Menu

Mode Gelap
Pencuri Babak Belur Dihakimi Massa Setelah Kepergok Mencuri Ponsel di Kota Tangerang Kans Prabowo untuk Jadi Presiden 2024 Sangat Kuat, Subagyo HS: Kali Ini Harus Jadi dan Menang Prabowo Silaturahmi dengan Sri Sultan Hamengkubowono X, Tidak Ada Pembicaraan Politik Prabowo Subianto Bertemu Habib Lutfi bin Yahya Selama 2 Jam, Ternyata Ini yang Dibahas Prabowo Subianto Didoakan Jadi Pemimpin Indonesia Saat Kunjungi Ponpes Attauhidiyah Tegal

MEGAPOLITAN · 15 Jun 2020 07:31 WIB ·

Hukum Berat Pelaku Perkosaan Terhadap Remaja di Tangerang!


 Hukum Berat Pelaku Perkosaan Terhadap Remaja di Tangerang! Perbesar

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Sari Yuliati mengutuk keras pelaku perkosaan terhadap anak usia 16 tahun yang terjadi pada bulan Mei lalu di Tangerang, Banten dan menyebabkan korban depresi hingga akhirnya meninggal dunia.

“Saya sebagai perempuan dan sebagai seorang ibu, mengutuk perbuatan pelaku pemerkosaan remaja putri 16 tahun di Tangerang. Pelakunya keji!” ucap Sari melalui pesan singkatnya kepada Parlementaria, Minggu (14/6/2020). Sari mendorong pihak berwajib untuk mengusut tuntas dan memberikan hukuman seberat-beratnya pada pelaku.

Baca Juga:  DPR RI Apresiasi Langkah Menhub Buka Kran Persaingan Penjualan Avtur

Dijelaskan Sari, jika mengacu pada Pasal 285 KUHP, hukuman pelaku maksimal 12 tahun penjara. Sementara berdasarkan Pasal 80 dan 81 UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukumannya paling singkat 10 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Ditambah Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak yaitu kekerasan yang mengakibatkan meninggal dunia. Semua itu untuk memberi efek jera supaya tidak terulang kembali kasus serupa.

Baca Juga:  Tangsel dan Jakpus Jadi Wilayah Terbanyak Pelanggar Operasi Patuh

Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga mengapresiasi kinerja Kepolisian yang sudah bertindak cepat menangkap empat dari tujuh pelaku perkosaan. Meski demikian Ia juga meminta pihak kepolisian untuk mendalami hubungan pemerkosaan dan depresi korban dengan meninggalnya korban. 

Menurut informasi yang didapat Sari, sebelum diperkosa, korban diberikan pil excimer. Lalu setelah diperkosa, korban sempat sakit dan depresi, hingga kemudian dirawat di Rumah Sakit Jiwa sampai akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga:  Airlangga Hartarto Akan Hadiri Rapat Koordinator Bidang Partai Golkar

“Ini perlu didalami oleh Kepolisian, bagaimana hubungan kasus pemerkosaan dengan meninggalnya korban. Bisa dikenakan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika atau pasal lain yang sesuai dengan fakta hukum,” tambahnya.

Tidak lupa Sari juga menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban, serta berharap semoga ada titik terang kasus ini dan keadilan ditegakkan pihak yang berwajib. (dpr)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

Baca Lainnya

Pencuri Babak Belur Dihakimi Massa Setelah Kepergok Mencuri Ponsel di Kota Tangerang

15 Mei 2022 - 08:38 WIB

Diprediksi akan Penuhi Wilayah Bekasi, 10 Ribu Warga Pendatang yang Cari Kerja

9 Mei 2022 - 11:10 WIB

Di Kawasan Destinasi Wisata Puncak, Polda Jabar akan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

28 April 2022 - 13:51 WIB

Naik Sebanyak 100 Persen, Jumlah Penumpang yang Mudik di Terminal Kampung Rambutan

27 April 2022 - 13:47 WIB

Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin Ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan

27 April 2022 - 11:47 WIB

Saat Habiburokhman dan Adnan Taufiq Blusukan, Warga Utan Kayu Doakan Prabowo Nyapres Lagi

19 April 2022 - 12:19 WIB

Trending di MEGAPOLITAN