Menu

Mode Gelap
Pencuri Babak Belur Dihakimi Massa Setelah Kepergok Mencuri Ponsel di Kota Tangerang Kans Prabowo untuk Jadi Presiden 2024 Sangat Kuat, Subagyo HS: Kali Ini Harus Jadi dan Menang Prabowo Silaturahmi dengan Sri Sultan Hamengkubowono X, Tidak Ada Pembicaraan Politik Prabowo Subianto Bertemu Habib Lutfi bin Yahya Selama 2 Jam, Ternyata Ini yang Dibahas Prabowo Subianto Didoakan Jadi Pemimpin Indonesia Saat Kunjungi Ponpes Attauhidiyah Tegal

POLITIK · 25 Sep 2019 07:09 WIB ·

Korporasi Jadi Tersangka Karhutla Bertambah Lagi Jadi 14


 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla Bertambah Lagi Jadi 14 Perbesar

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Indonesia hingga Selasa bertambah lagi menjadi 14 setelah Polda Lampung menetapkan 5 korporasi menjadi tersangka.

“Terbaru, Polda Lampung 5 kasus dengan jumlah tersangka korporasi 5 tersangka, perorangan tidak ada,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Selasa (24/9/2019)

Lima korporasi yang ditetapkan Polda Lampung sebagai tersangka adalah PT Sweet Indo Lampung, PT Indo Lampung Perkasa, PTPN 7, PT Paramitra Mulya Lampung dan PT Sweet Indo Lampung yang memiliki beberapa lahan konsesi.

Baca Juga:  Kasus Karhutla Ditangani Polisi Bertambah Jadi 100

Sebelumnya Polda Riau telah menetapkan PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) sebagai tersangka. Kemudian, PT Bumi Hijau Lestari (BHL) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Selatan.

Selanjutnya, PT Mega Anugerah Sawit (MAS) menyandang status sebagai tersangka karhutla di Jambi.

Polda Kalimantan Selatan menetapkan dua perusahaan sebagai tersangka, yakni PT Monrad Intan Barakat (MIB) dan PT Borneo Indo Tani (BIT).

Baca Juga:  Brimob Siagakan 570 Anggota Jaga Keamanan di Manokwari

Polda Kalimantan Tengah menetapkan status tersangka kepada PT Palmindo Gemilang Kencana (PGK).

Terakhir, Polda Kalimantan Barat menetapkan dua tersangka, yang terdiri dari PT Surya Agro Palma (SAP) dan PT Sepanjang Inti Surya Usaha (SISU).

Dedi Prasetyo menyebutkan jumlah area yang terbakar dari sembilan Polda seluas 7482,8519 hektare dengan luas lahan yang paling banyak berada di daerah Sumatera Selatan seluas 1783,39 hektare.

“Fokus minggu ini adalah keterlibatan korporasi yang diduga lalai dalam rangka untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di mana lahan konsesi yang seharusnya menjadi tanggung jawab korporasi tersebut, tetapi korporasi tidak melakukan langkah pencegahan secara dini untuk antisipasi karhutla,” ujar Dedi Prasetyo.

Baca Juga:  Harun Masiku Masih Berkeliaran, KPK-Polri Sisir Sejumlah Daerah

Ia menuturkan jumlah tersangka juga bertambah menjadi 323 orang dengan tersangka perorangan paling banyak berasal dari Polda Kalimantan Tengah dengan jumlah 79 orang, selanjutnya Polda Riau 59, Polda Aceh satu, Polda Sumsel 25, Polda Jambi 39, Polda Kalsel 26, Polda Kalteng 79, Polda Kalbar 69 dan Polda Kaltim 24. (dda)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Silaturahmi ke Ponpes Al Anwar Rembang, Prabowo Subianto Kenang Mbah Moen

13 Mei 2022 - 15:12 WIB

Sufmi Dasco Apresiasi Polri Soal Penangan136 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

13 Mei 2022 - 14:52 WIB

Polri Perpanjang Masa Penahanan Pacar, Ayah dan Adik Indra Kenz, Kasus Robot Trading Binomo

11 Mei 2022 - 09:44 WIB

Kans Prabowo untuk Jadi Presiden 2024 Sangat Kuat, Subagyo HS: Kali Ini Harus Jadi dan Menang

8 Mei 2022 - 13:48 WIB

Prabowo Silaturahmi dengan Sri Sultan Hamengkubowono X, Tidak Ada Pembicaraan Politik

8 Mei 2022 - 08:07 WIB

Prabowo Subianto Bertemu Habib Lutfi bin Yahya Selama 2 Jam, Ternyata Ini yang Dibahas

6 Mei 2022 - 19:02 WIB

Trending di POLITIK