Connect with us

METROPOLITAN

Sandiaga Harapkan Rabithah Alawiyah Ciptakan Lapangan Kerja

Published

on

Pengusaha Sandiaga Uno (tengah) berfoto bersama sejumlah jamaah Rabithah Alawiyah saat penutupan Musyawarah Kerja Nasional ke-2 ormas tersebut di Jakarta, Minggu (8/12/2019).

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Pengusaha Sandiaga Uno menghadiri Musyawarah Kerja Nasional ke-2 Rabithah Alawiyah (RA) sekaligus penandatanganan kerja sama antara One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship (Ok Oce) dengan ormas islam tersebut di Jakarta pada Minggu (8/12/2019).

“Alhamdulillah, tadi sudah ditandatangani kerja sama RA dengan Ok Oce, kami harap dapat menumbuh kembangkan wirausahawan muda, khususnya kalangan pengusaha Usaha Mikro, Kecil, Menengah untuk bisa menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja,” ujar Sandiaga di Hotel Crowne Plaza.

Menurut Pendiri Ok Oce itu, pekerjaan rumah terbesar bangsa ini sekarang ada di bidang ekonomi. Karena itu, ia mengajak Rabithah Alawiyah sama-sama berpikir bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan keadilan ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya pengusaha UMKM.

“Tadi kami sudah meninjau, salah satu dari mukernas yang spesial ini adalah begitu banyak Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di daerah yang punya unit usaha mulai di Karawang dengan berasnya sampai ke Tegal dengan industri logam,” ujar Sandiaga.

Untuk mengoptimalkan bisnis-bisnis itu, kata Sandiaga, Ok Oce membentuk kerjasama dalam pelatihan sumber daya manusia dengan model coaching clinic yang sudah mulai dilakukan mulai hari ini. Menurut Sandiaga, pelatihan SDM adalah modal penting dalam meningkatkan mutu UMKM yang unggul.

Upaya peningkatan SDM pun tidak hanya dilakukan lewat pelatihan dan pendampingan saja tapi ekosistem ini ditingkatkan melalui jejaring.

Berkaitan dengan itu, Ok Oce melakukan pembicaraan awal tentang bagaimana jaringan Ok Oce yang ada sekitar 130.000 lebih bisa tersambung dengan sekitar 950-1.000 agen agar mereka bisa saling berkolaborasi dalam memajukan UMKM. Sehingga diharapkan, ekosistem UMKM mampu membuka peluang berkembangnya secara mandiri.

“Maka saya bilang, Ok Oce bersama Rabithah Alawiyah adalah ekonomi berbasis silaturahmi. Karena kami tidak ingin ekonomi tumbuh tapi kita jadi penonton saja. Kita ingin jadi pemain, dan ingin menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Sandiaga.

Mukernas ke-2 Rabithah Alawiyah sekarang memiliki tema mempersatukan dan memajukan bangsa, dengan multi peran RA sebagai organisasi masyarakat yang memiliki pengetahuan di bidang agama dan juga di bidang ekonomi.

Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zein bin Smith mengatakan tiga kombinasi kegiatan yang akan dilakukan RA usai menggelar Mukernas kali ini hingga dua tahun menjelang muktamar nanti yaitu kombinasi dari dakwah, meningkatkan ekonomi keumatan, dan memanfaatkan talenta kewirausahaan yang ada di DPC RA di daerah-daerah.

Untuk yang nomor tiga, Habib Zein mengatakan jiwa kewirausahaan meningkat namun tidak diimbangi sarana untuk berwirausaha akan menyebabkan niat berusaha terganjal.

Maka dari itu, RA mencoba memberi satu jalan keluar agar masing-masing daerah bisa mengangkat paling tidak dirinya sendiri.

“Sentra-sentra industri di daerah itu banyak, hanya seperti tenggelam karena tidak ada yang mengoordinasi mereka untuk mengangkat masalah ini. Panduan serta mentoring dari Ok Oce mudah-mudahan di daerah nanti kemampuan orang berusaha bisa muncul dengan kolaborasi dengan Ok Oce,” ujar Habib Zein. (dul)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

METROPOLITAN

65 Kasus Kecelakaan Terjadi, Selama Operasi Patuh Jaya 2020

Published

on

Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 65 kasus kecelakaan terjadi selama Operasi Patuh Jaya 2020. (Foto : humas.polri.go.id)

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Dirlantas Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 65 kasus kecelakaan terjadi selama Operasi Patuh Jaya 2020. Dari total peristiwa laka lantas itu, empat orang meninggal dunia.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar menyebut Jakarta Timur menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas tertinggi dengan 22 kasus. Tercatat satu orang meninggal dunia dan lima lainnya luka berat.

“Kalau ditotal secara keseluruhan ada 65 insiden kecelakaan di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama 14 hari terakhir,” ujar AKBP Fahri saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2020).

Lebih lanjut Fahri menjelaskan, korban luka berat akibat kecelakaan selama Operasi Patuh Jaya 2020 mencapai 13 orang dan luka ringan 53 orang. Sementara kerugian materi ditaksir mencapai Rp37.300.000.

“Semuanya sudah ditangani oleh Unit Laka Lantas masing-masing wilayah,” tandasnya.

Karenanya, Fahri berharap usai operasi ini masyarakat bisa lebih disiplin dalam berkendara. Operasi Patuh Jaya 2020 sendiri sudah berakhir sejak 5 Agustus 2020. (pol)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

METROPOLITAN

Meresahkan, 14 Begal dan Geng Motor Diringkus Polisi di Cengkareng

Published

on

Kapolsek Cengkareng meringkus pelaku begal yang merangkap sebagai geng motor. (Foto : humas.polri.go.id)

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Anggota Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat meringkus 14 pelaku begal yang merangkap sebagai geng motor bernama Make Muke (Maju Kena Mundur Kena) di jalan Kapuk Raya Kel. Cengkareng, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat, hari ini Rabu (05/08/2020).

Kapolsek Cengkareng, Kompol H Khoiri menerangkan, awalnya empat pelaku bernama IW, DI, JI dan FI serta belasan temannya berkumpul sambil meminum-minuman keras.

Setelah itu, para pelaku berkeliling mencari musuh untuk diajak tawuran. Musuh yang dipilihnya pun secara random siapa saja yang ditemui akan diserang.

Namun, saat berkeliling kelompok pelaku menemukan seorang korban bernama Fajar mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dihadang oleh empat orang pelaku.

“Keempat orang ini memaksa korban untuk serahkan sepeda motornya dengan ancam menggunakan senjata tajam,” ujar Khoiri, di Jakarta.

Selanjutnya, ketika sepeda motor mau dibawa oleh pelaku, korban berteriak ‘begal’ dan pelaku yang panik turun dari sepeda motornya. Kemudian, para pelaku melakukan penyerangan kepada kelompok tawuran di sana.

Kelompok korban yang tidak mempunyai persiapan dan kalah jumlah akhirnya kocar-kacir. Tapi korban bernama Fajar sempat terkena bacokan oleh pelaku hingga menjalani perawatan medis.

“Jadi kelompok ini memang meresahkan. Mereka bentuk geng motor bernama Make Muke ini sudah dua bulan. Bahkan, kelompok ini mau buat cabang geng motor dengan nama Make Muke 410 dan 411,” tegas dia. (pol)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

METROPOLITAN

Mantap, DKI Jakarta Terpilih sebagai Provinsi Paling Demokratis

Published

on

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto : Instagram @dkijakarta)

Adilmaknur.co.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengapresiasi pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, Rabu (5/8/2020) yang merilis DKI Jakarta menjadi provinsi paling demokratis se-Indonesia. 

“Alhamdulillah, ini untuk kesekian kalinya DKI Jakarta kembali dinilai sebagai provinsi paling demokratis se-Indonesia,” kat Anies di akun Facebooknya, Rabu (5/8/2020). 

Dilaporkan BPS, capaian indeks demokrasi (IDI) DKI Jakarta 2019 sebesar 88,29 (kinerja baik), meningkat 3,21 poin dari IDI 2018 yang sebesar 85,08. Angka ini sekaligus memecahkan rekor angka IDI tertinggi selama 11 tahun penghitungannya.

Menurut BPS, peningkatan ini didorong oleh adanya perbaikan pada Aspek Hak-hak Politik meningkat dari 75,43 (tahun 2018) menjadi 83,86 (tahun 2019) atau naik 8,43 poin. (diantaranya peningkatan voters turn out pada Pemilu Legislatif 2019).

Selain itu, capaian Aspek Lembaga Demokrasi di tahun 2019 ini juga membaik 4,07 poin dari 87,82 (tahun 2018) menjadi 91,89 (tahun 2019). (diantaranya perbaikan transparansi anggaran di Pemerintah Provinsi DKI

Jakarta). Bahkan aspek Kebebasan Berkeyakinan kita juga naik dan mendapat nilai sempurna 100.

“Sekalipun capaian indeks demokrasi DKI Jakarta di tahun ini sudah cukup tinggi, namun masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah,” kata BPS.

IDI tidak hanya melihat gambaran demokrasi yang berasal dari sisi kinerja pemerintah/birokrasi saja, namun juga dari aspek peran masyarakat, lembaga legislatif (DPRD), partai politik, lembaga peradilan dan penegak hukum. Oleh karena itu, capaian IDI merupakan hasil usaha kita semua di Jakarta. (rad)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending