Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral periode 2014-2016, Sudirman Said prihatin dengan kondisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini yang sebagian dililit hutang. Padahal, hasil dari BUMN itu sendiri tidak dinikmati mahkriyas rakyat Indonesia.
“Sekarang ini utang sudah 67% dari aset. Sebetulny kalau BUMN diurus dengan baik, sumber talenta terbaik ya dari BUMN,” kata Sudirman dalam diskusi Rabu Biru bertajuk ‘Selamatkan BUMN Sebagai Benteng Ekonomi Nasional’ di Hotel Ambhara, Jakarta, Rabu (12/12/2018).
BACA JUGA : Ini Kata Sandiaga Uno soal Infrastruktur Tanpa Utang
Tata kelola BUMN yang buruk menurut dia, juga tidak lepas dari peran pemerintah yang ikut andil di dalamnya. Melihat kondisi BUMN yang kian memprihatinkan, Sudirman menegaskan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memiliki tekad ingin membangun perusahaan milik negara tersebut dengan baik dan membenahinya dari semua aspek.
Baca Juga:
Inilah Reaksi yang Dilakukan Jepang Setelah Tahu Indonesia Mampu 3 Kali Tanam Padi dalam Setahun
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
KPK Sita 26 Kendaraaan dalam Kasus Korupsi pada Bank BJB, Termasuk 2 Kendaraan Ridwan Kamil
“Prabowo-Sandi ingin BUMN untuk seluruh rakyat Indonesia: Prabowo-Sandi ingin Indonesia untuk semua BUMN boleh menjadi engine, tetapi kalau implementasi harus untuk semua,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Meneg BUMN periode 2004-2012, Said Didu mengatakan, apabila pemerintah mengintervensi pengelolaan BUMN maka dampaknya BUMN seperti dimiliki penguasa.
“Posisi BUMN badan usaha milik negara, bukan milik penguasa. Jadi, itu harus diclear-kan. Jadi jangan ada penguasa yang menggunakan BUMN karena bukan milik dia, tapi milik negara ini pengkhayatan yang prinsipil,” tegas dia.
Sementara, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Minyak dan Gas Bumi Indonesia (KSPMI) Faisal Yusra menambahkan, beberapa konsep dan gagasan yang dimiliki Prabowo-Sandi ingin mengembalikan kejayaan Indonesia serta berdikari di negeri sendiri, sangat tepat untuk menyelamatkan BUMN yang tidak dikelola dengan baik.
Baca Juga:
Kejagung Ungkap Kasus Perintangan Penyidikan oleh 2 Advokat dan Direktur JakTV Lewat Narasi Negatif
Inti dari Pembentukan Kopdes Merah Putih adalah Musyawarah Desa Khusus yang Libatkan Semua Elemen
“Kita bersamangat Prabowo-Sandi ingin mengembalikan esensi BUMN milik negara, dan karena itu perlu dicari talenta terbaik mengurus aset negara bagi perputaran ekonomi secara keseluruhan,” tegas Faisal.
Sedangkan Cawapres Sandiaga Uno menekankan, BUMN harus dikelola dangan sangat baik karena menjadi benteng ekonomi negara.
Makanya kata dia, karena bukan milik pemerintah yang berkuasa, BUMN tidak boleh diganggu dengan kepentingan politik yang akan menjadi dampak buruk ke depannya karena hanya akan mementingkan segelintir golongan saja.
“Kita harus pastikan BUMN itu adalah benteng ekonomi nasional kita. BUMN ini adalah alat tentunya tadi benar ini milik negara, bukan pemerintah atau kekuasaan, ini harus dipisahkan secara best practice, governance, harus betul-betul dikelola dengan terbaik dan dengan profesionalisme,” paparnya dalam kesempatan yang sama.
Baca Juga:
Pefindo Catatkan Penerbitan Surat Utang Korporasi pada Januari – Maret 2025 Mencapai Rp46,7 Triliun
Respons Menhub Terkait Alasan Turunnya Jumlah Orrang yang Lakukan Perjalanan pada Lebaran 2025
Sandi menyatakan, seharusnya BUMN menjadi alat kesejahteraan masyarakat bukan justru malah menjadi beban. Menurutnya, hal tersebut karena tidak terlepas dari kepentingan politik yang selama ini mengintervensi BUMN.
“Rabu biru ada singkatan baru: Rakyat Butuh Pemimpin Baru. Jangan ada alsan-alasan BUMN dikelola dan diintervensi kepentingan politik, saya yakin BUMN bisa menjadi alat negara untuk memastikan kesejahteraan rakyat jika tidak diintervensi kepentingan politik bisa membangun infrastrukutur yang terprogram, menjaga best practice dan corporate governance baik,” urai Sandi. (yug)