Menu

Mode Gelap
Real Madrid Menang Tipis Hadapi Liverpool, Pertandingan Berlangsung Sangat Sengit Pencuri Babak Belur Dihakimi Massa Setelah Kepergok Mencuri Ponsel di Kota Tangerang Kans Prabowo untuk Jadi Presiden 2024 Sangat Kuat, Subagyo HS: Kali Ini Harus Jadi dan Menang Prabowo Silaturahmi dengan Sri Sultan Hamengkubowono X, Tidak Ada Pembicaraan Politik Prabowo Subianto Bertemu Habib Lutfi bin Yahya Selama 2 Jam, Ternyata Ini yang Dibahas

POLITIK · 19 Jun 2020 10:09 WIB ·

Sebut Neo PKI Bangkit, PA 212 Minta Gerindra Pecat Poyuono


 Sebut Neo PKI Bangkit, PA 212 Minta Gerindra Pecat Poyuono Perbesar

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif meminta Partai Gerindra memecat Arif Poyuono (AP) usai melontarkan pernyataan kontroversial soal isu PKI mainan kadrun.

Diketahui, kadrun merupakan akronim kadal gurun yang kerap disematkan kepada kelompok Islam kanan yang sebagiannya menyatakan dukungan pada khilafah dalam bentuk-bentuk tertentu.

Slamet meyakini gerakan neo-PKI telah digerakkan usai reformasi pada 1998. Gerakan itu saat ini telah masuk ke barisan pemerintahan dan parlemen, klaim Slamet.

Baca Juga:  DPR : Kasus Bom Medan Harus Diusut Tuntas

“Kita sudah lama dan mengumpulkan indikasi-indikasi kebangkitan Neo PKI,” klaimnya.

“Mereka mulai berani berusaha masuk dalam ketatanegaraan, baik melalui munculnya BPIP (Badan Pembina Ideologi Pancasila) dan sekarang menginisiasi RUU HIP yang sangat membahayakan Pancasila,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menyebut isu PKI dibuat untuk menjatuhkan Jokowi.

“Enggak ada [PKI]. Itu cuma isu-isu bohong aja. Isu-isu itu sebenarnya hanya untuk mendelegitimasi Kang Mas Jokowi. Yang selalu dituduh apapun, dia seakan-akan ada hubungannya sama PKI,” ujar Poyuono menjawab pertanyaan isu kebangkitan PKI.

Baca Juga:  FPKS Resmi Usulkan Bentuk Pansus Jiwasraya

Pernyataan itu menuai kritik di media sosial. Bahkan tagar #TenggelamkanGerindra sempat muncul di Twitter. DPP Partai Gerindra pun berencana menyanksi Poyuono.

“Terkait statement Bapak Arief Poyuono yang belakangan ini beredar. Saya perlu tegaskan bahwa statement tersebut sama sekali tidak mewakili Partai Gerindra dan tidak mengatasnamakan Gerindra,” kata dia melalui video yang diunggah di akun Twitter resmi miliknya @Habiburokhman, Rabu (17/6/2020).

Baca Juga:  Bamsoet Minta Polisi Tindak Lanjuti Pernyataan Moeldoko

Menanggapi itu, Poyuno menyebut pernyataannya itu merupakan bagian dari kebebasan berpendapat. Statusnya sebagai pengurus partai pun tetap melekat.

“Indonesia itu negara demokratis setiap orang berhak mengeluarkan pendapat. Dan dijamin oleh konstitusi kita,” tutur Poyuono, Rabu (17/6/2020). (ten)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Silaturahmi ke Ponpes Al Anwar Rembang, Prabowo Subianto Kenang Mbah Moen

13 Mei 2022 - 15:12 WIB

Sufmi Dasco Apresiasi Polri Soal Penangan136 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

13 Mei 2022 - 14:52 WIB

Polri Perpanjang Masa Penahanan Pacar, Ayah dan Adik Indra Kenz, Kasus Robot Trading Binomo

11 Mei 2022 - 09:44 WIB

Kans Prabowo untuk Jadi Presiden 2024 Sangat Kuat, Subagyo HS: Kali Ini Harus Jadi dan Menang

8 Mei 2022 - 13:48 WIB

Prabowo Silaturahmi dengan Sri Sultan Hamengkubowono X, Tidak Ada Pembicaraan Politik

8 Mei 2022 - 08:07 WIB

Prabowo Subianto Bertemu Habib Lutfi bin Yahya Selama 2 Jam, Ternyata Ini yang Dibahas

6 Mei 2022 - 19:02 WIB

Trending di POLITIK