannya yang asal-asalan, tendernya bermasalah, atau dikerjakan dengan yang tidak profesional. Dan setahu saya sudah ada temuan BPK,” ujar Sudin saat rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di ruang rapat Komisi IV DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Baca Juga:  Subsidi Tiket Transpatriot, Bekasi Anggarkan Rp2,5 Miliar

Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini juga mempertanyakan efektifitas dan manfaat dari MIAMARI dan PIAMARI. Sebagaimana diketahui, kedua program tersebut digagas Menteri Kelautan dan Perikanan terdahulu, yakni Susi Pudjiastuti.

“Pak Menteri semangatnya bagus, tapi siapa yang mau sana? Akuarium itu kan tempatnya untuk belajar. Sekarang siapa yang mau ke Pangandaran. Siapa yang mau ke Morotai? Berapa ongkosnya kesana, jutaan. Apa mungkin anak sekolah belajar tentang itu ke Morotai. Karena sebagaimana diketahui penduduk Indonesia lebih banyak berada di Pulau jawa,” ungkap Sudin.

Menanggapi hal itu, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo menjelaskan, terkait temuan BPK tentang program tersebut, ia meyakini hal itu sedang dalam proses perbaikan. Termasuk kekurangan pekerjaan pembangunan dengan mitra kerjanya sebesar Rp 301 juta, serta pembangunan akuarium sebesar Rp 1,89 miliar, sedangkan MIAMARI sekitar Rp 1 miliar.

Baca Juga:  Gerakkan Ekonomi Nasional, Bulog Serap Beras Petani 700 Ribu Ton

Menteri KP mengatakan bahwa kedua wilayah tersebut merupakan perlintasan atau ruwayah ikan, dan berada di dua lempeng. Namun tidak bermaksud melempar tanggung jawab, Edhy mengaku bahwa semua perencanaan dan pelaksanaan program tersebut ada sebelum pihaknya menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Meski demikian ia akan berusaha mengoptimalkan apa yang sudah berjalan, agar semuanya berjalan sesuai rencana.

Sebagaimana diketahui Kementerian Kelautan dan Perikanan di masa kepemimpinan Menteri Susi Pudjiastuti merencanakan dua pusat riset kelautan yang bertempat di Pangandaran (PIAMARI) dan Morotai (MIAMARI) tersebut guna mendorong akademisi melakukan riset. Saat itu ditargetkan program tersebut akan rampung pada tahun 2018 lalu. Namun hingga berganti kepemimpinan kedua program tersebut belum juga selesai pengerjaannya.

Baca Juga:  Perma 1 Tahun 2020 Dinilai Agar Tak Ada Disparitas Vonis Koruptor

Tidak berlebihan jika kemudian dalam salah satu poin kesimpulan raker hari itu, Komisi IV DPR RI meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menyelesaikan semua program dan kegiatan yang belum selesai pelaksanaannya di tahun-tahun sebelumnya, seperti MIAMARI di Morotai, PIAMARI di Pangandaran, serta pengadaan bantuan kapal dan alat penangkapan ikan (API). Apabila pelaksanaan program dan kegiatan tersebut selesai, agar laporannya dapat disampaikan kepada Komisi IV DPR RI. (dpr)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Siap Ekspor ke Timor Leste, Penyelundupan 8 Kontainer Minyak Goreng Digagalkan Polisi

13 Mei 2022 - 09:34 WIB

Pemerintah Dituding Tidak Adil, Pioritaskan Distribusi Minyak Goreng Bersubsidi di Ritel Modern

9 Maret 2022 - 08:58 WIB

Pedagang Pasar Legi Solo Minta Disediakan WIFI, Belanja di Pasar Bisa Pakai QRIS

21 Januari 2022 - 01:41 WIB

Pertamina Catat Peningkatan Konsumsi BBM, LPG, dan Avtur Pada Natal 2021

30 Desember 2021 - 06:28 WIB

Pertamina Catat Peningkatan Konsumsi BBM, LPG, dan Avtur Pada Natal 2021

30 Desember 2021 - 06:28 WIB

Puan Maharani Tanggapi Melambungnya Harga Sembako yang Dikeluhkan Masyarakat

29 Desember 2021 - 06:35 WIB

Trending di BISNIS