Connect with us

OPINI

Anjuran Rasul SAW untuk Bangun Pagi, Ini Manfaatnya

Published

on

Menerapkan bangun pagi sebelum fajar, maka seseorang akan mampu mempersiapkan diri menghadap kepada Sang Ilahi dengan penuh semangat tanpa dibarengi rasa malas.

BANGUN pagi adalah salah satu hal yang agak sulit dilakukan oleh sebagian orang, terlebih ketika akhir pekan menghampiri. Padahal hal ini adalah kebiasaan yang tidak baik, sebab banyak sekali kerugian yang akan didapatkan.

Islam memberikan panduan bagi pemeluknya agar sukses menjalani kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Islam juga memberikan langkah-langkah konkret agar manusia bisa menikmati kebahagiaan dan menikmati hidup dengan indah. Anjuran untuk bangun pagi di antaranya tercantum dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW berikut :

“Dirikanlah Shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) subuh. Sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan oleh malaikat” (Qs. Al-isra ayat 78)

Adapun dasar perintah hadis secara explist tertera dalam doa Nabi SAW beliau bersabda :

“Keberkahan bagi umatku mengalir di waktu pagi buta mereka” (HR Ath Thabrani dalan Al Ausath)

Sesuai perintah Allah SWT juga anjuran Rasulullah SAW, hal ini ternyata banyak manfaatnya untuk kehidupan manusia, di antaranya adalah :

Pertama, tubuh bisa menjadi lebih segar

Saat mulai bangun di pagi hari maka tubuh akan terasa lebih segar. Ini dikarenakan tubuh menghirup udara segar yaitu oksigen yang belum tercampur polusi udara, seperti asap dari kendaraan atau limbah pabrik. Apalagi bila ditambah dengan berolah raga di pagi hari, tubuh akan menjadi segar dan bugar.

Kedua, tidak ketinggalan buat menghirup udara segar

Kalau bangun siang bagaimana bisa mendapat udara segar? Heheh. Udara segar yang masih kaya oksigen di pagi hari sangatlah penting bagi peredaran darah dalam tubuh. Dengan menghirup udara segar maka akan menambah kadar oksigen dalam darah yang juga membuat aliran darah lancar.

Ketiga, meningkatkan daya ingat

Bangun pagi bisa membuat otak lebih produktif, loh. Kalau fungsi otak sudah bagus sejak awal pasti mengawali hari-harinya pun enjoy. Maka dari itu, orang yang sering bangun pagi dan menghirup udara segar akan lebih kecil kemungkinan terkena gejala pikun dibandingkan dengan orang yang bangun siang hari.

Keempat, bisa membuat awet muda

Kalau bangun pagi, jangan lewatkan juga untuk berjemur. Sinar matahari pagi yang membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh dapat memaksimalkan peremajaan kulit. Kandungan vitamin D2 dan D3 juga bisa mencegah gangguan pada kulit.

Kelima, menjadikan kamu lebih semangat

Ambisius semangat sangat dipengaruhi oleh aktivitas bangun tidur kita. bayangkan saja bila rasanya kesiangan itu rasanya bagaimana? Pasti tidak enak dan membuat tubuh malas gerak dan tidak semangat.

Wallahu A’lam.


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

OPINI

Minta Ampun, Anak Ma’ruf Amin Menyangka Orang Lain Bodoh

Published

on

Dr.Hj.Siti Nur Azizah,SH.,MH, Putri dari Wakil Presiden RI periode 2019-2034, KH. Ma’ruf Amin.

ANAK perempuan Wapres Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah, mengatakan dia bukan ‘aji mumpung’ ketika maju di Pilwalkot Tangerang Selatan. Selama ini, Nur Azizah bekerja sebagai pegawai di Kementerian Agama.

Dia sudah melobi Gerindra, PDIP dan PSI untuk mendapatkan dukungan sebagai calon walikota 2020-2025. Siti sudah diterima ketum Gerindra, Prabowo Subianto.

Menurut putri Ma’ruf Amin ini, dia tidak mencari peruntungan di balik nama besar ayahnya saat ini.

Pertanyaannya, apakah mungkin Siti Nur Azizah bisa jumpa Prabowo secara khusus kalau dia bukan anak Wapres? Apakah mungkin akan dilayani oleh PDIP dan PSI kalau dia bukan anak Ma’ruf Amin? Apakah mungkin akan bisa menarik perhatian media kalau Siti hanya anak orang biasa? Waduuuh!

Cukup mengherankan. Bu Siti menyangka semua orang bisa diajak masuk ke kolam kebodohan. Dia pikir publik akan mengiyakan apa yang dia katakan. Minta ampun benar kalau begini.

Mau buat ‘aji mumpung’ juga tidak ada yang bisa mencegah. Orang sudah maklum kok. Semua ‘public figure’ yang punya kekuasaan sudah begitu semua, Bu Siti. Santai saja Bu.

Oleh : Asyari Usman, Wartawan Senior Indonesia.


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

OPINI

Sebuah Pengakuan “Aku Tidak Lebih Baik dari Dia”

Published

on

Bila kita benar, apakah orang lain salah? Atau sebaliknya bila orang lain benar, apakah kita salah? Belum tentu, semua tergantung pada cara menyikapinya. Karena fakta tidak lebih baik dari sikap.

AKU tidak lebih baik dari dia. Itu sebuah kalimat pengakuan. Atau bisa dibilang kalimat reflektif. Untuk menyatakan bahwa aku tidak lebih baik dari orang lain. Karena aku, bukan siapa-siapa pun bukan apa-apa.

Aku tidak lebih baik dari dia. Hanya sebuah pengakuan untuk siapapun. Agar aku berhenti untuk menyalahkan orang lain. Apalahi menghakimi dan memvonis tanpa pengetahuan yang cukup. Bila aku benar, apa orang lain harus salah? Tidak sama sekali. Karena aku tidak lebih baik dari dia.

Ngeri-ngeri sedap hari ini.

Karena semakin banyak orang yang begitu peduli dan perhatian terhadap urusan orang lain. Tiba-tiba, merasa paham segalanya. Paham politik, paham agama, paham keadilan, paham pemimpin, dan paham semuanya. Cuma sayang, fokusnya justru pada ketidak-baikan. Peduli pada keburukan orang lain, mengintip laju orang lain. Hingga memaki dan membenci. Melulu dan melulu.

Perhatian itu bagus. Peduli itu keren. Asal fokusnya pada kebaikan, pada kemaslahatan bersama. Bukan pada kepentingan sesaat, bukan pada sekelompok golongan. Apalagi perhatian lagi peduli pada keburukan orang lain. Untuk apa perhatian tapi untuk mengorek aib orang lain. Untuk apa peduli untuk menebar kebencian? Katakanlah, aku tidak lebih baik dari dia.

Aku tidak lebih baik dari dia. Karena tiap orang pasti punya kekurangan, pasti punya kelebihan. Tiap orang pasti bisa menang, pasti bisa kalah. Tiap orang pasti bisa benar, pasti bisa salah. Tiap orang pun, boleh ganteng boleh jelek. Asal tetap mampu menyelaraskan, menjaga harmoni.

Entah kenapa, kita sering kali tidak rela untuk berpikir positif kepada orang lain. Apalagi saat berada di lingkaran komunitas yang sepaham. Sulit untuk objektif. Hingga lebih suka menyalahkan orang lain. Sekali lagi katakan, aku tidak lebih baik dari dia.

Bila kita benar, apakah orang lain salah? Atau sebaliknya bila orang lain benar, apakah kita salah? Belum tentu, semua tergantung pada cara menyikapinya. Karena fakta tidak lebih baik dari sikap.

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk. Karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” begitu nasehat Nabi Muhammad SAW.

Apapun keadaannya apapun kondisinya.

Itulah realitas yang bukan hanya harus dihadapi. Tapi disikapi. Agar menjadi ladang amal buat kita. Karena sungguh, apapun yang diberikan Tuhan hari ini adalah jalan terbaik yang pantas kita nikmati dan syukuri.

Karena hari ini, tidak ada yang lebih romantis dari sujudnya seorang hamba kepada Tuhannya. Maka aku katakan tidak lebih baik dari dia.
Untuk selalu bertanya, “Apa yang salah dengan aku? Bukan apa yang salah dengan dia?” … #BudayaLiterasi.

Oleh : Syarifudin Yunus, Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka.


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

OPINI

Ketika KPK Sudah Jinak

Published

on

Mestinya KPK lebih bersemangat tangani korupsi yang melibatkan uang besar dan aktor kakap, meski tetap juga melakukan OTT yang recehan.

SEJAK UU KPK yang baru (No 19/2019) diberlakukan dan pimpinan baru dilantik, ada yang berubah dari KPK. KPK makin jinak.

Ada sejumlah indikator yang menunjukkan KPK semakin jinak. Pertama, KPK absen dari persoalan hukum yang menjerat PT. Asuransi Jiwasraya 13,7 triliun. KPK justru menyerahkannya ke Kejaksaan Agung. Publik curiga, kenapa yang cuma ratusan juta di-OTT, tapi yang angkanya triliunan dilepas. Ironis!

Mestinya KPK lebih bersemangat tangani korupsi yang melibatkan uang besar dan aktor kakap, meski tetap juga melakukan OTT yang recehan. Kelas ratusan juta seperti Romahurmuzy, mantan ketua umum PPP dan Wahyu Setiawan harus tetap dikejar. Tapi, mengejar garong triliunan rupiah mesti jadi prioritas.

Memang, garong besar biasanya lebih licin dan berpengalaman. Mereka punya back up dan bisa kendalikan orang-orang kuat di negeri ini. Tapi, tak boleh itu jadi alasan. KPK mesti lebih licin dan lebih cerdik. Walaupun hingga kini, belum ada bukti KPK bisa menangkap singa. Gerombolan kelinci yang selalu dikorbankan. Lihat juga kasus Reklamasi dan Meaikarta. Para singa aman.

Hal yang sama terjadi juga pada kasus Asabri. Kurang lebih 10 triliun uang Asabri raib. Menurut Mahfud MD, ada dugaan pelakunya sama dengan yang di Jiwasraya. Siapa Pak Mahfud? Ada orang-orang istana juga pak? Karena Pak Mahfud orang istana, beliau mesti lebih tahu. Sayangnya, Pak Mahfud gak mungkin berani mengungkap. Kan itu tugas KPK, bukan tugas saya. Begitulah kira-kira jawaban yang nanti akan keluar. Ngeles!

Kasus Jiwasraya dan Asabri yang kakap, gamblang dan transparan, setransparan kasus Rumah Sakit Sumber Waras dan tanah BMW di DKI setelah diungkap BPK, dilepas oleh KPK. Kok dilepas? Anda pasti tahu jawabannya.

Padahal, temuan BPK jika ditindaklanjuti oleh KPK akan dapat memperkuat dorongan DPR membuat Pansus. Lima fraksi, PKS, Gerindra, Demokrat, Golkar dan Nasdem sudah bersemangat untuk mengusulkan Pansus Jiwasraya. Tapi semangat mereka kemudian redup karena kurang mendapat sambutan positif dari pimpinan DPR. Alasannya, karena kelamaan. Itu alasan di permukaan. Alasan di bawah meja? Hanya mereka yang tahu. Kabarnya, ada operasi untuk gagalkan pembentukan Pansus.

Kedua, kasus penggeledahan kantor PDIP pasca OTT Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang diduga melibatkan Hasto (Sekjen PDIP). Gagal total. Alasannya, karena penyidik KPK gak membawa kelengkapan surat, kata Djarot Syaeful Hidayat. Pihak KPK membantah dan bilang: suratnya lengkap. Surat lengkap, kok gak bisa geledah juga? Takut sama security PDIP? Itu hanya soal siapa yang lebih kuat. Yang kuat pasti mengalahkan yang lemah. Itu hukum alam.

Ketiga, sprindik KPK bocor. Masinton Pasaribu dari PDIP memamerkan sprindik itu ketika tampil di ILC hari selasa lalu (14/1). Publik dibuat terkejut. Sprindik itu sesuatu yang mesti dirahasiakan. Apalagi ini sprindik KPK. Kok bisa bocor dan bisa dipamerkan di TV? Ini karena cerobohnya orang KPK, atau terlalu kuatnya PDIP? Menyedihkan!

Keempat, rombongan pimpinan KPK dipanggil Luhut Binsar Panjaitan (LBP) ke kantornya. Dalam rangka kerjasama pencegahan korupsi. Alasan normatif bisa dibuat. Apalagi ada pasal undang-undangnya.

“Hey, kamu nangkep-nangkep ini yes good, tapi banyak kerjaan lain yang lebih hebat dari ini yang kau bisa hemat uang negara”, kata Luhut. (cnbcindonesia.com 16/1)

Dilihat dari kalimat Luhut, ada kesan bahwa itu semacam instruksi. Atau setidaknya peringatan. Lebih dari sekedar kerjasama yang setara antara KPK dengan pihak kementerian Maritim. Kok LBP jadi ikut-ikutan ya? Bereaksi atas OTT Wahyu Setiawan?

Dari berbagai indikator tersebut, makin menguatkan dugaan publik selama ini bahwa KPK tidak saja sedang dilemahkan, tapi didorong untuk mandul, lalu dibubarkan. Upaya menjinakkan KPK dan menggiring ke arah pembubaran sepertinya sangat sistematis dan efektif. Tinggal tunggu waktu kapan KPK akan dibubarkan. Siap-siap anda diundang selametan.

Oleh : Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa.


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending