Connect with us

JAKARTA

Anggota DPR Soroti Wacana Penggantian Eselon dengan Kecerdasan Buatan

Published

on

Anggota Komisi II dari Fraksi PKS DPR RI, Surahman Hidayat.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Anggota Komisi II dari Fraksi PKS DPR RI, Surahman Hidayat, menyoroti wacana gagasan terkait kebijakan penggantian eselon III dan IV yang rencananya bakal digantikan dengan mekanisme artificial intelligence atau kecerdasan buatan.

“Perlu disiapkan bagaimana skenario kebijakan ini mulai dijalankan, jangan sampai kebijakan ini membuat gaduh dan pada akhirnya memperburuk kualitas pelayanan publik,” kata Surahman Hidayat dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Menurut Suraman, perbaikan pelayanan perizinan ataupun pelayanan publik lainnya tidak hanya terkait dengan banyaknya jenjang dalam birokrasi kita, akan tetapi lebih disebabkan masalah sistem yang dibangun dan kemampuan aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Untuk itu, ujar dia, hal terpenting dalam reformasi birokrasi adalah dimulai dengan merasionalisasi jumlah Aparatur Sipil Negara yang ada saat ini.

Namun, lanjutnya, penggunaan artificial intelligence (kecerdasan buatan) membutuhkan penyesuaian peraturan perundang-undangan serta persiapan sistem teknologi yang mendukung.

“Jangan sampai kecerdasan buatan yang digunakan sering mengalami gangguan atau error,” lanjutnya.

Apalagi, ia mengingatkan bahwa berdasarkan Laporan Oxford Insights dan International Development Research Centre mengungkapkan, kesiapan Indonesia menerapkan artificial intelligence berada diperingkat kelima di ASEAN dan posisi 57 dari 194 negara di dunia.

Selain itu, Surahman berpendapat bahwa permasalahan pelayanan publik di Indonesia tidak hanya terkait dengan kecepatan pelayanan, tapi juga terkait dengan keadilan dan keramahan pelayanan serta informasi yang jelas terkait syarat untuk mendapatkan pelayanan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan gaji para pejabat eselon III dan IV yang dialihkan menjadi fungsional tidak akan berubah seiring program pemerintah melakukan penyederhanaan birokrasi.

“Gaji tidak berubah tapi mungkin fasilitasnya,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Jumat (29/11).

Menurut dia, Presiden Joko Widodo juga sudah menyampaikan bahwa pemangkasan eselonisasi tersebut tidak mempengaruhi penerimaan para pejabat eselon III dan IV tersebut.

Begitu juga terkait rencana menggantikan tenaga manusia menggunakan robot atau kecerdasan buatan (artificial intelegence), Menkeu menjelaskan hal itu akan dilakukan untuk posisi dan fungsi tertentu.

“Bagaimana mereka bisa berfungsi baik sesuai tugas birokrasi, itu yang menjadi fokus untuk terus diperbaiki baik dari struktur layer maupun fungsi mereka,” katanya. (mrr)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

JAKARTA

Genangan Air Semakin Surut, Jumlah Pengungsi Menurun

Published

on

BMKG memprediksi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga sepekan kedepan.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Enam hari pascabanjir di Jabodetabek dan sekitarnya, data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB 7 Januari 2020 pukul 06.00 WIB menunjukkan genangan air hanya terlihat di dua titik wilayah yaitu Kabupaten Bogor 20 cm dan Jakarta Barat 20-60 cm.

Terjadi penurunan jumlah pengungsi yang cukup signifikan, semula 36.419 jiwa menjadi 14.535 jiwa.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga sepekan kedepan, dan siklus ini akan berulang hingga pertengahan Februari.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dengan aktif memantau informasi peringatan dini cuaca dari BMKG serta gotong royong dalam melakulan pembersihan got, gorong-gorong, selokan dan daerah resapan air lainnya.

Hal ini dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan dan mitigasi dalam menghadapi curah hujan tinggi yang berpotensi banjir. (Narasumber : Agus Wibowo, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BMKG). (*)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAKARTA

Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Jakarta Barat

Published

on

PT Pupuk Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada korban banjir di sejumlah di Jakarta Barat, Minggu (5/1/2020).
Adilmakmur.co.id, Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada para korban banjir di sejumlah wilayah di Jakarta Barat.

Bantuan berupa barang dan makanan untuk kebutuhan sehari-hari seperti selimut, popok bayi, biskuit dan air mineral, beras, ikan kemasan, minyak goreng, kecap, hingga makanan siap saji.

Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana di Jakarta, Minggu (5/12/2019), mengatakan bantuan sudah disalurkan sejak 3 Januari 2020, diharapkan dapat meringankan kesulitan yang dirasakan para korban banjir di Jakarta Barat.

“Kami turut prihatin atas bencana ini dan berusaha maksimal membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban,” ujarnya.

Di bawah kordinasi PT PLN (Persero) selaku Kordinator Penanganan Banjir BUMN di Jakarta Barat, BUMN terus bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Posko Siaga Jakarta Barat guna mendapatkan informasi kebutuhan mendesak apa saja yang diperlukan warga, khususnya warga Jakarta Barat.

Wijaya menuturkan sesuai arahan Kementerian BUMN, Pupuk Indonesia sebagai perusahaan negara turut serta dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir di Jakarta Barat bersama dengan PT PLN (Persero) selaku BUMN Kordinator, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Kementerian BUMN dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepakat membentuk tim lintas BUMN guna membantu korban banjir di beberapa titik di wilayah Jabodetabek.

Di bawah koordinasi BNPB, tim penanganan banjir BUMN memberikan bantuan logistik di setiap wilayah seperti makanan, obat-obatan, pakaian dan lainnya.

“Bantuan Pupuk Indonesia akan terus bertambah seiring dengan kondisi dan hasil koordinasi dengan para pihak terkait. Selain itu, kami juga proaktif memastikan kondisi para karyawan yang menjadi korban banjir,” tandas Wijaya. (roy)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAKARTA

Presiden Jokowi : Persoalan Jakarta Hanya Banjir dan Macet

Published

on

Presiden terpilih 2019, Joko Widodo.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo menilai bahwa persoalan di ibu kota Jakarta hanyalah banjir dan macet, dan dua masalah tersebut sedang dikerjakan solusinya.

Hal tersebut terungkap dalam acara diskusi Presiden Jokowi dengan wartawan di Balikpapan pada Rabu. Saat itu wartawan menanyakan banjir yang terjadi di beberapa titik di Jakarta pada Selasa (17/12/2019) bahkan sejumlah video sempat viral menunjukkan besarnya volume air di beberapa lokasi di Jakarta tersebut.

“Persoalan besar di Jakarta hanya 2 yaitu banjir, yang kedua macet, banjir kita memang masih dalam proses membangun bendungan yang namanya Sukamahi dan Ciawi, di Bogor. Selesai kira-kira akhir tahun depan Insya Allah,” kata Presiden di Balikpapan, Rabu (18/12/2019).

Presiden sempat terdiam sekitar 30 detik saat dimintai komentar mengenai banjir di kota yang sempat ia pimpin pada 2012-2014.

“Kalau dua bendungan itu sudah jadi (banjir Jakarta) akan bisa lebih dikendalikan tapi juga sangat tergantung sekali dengan pembersihan got, kemudian juga pelebaran dari sungai Ciliwung yang sampai di Jakartanya menyempit, ketiga manajemen pengelolaan pintu-pintu air dan pengerukan waduk-waduk di Jakarta seperti waduk Pluit dan lainnya,” tambah Presiden.

Sedangkan untuk urusan mengatasi macet, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa sudah ada sejumlah transportasi massal yang dibangun di Jakarta.

“Untuk urusan macet, kita juga sudah membangun MRT (mass rapid transport) tahap 1 selesai, bangun LRT (light rapid transport) yang nanti akhir 2021 Insya Allah selesai akan sangat mengurangi macet,” ungkap Presiden.

Langkah pamungkas adalah dengan mengintegrasikan 6 moda transportasi di Jakarta.

“Dan tentu mengintegrasikan dari moda transportasi yang ada LRT digabung dengan MRT digabung dengan Transjakarta dengan commuter (line) dengan kereta bandara nanti mungkin dengan kereta cepat, jadi 6 transportasi diintegrasikan semua akan sangat-sangat mengurangi kemacetan Jakarta,” jelas Presiden.

Namun Presiden mengatakan bila ibu kota negara tidak pindah maka tidak mungkin kemacetan dan banjir diatasi.

“Tapi sekali lagi kalau tidak pindah ibu kota ya memang tetap akan sulit karena semua orang ingin meniti karir di Jakarta, bisnis di Jakarta, semua mikir dari seluruh tanah air ke Jakarta semua atau mungkin ke Jawa,” ungkap Presiden.

Dengan kondisi tersebut maka kepadatan penduduk semakin bertambah dari hari ke hari.

“Sebanyak 56 persen penduduk kita di Jawa khususnya Jakarta dan sekitarnya, PDB (Pendapatan Domestik Bruto) ekonomi kita 58 persen ada di Jawa khususnya di Jakarta, sehingga perlu pemerataan ekonomi,” tegas Presiden.

Setidaknya ada 19 genangan air di Jakarta pada Selasa (17/12/2019) yaitu di Jalan HR Rasuna Said genangan setinggi 10-20 sentimeter, Jalan Denpasar Raya 10-30 sentimeter, serta Jalan Pasar Kebayoran Lama yaitu 10-35 sentimeter.

Untuk Jakarta Pusat, Jalan Gerbang Pemuda setinggi 10-25 sentimeter, Jalan Gelora 10-30 sentimeter, Jalan Asia Afrika 10-20 sentimeter, dan Jalan Pangeran Diponegoro itu 5-15 sentimeter.

Lalu di Jakarta Timur ada di Jalan Raya Lapangan Tembak Cibubur setinggi 5-10 sentimeter, Jalan Pulomas Raya 20 sentimeter, Jalan Pemuda Raya 5-10 sentimeter, Jalan Komodor Halim itu 15 sentimeter, dan Jalan Bojana Tirta 35 sentimeter

Sedangkan, Jakarta Barat ada di Letjen S Parman, Kemanggisan Palmerah genangan mencapai 5-15 sentimeter, Jalan Tanjung Duren, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan itu 10-30 sentimeter dan Jalan Tubagus Angke, Angke, Tambora mencapai 30 sentimeter. (dln)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending