Menu

Mode Gelap
Pencuri Babak Belur Dihakimi Massa Setelah Kepergok Mencuri Ponsel di Kota Tangerang Kans Prabowo untuk Jadi Presiden 2024 Sangat Kuat, Subagyo HS: Kali Ini Harus Jadi dan Menang Prabowo Silaturahmi dengan Sri Sultan Hamengkubowono X, Tidak Ada Pembicaraan Politik Prabowo Subianto Bertemu Habib Lutfi bin Yahya Selama 2 Jam, Ternyata Ini yang Dibahas Prabowo Subianto Didoakan Jadi Pemimpin Indonesia Saat Kunjungi Ponpes Attauhidiyah Tegal

BISNIS · 24 Jun 2020 08:00 WIB ·

Ekonomi Indonesia yang Menuju Lampu Merah, Sudah Diprediksi


 Ekonomi Indonesia yang Menuju Lampu Merah, Sudah Diprediksi Perbesar

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Saat menjadi pembicara dalam diskusi virtual di Forum Alumni Perguruan Tinggi Indonesia (FAPI) dengan Tema Perekonomian Indonesia: Fakta, Harapan dan Solusi”, Senin, (22/6/2020), ekonom senior Rizal Ramli mengungkapkan, dirinya telah memprediksi sejak 1,5 tahun lalu bahwa perekonomian Indonesia menuju lampu merah.

“Kurang lebih banyak yang tepat, karena kita analisa itu tidak hanya kualitatif, tetapi juga dengan kuantitatif,” kata RR sapaan akrabnya.

Baca Juga:  Penjaminan Modal Kredit UMKM, Upaya Menyelamatkan Ekonomi

Tidak hanya pada makro, RR juga menjelaskan prediksinya dari segi korporasi. “1,5 tahun lalu, diprediksikan Indonesia akan menuju lampu merah, dari segi korporasi, banyak perusahaan zombie, hasil operasionalnya tidak mampu membayar bunga utang. Saat ini Indonesia banyak utang bukan hanya swasta, tapi pemerintah dan BUMN,” papar RR.

Bank Dunia Gombal

Terkait pujian Bank Dunia kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani seperti disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, RR mengingatkan pemerintah untuk berhenti berbangga hati dengan pujian gombal ala World Bank.

Baca Juga:  Pemerintah Optimistis Ekonomi Segera Membaik Hingga Akhir Tahun

“Kok ndak kapok-kapok dengan pujian-pujian gombal,” kata mantan Menko Perekonomian itu.

Rizal menyebut pujian gombal Bank Dunia itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, Bank Dunia selalu buruk dalam memprediksi krisis.

“Track record forecasting Bank Dunia payah jika ada “struktural break” seperti 1998 dan 2020. World Bank hanya bagus jika normal,” kritiknya dalam akun Twitter pribadinya.

Baca Juga:  Singapura : Belum Ada Kesimpulan Negosiasi FIR dengan Indonesia

Menurut mantan Menko Kemaritiman ini, Bank Dunia juga sempat memberi pujian saat Indonesia mengalami krisis di tahun 1998. Disebutkan bahwa ekonomi Indonesia akan menjadi kuat setelah mendapatkan utang dari IMF. Namun fakta berbicara lain. Indonesia mengalami krisis luar biasa. Bahkan ekonomi anjlok hingga minus 12,7 persen. (har)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Siap Ekspor ke Timor Leste, Penyelundupan 8 Kontainer Minyak Goreng Digagalkan Polisi

13 Mei 2022 - 09:34 WIB

Pemerintah Dituding Tidak Adil, Pioritaskan Distribusi Minyak Goreng Bersubsidi di Ritel Modern

9 Maret 2022 - 08:58 WIB

Pedagang Pasar Legi Solo Minta Disediakan WIFI, Belanja di Pasar Bisa Pakai QRIS

21 Januari 2022 - 01:41 WIB

Pertamina Catat Peningkatan Konsumsi BBM, LPG, dan Avtur Pada Natal 2021

30 Desember 2021 - 06:28 WIB

Pertamina Catat Peningkatan Konsumsi BBM, LPG, dan Avtur Pada Natal 2021

30 Desember 2021 - 06:28 WIB

Puan Maharani Tanggapi Melambungnya Harga Sembako yang Dikeluhkan Masyarakat

29 Desember 2021 - 06:35 WIB

Trending di BISNIS