Connect with us

JAWA BALI

Wiranto Diserang, Ajudan dan Seorang Polisi Juga Kena Tusuk

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto.

Adilmakmur.co.id, Pandeglang – Selain Menkopolhukam Wiranto, ajudan dan seorang polisi juga kena tusuk dan saat ini sedang mendapat perawatan di RSUD Berkah Pandeglang.

“Informasinya memang ajudan Wiranto dan seorang polisi juga kena tusuk, tapi belum ada yang bisa dimintai keterangan,” kata Rangga Ekaputera, kontributor Antara melaporkan dari RSUD Berkah Pandeglang.

Menurut Rangga, kondisi RSUD Berkah dipenuh oleh petugas dan masyarakat. Keterangan resmi rencananya akan diberikan pihak Pemkab Pandeglang.

Belum ada pihak terkait yang bisa dikonfirmasi atau memberikan keterangan terkait kejadian penusukan yang dialami Menkopolhukam Wiranto usia peresmian gedung Mathlaul Anwar di Menes Pandeglang.

Sebelumnya beredar video di media sosial mengenai kejadian penusukan Menkopolhukam Wiranto oleh seseorang yang tidak dikenal. Informasi yang diperoleh, saat kejadian tersebut Wiranto baru turun dari mobil dan hendak naik helikopter. Tiba-tiba ada seseorang yang menyerang dengan menggunakan pisau. (sbs)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

JAWA BALI

Wagub Jabar Imbau Warga Tak Perlu Takut buat SKCK

Published

on

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum.

Adilmakmur.co.id, Bandung – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengimbau agar warga tak perlu takut saat akan hendak membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), terkait bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, pada Rabu pagi sekitar pukul 08.45 WIB.

“Masyarakat yang ingin membuat SKCK yang ingin berkepentingann ke kepolisian jangan merasa was-was dan takut,” kata Wagub Uu Ruzhanul Ulum di Kota Bandung, Rabu (13/11/2019).

Wagub Jabar juga meminta kepada warga jangan sampai mengurungkan niatnya saat hendak membuat SKCK ke kantor polisi karena ada kejadian bom di Mapolrestabes Medan.

“Jangan sampai mengurungkan niat untuk kebutuhan adminitrasi dan aparatur. Kami yakin untuk wilayah Jawa Barat itu akan aman tidak ada kejadian semacam itu,” kata dia.

Wagub Uu juga menyatakan prihatin dengan kejadian bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, pada Rabu pagi sekitar pukul 08.45 WIB.

“Pertama saya merasa prihatin dengan kejadian bom di Polrestabes Medan ini mudah-mudahan tidak terjadi lagi di tempat lain. Termasuk di Jabar,” kata dia.

Wagub Uu mengatakan kejadian bom bisa sangat berdampak pada keamanan sebuah wilayah dan membuat rasa khawatir atau was-was di kalangan masyarakat.

“Karena itu semua bisa berdampak tentang keamanan yang lainnya dan rasa-rasa masyarakat,” kata dia.

Khusus untuk wilayah Jawa Barat, kata Wagub Uu, pihaknya meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bisa membangun kerja sama dengan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayahnya.

“Untuk keamanan minta ditingkatkan dan menjaga keamanan itu jangan hanya dibebankan ke aparat saja karena jumlahnya terbatas,” kata dia.

Dia mengatakan masyarakat juga harus lebih waspada terhadap pihak-pihak luar yang tak dikenal atau mencurigakan.

“Jadi harus ada unsur kehati-hatian bila ada orang yang mencurigakan kalau ada yang mencurigakan atau apa harus cepat tanggap, laporkan ke aparat keamanan,” kata dia.

Sebelumnya, “Untuk keamanan minta ditingkatkan dan menjaga keamanan itu jangan hanya dibebankan ke aparat saja karena jumlahnya terbatas,” kata dia.

“Untuk keamanan minta ditingkatkan dan menjaga keamanan itu jangan hanya dibebankan ke aparat saja karena jumlahnya terbatas,” kata dia. (asd)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA BALI

Wagub Jabar Prihatin Bom di Mapolrestabes Medan

Published

on

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum.

Adilmakmur.co.id, Bandung – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menyatakan prihatin dengan kejadian bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, pada Rabu pagi sekitar pukul 08.45 WIB.

“Pertama saya merasa prihatin dengan kejadian bom di Polrestabes Medan ini mudah-mudahan tidak terjadi lagi di tempat lain. Termasuk di Jabar,” kata Wagub Uu Ruzhanul Ulum di Bandung, Rabu (13/11/2019).

Wagub Uu mengatakan kejadian bom bisa sangat berdampak pada keamanan sebuah wilayah dan membuat rasa khawatir atau was-was di kalangan masyarakat.

“Karena itu semua bisa berdampak tentang keamanan yang lainnya dan rasa-rasa masyarakat,” kata dia.

Khusus untuk wilayah Jawa Barat, kata Wagub Uu, pihaknya meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bisa membangun kerja sama dengan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayahnya.

“Untuk keamanan minta ditingkatkan dan menjaga keamanan itu jangan hanya dibebankan ke aparat saja karena jumlahnya terbatas,” kata dia.

Dia mengatakan masyarakat juga harus lebih waspada terhadap pihak-pihak luar yang tak dikenal atau mencurigakan.

“Jadi harus ada unsur kehati-hatian bila ada orang yang mencurigakan kalau ada yang mencurigakan atau apa harus cepat tanggap, laporkan ke aparat keamanan,” kata dia.

“Untuk keamanan minta ditingkatkan dan menjaga keamanan itu jangan hanya dibebankan ke aparat saja karena jumlahnya terbatas,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi di Mako Polrestabes Medan di Jalan HM Said Medan, Rabu pagi sekitar pukul 08.45 WIB.

Ledakan diduga merupakan bom bunuh diri yang dilakukan seorang menggunakan atribut pengemudi ojek online dan meledak di sekitar kantin Polrestabes Medan. (asd)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA BALI

Wali Kota Risma Ingin Akhiri Masa Jabatannya dengan Khusnul Khatimah

Published

on

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Adilmakmur.co.id, Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada saat membacakan jawaban atau tanggapan atas pandangan umum fraksi-fraksi saat rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Surabaya, Kamis (31/10/2019), menginginkan akhir masa jabatannya pada 2021 dengan husnulkhatimah atau berakhir dengan baik.

Wali Kota Risma menegaskan bahwa dirinya tidak butuh pencitraan.

“Saya tidak butuh pencitraan. Tidak ada uang yang saya gunakan untuk pencitraan saya,” kata Risma.

Meski demikian, Risma mengakui tidak bisa memungkiri banyak informasi yang beredar dan tidak bisa membendungnya.

“Mungkin Bapak/Ibu (anggota DPRD) mendengar ini begini, ini begini. Kadang tidak seperti itu kenyataannya. Jadi, mohon percaya kepada saya,” katanya.

Sebaliknya, kata Risma, jika ingin melakukan pencitraan, hal itu sudah dilakukannya sejak tahun-tahun sebelumnya.

Ia pun menolak ketika ditawari jabatan menteri.

“Kalau saya mau, mungkin sudah 4 tahun lalu saya sudah jadi menteri. Kemarin pun saya tolak. Betul itu yang saya jawab. Yang saya sampaikan ke media, saya berani disumpah dengan cara apa pun,” katanya.

Akan tetapi, karena dugaan pencitraan itu, Risma mengambil sikap meminta semua pejabat di sekretariat daerah, asisten, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tidak berbicara atau memberikan statemen ke media massa.

“Mulai hari ini saya minta, dan kalau memang dibutuhkan, saya, mulai jajaran di bawah saya, sekda, asisten, kepala OPD, dan staf tidak saya perkenankan bicara ke media,” ujarnya.

Untuk semua pemberitaan, menurut Risma, akan dikomunikasikan dengan media center Pemkot Surabaya.

“Karena bagi saya, harga diri lebih penting dibandingkan yang lain,” katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar Arif Fathoni menilai Wali Kota salah menafsirkan pandangan umumnya.

Untuk diketahui, kebetulan memang Fraksi Partai Golkar ini yang menyikapi dan memberi pertanyaan tentang adanya pencitraan.

Menurut Arif Fathoni, pihaknya justru mengapresiasi kinerja Wali Kota/Wakil Wali Kota Surabaya. Hal ini akan menjadi tinta emas bagi masyarakat Surabaya.

“Akan tetapi, karena tahun depan memasuki masa pilkada, kami meminta komitmen Wali Kota akan menjaga APBD tidak digunakan atau jembatan bagi pertarungan kontestasi politik,” katanya.

Arif Fathoni menyatakan bahwa pihaknya tidak mengkritik Wali Kota. Namun, ia menerangkan bahwa ada kecenderungan pencitraan terhadap salah satu kepala OPD di Pemkot Surabaya.

“Kami mengingatkan mumpung ini belum terjadi agar tidak terjadi abuse of power di kemudian hari. Yang kami kritisi adalah yang berminat menjadi pengganti Bu Risma, jangan gunakan APBD untuk jembatan citra diri,” katanya.

Menanggapi hal itu, Risma mengatakan bahwa pejabatnya juga tidak butuh pencitraan.

Ia menceritakan memilih pejabat sangat sulit. Bahkan, saat dibuka ada pencalonan kepala dinas, tidak ada pejabat yang daftar. Wali Kota yang akhirnya menunjuk mereka.

“Kalau pencalonan kepala dinas, tidak ada yang daftar sehingga saya harus menunjuk. Mereka tahu risikonya berat, tanggung jawabnya tidak hanya di dunia, tetapi sampai di akhirat,” katanya. (ran)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending