Connect with us

BISNIS

Harga Bahan Makanan Mulai Naik di Jayapura

Published

on

Harga bahan-bahan dapur seperti tomat, rica, jeruk nipis, bawang merah, dan bawang putih mengalami kenaikan di Pasar Doyo Baru.

Adilmakmur.co.id, Jayapura – Harga bahan makanan mulai naik di beberapa pasar di Kabupaten Jayapura. Namun sejumlah pedagang mengatakan kenaikan harga disebabkan faktor cuaca yang kurang baik

Di Pasar Doyo Baru, Sentani harga bahan-bahan dapur seperti tomat, rica, jeruk nipis, bawang merah, dan bawang putih mengalami kenaikan.

April, penjual bumbu dapur di Pasar Doyo Baru, mengatakan kenaikan harga bumbu tersebut sudah terjadi sejak November ini.

“Harga bumbu dapur naik di bulan ini, baik itu bawang merah, bawang putih, rica, tomat, dan jeruk nipis,” katanya kepada Jubi, Senin, 26 November 2018.

Ia mengatakan ketika membeli sebelumnya masih harga normal, namun terakhir meski stok banyak namun harga sudah naik.

“Bawang putih dan bawang merah harga normalnya Rp 40 ribu naik menjadi Rp 45 ribu per kg, tomat juga naik dari sebelumnya Rp 25 ribu menjadi Rp 35 ribu per 1 kg,” katanya.

Penyebabnya, kata perempuan itu, karena faktor cuaca yang saat ini sering hujan dan kurang bagus, sehingga belum ada kepastikan untuk stok Desember.

“Sok untuk Desember tidak ada karena itu barang bisa jadi paling nanti habis baru ambil lagi, karena saya jualannya eceran jadi, dan kalau di sananya naik ya kita juga naikkan juga,” katanya.

Padagang di bekas Pasar Polres Doyo, Mama Rahel, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak awal November ini, baik tomat maupun rica, bawang merah, dan bawang putih.

“Semua naik, belum bulan Desember saja sekarang satu kilogram untuk rica biasanya Rp 25 ribu menjadi Rp 35 ribu, bawang merah dari Rp 35 ribu jadi Rp 40 ribu per kg, dan juga bawang putih,” ujarnya.

Untuk ketersediaan bumbu dapur pada Desember nanti, menurutnya belum bisa dipastikan karena ia hanya penjual eceran.

“Mungkin cuaca jadi naik e.. nanti kalau untuk Desember saya belum bisa pastikan, kalau saya ambil dalam jumlah banyak maka akan busuk banyak juga, jadi ambil sedikit jual habis baru ambil lagi,” kata Mama Rahel.

Kenaikan harga juga terjadi pada ayam potong di Pasar Pharaa Sentani, padahal stok cukup banyak.

Mama Rina, penjual daging ayam potong di pasar tersebut ,mengatakan November ini harga ayam mengalami kenaikan.

“Biasanya per ekor Rp 40 ribu sekarang sudah Rp 55 ribu, itu untuk ayam lokal yang ukuran sedang, dan untuk ayam yang besar, kalkun dari Rp 120 ribu menjadi Rp 150 ribu,” katanya.

Menurut Rina harga ayam kemungkinan Desember akan baik lagi.

“Meski hanya naik Rp 2.000 saja,” katanya.

Ia mengatakan persediaan di kandang saat ini sangat sedikit dan itu belum bisa dipastikan apakah dapat memenuhi kebutuhan konsumen nanti atau tidak.

“Kalau ayam ras itu sedikit dan itu tergantung bibitnya juga, paling nanti kiriman yang banyak, namun pembeli paling banyak beli ayam lokal dibanding ayam yang dikirimkan dari Surabaya,” ujar Rina.

Menurut Rina untuk pengambilan juga akan tergantung bibit. Jika harga bibit naik maka pembelian dan penjualan akan naik juga.

“Kalau kayak kita yang biasa begini itu paling pengambilan hanya 50-70 ekor saja, kalau yang lain kan sampai 100 ekor ayam potong, dalam sehari itu paling 50 ekor habis,” katanya.

Pedagang lainnya mengatakan harga saat ini memang naik, namun tidak terlalu besar. Kemungkinan harga lebih mahal pada Desember.

“Kalau Desember biasanya mahal sekali, satu ekor bisa Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu, itu kalau memang sudah tidak ada daging, kalkun saja sudah kena Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu,” kata pria itu.

Harga Desember, katanya, tergantung stok di kandang. Jika harga ayam yang mereka beli di kandang naik maka penjual juga terpaksa ikut menaikkan. Penjual hanya menyesuaikan dengan harga di kandang.

Harga ikan laut juga naik dalam dua pekan ini di Pasar Pharaa Sentani. Harga naik tidak tergantung stok, sedang sedikit atau banyak harga tetap naik.

Yuklis, pedagang ikan mengatakan sejak dua minggu terakhir harga ikan naik dan mahal di Pasar Pharaa.

“Biasanya saya ambil satu ekor Rp 70 ribu, sekarang Rp 90 ribu yang potongan ditumpuk itu Rp 40 ribuan, belum kita jual mau dapat berapa kalau ikan kecil baru jual Rp 100 ribu,” katanya.

Sekali ambil, kata Yuklis, biasanya 5 sampai 7 ember yang isinya lebih 200 ekor. Namun kondisi sekarang ia mengambil lebih sedikit, yaitu 2 hingga 3 ember. Namun isi satu ember hanya 20 ekor saja yang lebih besar, karena stok terbatas.

Menurut pria asal Jawa Tengah tersebut, itu terjadi karena faktor cuaca yang kurang bersahabat bagi nelayan untuk menangkap ikan.

“Sekarang ini kan musim hujan dan musim angin ombak besar, perahu pica-pica, jadi nelayan susah mau cari ikan di laut apalagi sedikit dapatnya,” katanya.

Pembeli di pasar tersebut, Agustina, mengatakan November ini sudah terjadi kenaikan apalagi nanti pada Desember.

“Belum Natal sudah mahal, besok kalau Natal ini paling tambah naik lagi kapa,” ujarnya.

Kenaikan harga yang terjadi ini, kata Agustina, perlu diperhatikan dinas terkait agar tidak ada yang main harga sembarangan.

“Jangan sampai besok mereka jual mahal-mahal, perlu diperhatikan, ayam, ikan, dan bumbu saja sudah naik ini,” katanya. Demikian, seperti dilansir Tabloidjubi.com. (*)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BISNIS

Pedagang Pasar Legi Solo Minta Disediakan WIFI, Belanja di Pasar Bisa Pakai QRIS

Published

on

Salah satu Pedagang Menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran. /Dok. Pedagang Pasar

ADIL MAKMUR – Pasca kebakaran hebat 2018 lalu, Pasar Legi Kota Solo siap beroperasi kembali dengan tampilan gedung baru 3 lantai yang lebih luas.

Pembangunan yang memakan waktu 1 tahun melalui pembiayaan APBN multiyears ini menghasilkan sebuah gedung baru.

Dengan dilengkapi dengan beragam fasilitas seperti area parkir, masjid, shelter angkutan umum hingga ruang laktasi.

Pasar Legi diresmikan Kamis 20 Januari 2022 oleh Ketua DPR RI Puan Maharani atas undangan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Pasar Legi yang baru akan terbagi dalam 4 blok, yakni blok A-D. Blok A difungsikan sebagai zona semi basah bagi pedagang buah dan sayur.

Sedangkan Blok B diperuntukkan bagi zona kering, sementara blok C dan D dialokasikan sebagai zona basah untuk lapak pedagang daging segar dan ikan asin.

Salah seorang pedagang, Katih Budiman mengaku senang dengan akan dibukanya kembali Pasar Legi.

Pages: 1 2 3 4


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BISNIS

Pertamina Catat Peningkatan Konsumsi BBM, LPG, dan Avtur Pada Natal 2021

Published

on

Ilustrasi SPBU. Pertamina mencatat peningkatan konsumsi BBM, LPG, dan Avtur pada Natal 2021. /Dok. Pertamina.com

ADIL MAKMUR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mencatat adanya peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan Avtur pada hari raya Natal 2021 yang lalu.

Tepatnya pada periode 23-26 Desember 2021, khususnya di wilayah operasi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hal itu diutarakan oleh Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho, dikutip Hallo.id dari laman resmi Pertamina.

Selanjutnya, silahkan baca berita versi lengkapnya di dalam artikel Pertamina Catat Peningkatan Konsumsi BBM, LPG, dan Avtur Pada Natal 2021


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BISNIS

Pertamina Catat Peningkatan Konsumsi BBM, LPG, dan Avtur Pada Natal 2021

Published

on

Ilustrasi SPBU. Pertamina mencatat peningkatan konsumsi BBM, LPG, dan Avtur pada Natal 2021. /Dok. Pertamina.com

ADIL MAKMUR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mencatat adanya peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan Avtur pada hari raya Natal 2021 yang lalu.

Tepatnya pada periode 23-26 Desember 2021, khususnya di wilayah operasi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hal itu diutarakan oleh Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho, dikutip Hallo.id dari laman resmi Pertamina.

Selanjutnya, silahkan baca berita versi lengkapnya di dalam artikel Pertamina Catat Peningkatan Konsumsi BBM, LPG, dan Avtur Pada Natal 2021


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending