Connect with us

OPINI

Begini Pidato Bahasa Inggris Prabowo, yang Dibikin Missleading Lawan Politik

Published

on

Calon kuat Presiden RI 2019 Prabowo Subianto berpidato pada acara Indonesia Economic Forum 2018 di Hotel Sangrilla, Jakarta

PIDATO CALON kuat Presiden RI 2019 Prabowo Subianto dalam bahasa Inggris menjadi perbincangan publik. Bukan karena konten dan konteksnya, tetapi karena media yang salah menerjemahkan pidato tersebut.

Bisa jadi, media yang pro lawan politiknya juga sengaja membuat kesalahan penerjemahan pidato tersebut, agar menjadi umpan yang gampang disambar oleh lawan politik Prabowo Subianto.

Statemen Prabowo soal Ojek Online, Tidak Ada yang Salah Kok

Proyek publikasi lawan politik tersebut sukses dan berhasil. Terbukti pembahasan soal Profesor Fisika UI terus bergulir sampai saat ini. Tentu hanya ada satu pihak saja yang mengambil keuntungan dari sini.

Tetapi secara kerugian, bangsa dan rakyat ini menderita lebih banyak kerugian. Kerugian bangsa sudah terjadi akibat media-media genderuwo mengabaikan kode etik jurnalistik, dan menjadi alat kepentingan penguasa.

Kerugian rakyat lebih besar terjadi, karena politikus yang bekerja secara sontoloyo hanya ingin mempertahankan kekuasaan, dengan menghalalkan segala cara. Akgirnya, rakyat menerima informasi yang diplesetkan, dan rakyat menerima informasi yang missleading, informasi yang salah besar

Kembali lagi ke laptop soal Profesor Fisika UI, benarkah Prabowo Subianto mengatakan seperti yang diberitakan? Ternyata tidaklah demikian. Sindikat media dan politikus sontoloyo sudah seperti mesin yang sedang berusaha membuat missleading (menyesatkan informasi) dari Prabowo Subianto.

Mau tau pidatonya? Berikut ini adalah terjemahan dari kutipan pidato Prabowo Subianto tentang jumlah Profesor Fisika UI di IEF, sebagai berikut :

…Lulusan dari bidang sains, teknologi, teknik (enginering), matematika, berjumlah 300ribu pertahun.

Di China 1,3 juta lulusan per tahunnya. Empat (4) kali lebih banyak dari Amerika Serikat yang lulus di bidang sains, teknologi, dan matematika.

Di Indonesia? Saya agak sedikit ragu mengenai jumlahnya, tapi saya berasumsi jumlahnya sangat menyedihkan.

Saya pernah berbincang dengan seorang Fisikawan peraih Nobel dari Amerika Serikat saat dia berkunjung ke Indonesia.

Dia bercerita mengenai kunjungannya ke Departemen Fisika, Universitas Indonesia, salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Setelah berkunjung kesana, malamnya kami bertemu dan dia bercerita. Seperti Anda semua tahu bagaimana para ilmuwan itu, mereka bukan Diplomat, mereka bukan politisi, mereka berkata apa yang mereka pikirkan (apa adanya, blak-blakan).

Dan dia bercerita kepada saya, “Dengan hormat pak, bagaimana bisa negara anda, negara dengan penduduk terbanyak ke-empat di dunia, dan di perguruan terbaik anda hanya ada satu profesor fisika? Satu!?.”

Saya menceritakan ini saat saya memberikan ceramah di Fakultas Ekonomi beberapa bulan lalu, pak Dino juga hadir disana.

Ketika saya menceritakan ini di Universitas Indonesia, disana hadir Wakil Rektor, dan dia pertama yang protes “Tidak benar itu! Tidak benar kalau kita hanya punya satu Ph.D (Doktor) Fisika!”.

Lalu saya berkata “Baik Pak, bolehkah saya bertanya berapa yang Anda (UI) punya?”

Lalu dia menjawab “Kami akan cek.” Bisa Anda bayangkan, seorang Wakil Rektor tidak mengetahui berapa banyak Ph.D (Doktor) yang dia miliki? Sangat sedih.

Mungkin sejak kunjungan peraih nobel dari Amerika Serikat itu hingga saya memberikan pidato hari ini, mungkin ada peningkatan.

Abad ke-21 adalah abad tentang sains, tentang teknologi dan teknik. Bagaimana kita bisa bersaing tanpa sains,…..

[Oleh : Ki Hartokaryono, pemerhati masalah media dan komunikasi. Tulisan ini sudah dipublikasikan di media Opiniindonesia.com]


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

OPINI

KASUS NOVEL BASWEDAN TAK TUNTAS BISA JADI PENAKAR PERLINDUNGAN HUKUM & HAM INDONESIA MASIH SANGAT LEMAH

Published

on

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

AMNESTY International telah membahas secara khusus kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan pada sesi dengar pendapat di Kongres Amerika Serikat, pada hari Kamis, 25 Juli 2019. Kasus yang merundung petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia ini menjadi topik pembahasan pada forum ‘Human Rights in Southeast Asia: A Regional Outlook’ di Subcommittee on Asia, the Pacific, and Nonproliferation House Foreign Affairs Committee.

Pembahasan ini dilakukan hampir sepekan setelah Tim Pencari Fakta yang dibentuk oleh Kepala Kepolisian Republik Indinesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian, yang kemudian merilis hasil investigasi yang dilakukan Polisi selama enam bulan. Hasilnya, ada sejumlah rekomendasi yang terkesan “menyalahkan Novel Baswedan”. Sejak jauh hari sebelumnya, ternyata Kongres AS telah memberi perhatian terhadap kasus Novel dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Ini termaktub dalam ringkasan laporan tahun 2018 tentang praktik HAM di Indonesia yang dirilis pada Maret 2019.

Direktur Eksekutif Amnesty International untuk Indonesia, Usman Hamid mengaku memang sengaja mengangkat kasus Novel ini ke Amerika, bahkan juga ke Badan-badan PBB, dengan alasan bahwa, “Isu korupsi adalah isu global yang sangat penting. Kami menilai serangan yang ditujukan terhadap Novel Baswedan memperlihatkan hubungan erat antara isu korupsi dan HAM,” ujar Usman dalam keterangan tertulisnya. (Tirto, Jumat (26/7/2019).

Usman Hamid menyebut, ada penyidik KPK selain Novel Baswedan yang juga diintimidasi dan diserang saat mengusut korupsi di sektor sumber daya alam. Ini pula yang menjadi alasan Amnesty untuk menggalang dukungan bagi KPK dari dunia internasional.

Kedua, menurut Usman Hamid, serangan terhadap Novel Baswedan tidak cuma soal Novel Baswedan belaka. Serangan ini juga mengindikasikan masalah serius yang terus mengancam kelanjutan pelaksanaan agenda reformasi di Indonesia khususnya dalam upaya pemberantasan korupsi dan penegakan HAM.
Pertimbangan berukutnya kata Usman Hamid, kasus Novel Baswedan merupakan ancaman terhadap siapapun yang memperjuangkan tegaknya negara hukum yang bebas korupsi maupun kekerasan dan pelanggaran HAM di Indonesia.

Usman Hamid berharap, kasus Novel Berwedan ini harus menjadi pemersatu kerja sama komponen bangsa. Jadi bukan cuma bagi aktivis anti korupsi, HAM, lingkungan dan kesetaraan gender saja, tetapi juga bagi aktivis dan para penegak hukum dan tata pemerintahan di Indinesia, tandas Usman Hamid berharap.

Kasus Novel Baswedan memang telah masuk sebagai laporan tahunan HAM dari Pemerintah AS. Inilah kasus yang menjadi selilit bagi pemerintah Indonesia dihadapan bangsa-bangsa di dunia. Karena secara tegas dan jelas bahwa setiap warga bangsa Indonesia harus mendapat perlindungan dan perlakuan adil dari negara, seperti yang termaktub dalam UUD 1945.

Sejak awal, Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Arif Maulana menilai bahwa kasus yang mendera Novel Baswedan, jelas mengisyaratkan adanya konflik kepentingan dan tidak independensinya Polri dalam menangani kasus Novel Baswedan yang berlarut-larut tak kunjung terkuak.

Pemerintah Indonesia, menurut Arief Maulan tidak cukup peka terhadap kasus Novel Baswedan yang bisa mempermalukan segenap warga bangsa Indonesia di mata dunia. Apalagi Presiden Joko Widodo sudah dan masih mau memberikan kesempatan pada Kepolisian yang gagal untuk mengungkap kasus Novel Baswedan hingga terang benderang dan memulihkan kepercayaan masyarakat pada aparat penegak hukum di tanah air kita, kata Arief Maulana yang menjawab pertanyaan wartawan.

Sedangkan kata Asfinawati, Direktur Eksekutif LBH Indonesia, jelas pembahasan kasus Novel Baswedan di Kongres AS itu menunjukkan bahwa Polri tak serius mengusut kasus Novel Baswedan. Akibatnya dari pembahasan kasus Novel Baswedan di Forum Internasional ini, seperti tamparan keras terhadap pemerintah Indonesia dan aparat penegak hukum kita.

Asfianawati menyebut pembahasan masalah Novel Baswedan di forum kaliber internasional ini jelas membuat nama baik dan kepercayaan publik dunia kepada penegak hukum Indonesia jadi melorot, lantaran kasus Novel Baswedan adalah masalah HAM. Dan kasus HAM sendiri adalah urusan umat manusia di dunia.

Akibat dari kasus yang mendera Novel Baswedan ini tidak kunjung rampung dan menjadi bahasan oleh forum warga internasional, tak berlebih bila kemudian bisa jadi penakar dalam penegakan hukum serta perlindungan tehadap HAM bagi warga bangsa Indonesia masih amat sangat lemah.

[Oleh: Jacob Ereste. Penulis adalah Wartawan Senior Indonesia]


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

OPINI

MEMAHAMI GERAKAN POLITIK NASIONALIS ALA PRABOWO

Published

on

Letnan Jenderal H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang politisi, pengusaha, dan perwira tinggi militer Indonesia.

KETOKOHAN Prabowo Subianto sebagai sosok nasionalis di era saat ini begitu lekat. Memiliki latar belakang militer dan peran sentralnya terhadap berbagai dinamika politik kebangsaan adalah dua dari sekian hal yang menasbihkan hal tersebut.

Menarik membaca nasionalisme seorang Prabowo Subianto. Ia merupakan figur dengan kapasitas tokoh nasional yang memiliki kompleksitas.

“Berbicara soal perjuangan dan pengabdian terhadap bangsa dan negara tidak ada ruang untuk perasaan pribadi” — Sekilas kalimat tersebut begitu sederhana. Akan tetapi, tidak banyak yang mampu ikhlas dan tulus merealisasikan hal tersebut. Termasuk pun sejumlah tokoh nasionalis hari ini.

Ketulusan seorang Prabowo yang tidak pernah memiliki ruang dihatinya untuk dendam kepada siapa pun yang sudah berseberangan dengan dirinya. Kemampuan lain, Prabowo juga dikenal sangat piawai mengorbit kader pemimpin muda dari bawah hingga bersinar.

Sosok Prabowo begitu bersinar hingga tidak jarang dirinya kerap diterpa berbagai isu miring. Mulai dari tuduhan soal gerakan radikalis hingga fitnah gerakan massa untuk menjatuhkan tahta Presiden Joko Widodo dan berbagai isu lainnya. Seiring waktu berjalan kesemuanya tersebut gugur dan tidak pernah terbukti.

Ketua Umum Partai Gerindra ini juga dikenal sebagai salah satu patron yang gencar menyuarakan pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan. Hal tersebut, menjadi perhatian khusus sejumlah akademisi termasuk Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Faisal Santiago, Eks Rektor Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Yuyun Wirasasmita, dan sejumlah akademisi lainnya.

Teranyar komunikasi politik yang dibangun Prabowo pasca Pilpres 2019 kian sentral dan susah ditebak. Bagi penulis, figur Prabowo selalu punya ke-khasan yang menjadi pembeda dengan tokoh politik pada umumnya.

Kedepan, Prabowo akan tetap memainkan perannya sebagai salah satu tokoh sentral. Ia sosok yang selalu mengupayakan tenun kebangsaan demi keutuhan bangsa dan negara.

Satu hal yang begitu lekat, Ia tidak pernah khianat terhadap komitmennya. Juga tidak mudah didikte untuk menjadi alat kepentingan golongan yang berseberangan dengan kepentingan bangsa. Prabowo tetaplah jadi mutiara yang selalu berkilau!

[Oleh: Asran Siara. Penulis adalah Sekjen Literatur Institut]


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

OPINI

UU PERLINDUNGAN DATA PRIBADI, ATAU ADA VIDEO PORNO KITA MENYEBAR?

Published

on

AI mengumpulkan data sesorang dengan mudah, melalui data yang diambil dari google dimulai dari tutur kata Lisan, Tulisan maupun mimic, dan gerakan.

SEORANG politisi India menangis ketika berbicara tentang video “deepfake” yang diduga memperlihatkan dia berhubungan seks dengan seorang pria.Arvind Limbavali menangis di Majelis Legislatif New Delhi pada hari Senin, menuntut penyelidikan langsung ke “video seks gay palsu”, Hal inilah mengapa menjadi penting UU Perlindungan Data Pribadi di Era Digital, pasalnya ada Deepfake, yang mampu dibuat seperti aslinya. Bayangkan anda tidak pernah berhubungan seks sama seseorang , namun tiba tiba, ada video dan gambarnya. Dan yang paling mengkhawatirkan, teknologi deepfake ini, tidak bisa diperiksa kepalsuan videonya, bahkan oleh tenaga ahli sekalipun. Karena yang memalsukanya adalah teknologi Artificial Intelegence (AI). Silicon valley mengeluarkan dana trilyunan untuk mengungkap video palsu yang dibuat AI, tapi sampai saat ini, belum berhasil, itu artinya pentingnya perlindungan data pribadi.

Karena AI mengumpulkan data sesorang dengan mudah, melalui data yang diambil dari google dimulai dari tutur kata Lisan, Tulisan maupun mimic, dan gerakan, serta kebisaan tutur kata, dan aksennya. Hal ini semua tersimpan di google, bahkan disinyalir, google sendiri diam diam mengumpulkan data pribadi kita. Itulah mengapa Cina menggunakan mensin pencari sendiri, bukan menggunakan goggle. Hal ini dilakukan untuk melindungi data pribadi rakyatnya.

Sedangkan Indonesia sebaliknya, justru data DUKCAPIL, diberikan ke pihak swasta. Alasanya hanya untuk diambil data NIKnya untuk kebutuhan data perbankan. Padahal dengan alasan apapun, seharusnya tidak mudah pemerintah, memberikan data pribadi kepada pihak lain. Hal ini akan sangat membahayakan, karena akan mengakibatkan hal hal yang tidak idinginkan ke depan. Di era digital, data is oil, artinya pentingnya data pribadi, yang bisa di manfaatkan untuk kepentingn komersialisasi. Bukankah pengguna Gojek, pengguna tokopedia, dan lainya selama ini datanya diambil untuk kepentingan bisnis Indonesia ke depan.

Oleh karena itu tidak ada alasan, untuk menunda-nunda UU Perlindungan Data Pribadi yang dilakukan oleh kominfo. Karena semakin lama ditunda, data rakyat Indonesia akan mudah berada ditangan pihak asing, yang dengan mudah untuk dimanfaatkan guna kepentingan politik, bisnis dan lainya. Jika ini terjadi maka, bangsa Indonesia jadi mudah dipecah belah dan terhinakan. Karena dengan kemampuan AI, bisa saja dibuat video viral, untuk membusukan orang politik, atau untuk membusukkan perusahaan tertentu, atau untuk melakukan karakter assasinasion demi kepentingan bangsa lain. Hal ini bisa dilakukan melalui proses intelejen yang canggih, sehingga hampir sulit dibantah oleh orang yang bersangkutan. Karana data orang tersebut, sudah ada dari mulai dia makan, dia istirahat, pergi dengan siapa saja hingga akan melakukan apa, semua bisa dideteksi. Hal inilah yang akan menyulitkan dala membuat alibi, karena semua alibi sudah direkayasa, sehingga tidak bisa dibantah, oleh orang yang akan dikerjai oleh AI.

Jadi jika tiba tiba anda sebagai tokoh masyarakat, memiliki video porno anda sendiri, dengan orang lain, jangan terlalu kaget dan gundah, karena bisa saja video itu rekayasa dari AI. Atau ucapan anda tentang bangsa ini, yang akan mengundang reaksi banyak orang. Hal tersebut juga tidak aneh karena bisa saja, itu juga rekayasa. Tapi yang penting adalah moral diri kita sendiri, yang harus jujur. Dan masyarakat harus dicerahkan melalui tulisan ini, dan tulisan di helmiadamchannael.blogspot.com sebelumnya tentang deepfake. Semoga tulisan ini bisa menjadi antisipasi melalui UU PDP (Undang Undang Perlindungan Data Pribadi) Aamiin.. Jayalah bangsaku, Jayalah Indonesia..

[Oleh: Helmi Adam. Penulis Adalah Pendiri Kampus Online]


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending