Connect with us

JAWA

Bupati Bogor Curhat Masalah Perbatasan Wilayah ke Gubernur Emil

Published

on

Bupati Bogor, Ade Yasin saat bertemu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di acara Koordinasi Penyelenggara Pemerintah Daerah (Kopdar) keempat di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Selasa (3/12/2019).

Adilmakmur.co.id, Cibinong – Bupati Bogor Jawa Barat, Ade Yasin mencurahkan keluh kesahnya kepada Gubernur Ridwan Kamil alias Emil mengenai permasalahan di perbatasan wilayah Kabupaten Bogor dengan beberapa daerah lainnya dalam kegiatan Koordinasi Penyelenggara Pemerintah Daerah (Kopdar) keempat di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Selasa (3/12/2019).

“Karena percepatan pembangunan di wilayah perbatasan itu tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu daerah, tetapi dengan daerah-daerah yang berbatasan,” kata Ade Yasin di Cibinong Kabupaten Bogor.

Salah satu permasalahan di perbatasan itu adalah kemacetan di Jalur Puncak, yakni jalur yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur. Menurutnya, hingga kini belum ada solusi pemecah kepadatan volume kendaraan di jalur tersebut.

Menurut Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu kepadatan voume kendaraan di Jalur Puncak perlu ditangani dengan segera membangun Jalur Poros Tengah Timur (PTT) atau biasa disebut Jalur Puncak Dua.

“Pembangunan Jalur Puncak Dua harus segera dilakukan. Jalur alternatif tersebut diperlukan untuk memecah kemacetan lalu lintas di kawasan Puncak yang kian parah, terutama pada akhir pekan,” bebernya.

Ia mengaku tak bosan mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera merealisasikan jalur yang juga menghubungkan antara Sukamakmur Kabupaten Bogor dengan Cipanas Kabupaten Cianjur itu.

Selain mempermudah akses masyarakat, pembangunan jalan yang ditaksir menelan biaya Rp1,2 triliun itu bisa mendongkrak perekonomian warga sekitar. Pasalnya, jika diliat berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut, tergolong masih minim.

Ade Yasin mengatakan, upayanya menyelesaikan persoalan wilayah perbatasan juga akan dikupas dalam acara ‘Borderline Economic Summit’. Ia mengundang para menteri, gubernur, dan 10 kepala daerah yang bersangkutan dengan wilayah perbatasan Kabupaten Bogor, pada acara yang rencana berlangsung 12 Desember 2019 di Sentul Kabupaten Bogor.

Selain persoalan Jalur Puncak Dua, Pemkab Bogor mengangkat tujuh isu lainnya yang berkaitan dengan 10 daerah di tiga provinsi berbeda yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor. (mfs)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

JAWA

Museum Sangiran Sragen Masuki Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Published

on

Kemenparekraf gelar Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) di Museum Sangiran. (Foto : Instagram @kemenparekraf.go.id)

Adilmakmur.co.id, Sragen –  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Komisi X DPR/RI menggelar Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) di Museum Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada 3 hingga 4 Agustus 2020. Kegiatan ini sebagai upaya menyiapkan destinasi wisata serta para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di sekitar lokasi untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman COVID-19. 

Sekitar 100 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dibekali peralatan penunjang kebersihan, keindahan, kesehatan dan keamanan, untuk kemudian menerapkan protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru. 

Gerakan BISA merupakan kegiatan padat karya yang melibatkan pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam menunjang kualitas dan daya saing destinasi pariwisata Indonesia. 

Direktur Manajemen Strategis Kemenparekraf/Bapareraf, Harwan Ekon Cahyo Wirasto dalam sambutannya, Senin (3/8/2020), mengatakan Gerakan BISA yang diselenggarakan di Museum Sangiran diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing pariwisata, khususnya pada indikator Health and Hygiene serta Safety and Security di lingkungan Museum Sangiran, Kabupaten Sragen. 

“Gerakan BISA bertujuan untuk mendorong pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman COVID-19. Serta mendukung destinasi pariwisata untuk mengantisipasi tatanan kehidupan baru pascapandemi COVID-19 sesuai prinsip higiene dan sanitasi yang baik,” ujar Harwan. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Agustina Wilujeng Pramestuti, Tenaga Ahli Menteri Bidang Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf Arief Budiman, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Ketua DPRD Kabupaten Sragen Suparno, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Untung Wibowo Sukowati, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Sragen I Yusep Wahyudi serta Kepala BPSMP Sangiran, Sukronedi.  

Harwan mengharapkan dengan adanya Gerakan BISA, dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi pariwisata Sangiran, Kabupaten Sragen. Destinasi wisata ini merupakan salah satu kawasan prasejarah terkemuka di dunia dan telah diakui UNESCO sebagai “situs kunci” yang dapat memberikan gambaran tentang proses evolusi manusia, budaya, dan lingkungan selama dua juta tahun tanpa terputus.

“Dalam kesempatan ini saya ucapkan selamat dan sukses kepada semua yang terlibat dan berpartisipasi pada Kegiatan Gerakan BISA, dan saya harapkan acara ini dapat memberikan manfaat dan dampak dalam peningkatan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan di destinasi pariwisata Sangiran, Kabupaten Sragen dalam mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisatawan,” ujarnya. 

Sebagai panduan standar operasional prosedur, Kemenparekraf/Baparekraf juga telah mengeluarkan buku panduan penerapan protokol kesehatan untuk berbagai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Buku panduan tersebut merupakan turunan dari Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan apresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan ini sebagai wujud sinergitas dan kepedulian pemerintah bersama-sama wakil rakyatnya dalam mendorong kesiapan destinasi. 

“Sehingga para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat kembali produktif dengan segera menerima kunjungan wisatawan, namun tetap aman COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Agustina. 


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA

PT KAI Daop 2 Tambah Lagi Perjalanan Kereta Api Bulan Agustus Ini

Published

on

Kereta Api Jarak Jauh yang kembali dioperasikan pada Bulan Agustus oleh KAI PT KAI. (Foto : Instagram @kai121_)

Adilmakmur.co.id, Bandung – PT KAI Daop 2 kembali mengoperasikan KA Jarak Jauh secara bertahap untuk melayani masyarakat. Pengoperasian kembali perjalanan KA reguler ini sebagai komitmen KAI untuk melayani masyarakat yang ingin bepergian ke luar kota menggunakan kereta api.

Terdapat 4 Kereta Api Jarak Jauh yang kembali dioperasikan pada Bulan Agustus oleh KAI setelah sebelumnya dihentikan sementara operasionalnya. KA tersebut diantaranya:

  1. KA 47A Argo Parahyangan relasi Bandung – Gambir jadwal keberangkatan pukul 18.20 WIB berjalan tanggal 2, 9, 17, 23 dan 30 Agustus 2020
  2. KA 37A Argo Parahyangan relasi Bandung – Gambir jadwal keberangkatan pukul 05.25 WIB berjalan setiap hari mulai tanggal 3 Agustus sampai 31 Agustus 2020
  3. KA 130 Harina relasi Bandung – Cirebon – Semarang – Surabaya Pasarturi jadwal keberangkatan dari Stasiun Bandung pukul 21.40 WIB berjalan tanggal 7, 14, 21, dan 28 Agustus 2020
  4. KA 296C Pasundan relasi Kiaracondong – Surabaya Gubeng jadwal keberangkatan dari Stasiun Kiaracondong pukul 10.15 WIB berjalan tanggal 7, 8, 9, 14, 15, 16, 21, 22, 23, 28, 29, dan 30 Agustus 2020

“Di bulan Agustus 2020, ada beberapa perjalanan tambahan untuk KA Jarak Jauh di Daop 2. Kereta-kereta tersebut adalah dua perjalanan KA Argo Parahyangan tujuan Jakarta, satu KA Harina tujuan Surabaya Pasarturi melalui Cirebon dan Semarang dan satu perjalanan KA Pasundan relasi Kiaracondong – Surabaya Gubeng,” ujar Noxy.
Sehingga total perjalalan KA Jarak Jauh di Daop 2 pada bulan Agustus menjadi 9 perjalanan. Setelah sebelumnya PT KAI Daop 2 telah mengoperasikan KA Turangga (Bandung-Surabaya Gubeng), KA Turangga (Bandung-Gambir), KA Serayu Pagi (Pasar Senen – Kiaracondong – Purwokerto), KA Serayu Pagi (Purwokerto-Kiaracondong-Pasar Senen), dan KA Kahuripan (Kiaracondong-Blitar).
“Kereta Api tersebut kami jalankan kembali setelah melihat minat masyarakat yang terus tumbuh untuk menggunakan transportasi kereta api,” ujar Noxy.

Protokol Kesehatan dan Rapid Test
Layanan Rapid Test di stasiun hasil kerja sama KAI dan Rajawali Nusindo sangat diminati oleh calon pelanggan. Terbukti sampai dengan 2 Agustus, terdapat 612 calon pelanggan yang menggunakan layanan rapid test di Stasiun Bandung.

Meski terjadi peningkatan perjalanan kereta api, KAI tetap berkomitmen menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan menggunakan kereta api dengan aman, selamat, nyaman, dan sehat sampai di stasiun tujuan.

Pelanggan yang naik kereta api diharuskan memakai masker, suhu tidak melebihi 37,3 derajat, dalam kondisi sehat (tidak demam, batuk, flu, dan sesak napas), serta mengimbau pelanggan untuk memakai pakaian lengan panjang.

Khusus untuk pelanggan KA Jarak Jauh diminta untuk menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan) atau surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR dan/atau Rapid Test , mengenakan face shield selama dalam perjalanan hingga meninggalkan area stasiun tujuan. Bagi pelanggan dewasa, face shield akan disediakan KAI. Sedangkan pelanggan dengan usia dibawah 3 tahun (infant) agar membawa face shield pribadi. Serta mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat seluler.

Tiket dapat dipesan mulai H-7 keberangkatan secara online melalui aplikasi KAI Access, website kai.id, dan mitra resmi penjualan tiket KAI lainnya. Sedangkan loket di stasiun hanya melayani penjualan tiket mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api.
Untuk informasi lebih lanjut tentang perjalanan KA di bulan Agustus, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di 021-121, email cs@kai.id, dan sosial media KAI 121.

“Penambahan kereta api di bulan Agustus ini kami harap dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tutup Noxy. (*/tim)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA

Ini, Aset Negara yang Dialihkan ke Pemda Semarang agar Optimal

Published

on

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati. (Foto : Instagram @smindrawati)

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap pembangunan Kota Semarang terus menjaga tempat-tempat maupun situs-situs yang memiliki kekhususan historis agar menjadi daya tarik wisata baik dalam maupun luar negeri.

“Saya berharap taman (Signature Park) ini akan dapat menambah kecantikan dan juga kelengkapan kota Semarang untuk menjadi sebuah tempat yang menjadi destinasi bagi seluruh masyarakat dunia melihat sebuah icon di tengah pulau Jawa, yang memiliki cerita historis yang luar biasa panjang dan tentu juga memiliki kekhususan dari sisi masyarakatnya kulinernya budayanya yang bisa menjadi salah satu bentuk peradaban yang kita semua bisa banggakan,” ujar Menkeu ketika memberikan sambutan secara virtual pada acara Ground Breaking Taman Signature Park Kota Semarang pada Rabu (29/7/2020).

Menkeu menginginkan Signature Park di kota Semarang akan menjadi salah satu paru-paru dari kota Semarang dari sisi keasriannya dan sustainabilitas dari lingkungan sehingga masyarakat Semarang sendiri juga bisa menikmati apa yang akan menjadi salah satu aset penting dari kotanya terutama dari sisi estetika, lingkungan, keakraban sehingga bisa menjadi pusat bagi masyarakat kota Semarang berinteraksi sebagai masyarakat yang berbudaya dan harmonis, juga memiliki kerukunan untuk bisa memelihara kehidupan kota Semarang.

“Kecantikan, keharmonisan dan kerukunan ini akan bisa menimbulkan suatu aura positif yang saya harapkan akan makin meningkatkan daya tarik Semarang, tidak hanya di antara kota-kota di Indonesia namun juga bisa menjadi icon dunia. Terima kasih kepada Walikota dalam hal ini untuk melakukan upaya-upaya perbaikan dari kota Semarang ini. Saya juga berharap namanya taman Signature Park harusnya dia hijau dan bisa menjadi paru-paru kota sehingga fungsi ekologisnya bisa terus ditingkatkan termasuk dari sisi resapan air dan mengurangi polusi udara di kota Semarang,” tambah Menkeu.

Lokasi dari pembangunan Taman Signature Park sendiri merupakan tanah lapang yang sejak masa krisis moneter terbengkalai di jalan Piere Tendean ini dan di jalan Pemuda karena merupakan bagian dari aset negara yang berasal dari ex-BPPN. Menkeu menyambut baik aset ini sekarang tidak menjadi aset yang mangkrak dan dihibahkan kepada Pemerintah Kota Semarang pada Tahun 2019. 

Menkeu juga berharap, aset ini akan bisa makin meningkat tidak hanya dari sisi nilainya, namun juga dari sisi kemanfaatannya kepada masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi dari masyarakat di kota Semarang dari penggunaan dan optimalisasi aset tersebut.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang melakukan proses untuk pengalihan ini dan saya juga berterima kasih kepada Walikota Semarang dan seluruh jajaran Pemerintahan Daerah Kota Semarang yang akan memanfaatkan aset itu untuk peningkatan nilainya, nilai ekonomis, nilai sosial, nilai budaya dan nilai dari lingkungannya. Terima kasih atas kerja yang sangat baik ini semoga ini akan bisa menjadi contoh pemanfaatan aset-aset negara menjadi lebih baik. Selamat terus mempercantik diri kota Semarang sehingga membuat saya akan terus rindu untuk kembali ke kota Semarang,” pungkas Menkeu. (keu)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending