Connect with us

KALIMANTAN

Polda Kalbar Tangani 99 Kasus Karhutla

Published

on

Kebakaran hutan dan lahan tersebut bukan hanya dari masyarakat biasa tapi ada oknum-oknum tertentu yang sengaja membakar lahan.

Adilmakmur.co.id, Pontianak – Kapolda Kalimantan Barat, Irjen (Pol) Didi Haryono menyatakan, hingga saat ini pihaknya menangani sebanyak 95 kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melibatkan perorangan 64 dan korporasi 35 kasus.

“Sampai saat ini ada sebanyak 99 kasus Karhutla yang diproses hukum, di antaranya sebanyak 30 kasus masih dalam tahan penyelidikan, dan 65 kasus dalam tahap penyidikan,” kata Didi Haryono saat menghadiri Focus Group Discussion di Pontianak, Selasa (8/10/2019).

Ia menjelaskan, dari 65 tahap penyidikan tersebut, terdiri dari 27 dalam proses sidik, 31 masuk ke tahap satu, kemudian enamnya masuk ke tahap dua.

“Untuk yang tahap satu pengiriman berkas pada jaksa kemudian untuk yang masuk ke tahap dua sudah proses mengirimkan berkas tersangka dan barang bukti,” katanya.

Selanjutnya, ia menambahkan bahwa sudah ada 72 tersangka dari kasus Karhutla itu, sebanyak 34 tersangka diantaranya sudah dilakukan penahanan.

“Memang opsi terakhir dalam kita mengelola apapun adalah penegakan hukum, ketika upaya-upaya pencegahan dan pendeteksian tidak diindahkan maka jalan ini harus kita lakukan,” kata Didi.

Sementara itu, Gubernur Kalbar, Sutarmijdi menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan tersebut bukan hanya dari masyarakat biasa tapi ada oknum-oknum tertentu yang sengaja membakar lahan.

Ia berharap, ke depan Karhutla tidak lagi menjadi masalah besar di Kalbar. “Jangan sampai investasi yang sudah kita lakukan menjadi masalah kita ke depan. Makanya hindari hal-hal yang curang, kelola lahan itu dengan hati jangan dengan nafsu, jangan cuma mementingkan kepentingan perusahaan tapi pentingkan juga masyarakat kita,” katanya. (adl)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KALIMANTAN

Pemprov Kalsel Persiapkan Infrastruktur Strategis Menjadi Branda Depan Utama Ibu Kota Negara

Published

on

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan, H Nurul Fajar Desara. (kiri)

Adilmakmur.co.id, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan telah mempersiapkan sejumlah infrastruktur strategis untuk menjadi beranda depan utama ibu kota negara baru. Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan, H Nurul Fajar Desara, di Banjarbaru, Jumat (7/2/2020) siang.

“Saat ini kita menyiapkan untuk membangun pelabuhan mekar putih untuk menjadi internasional,” paparnya.

Persiapan lain pembangunan rawa untuk menyangga pangan, kawasan industri, bendungan, energi, jalan bebas hambatan Banjarbaru Batulicin, Jembatan penghubung Pulau Laut, Banjar Bakula.

Pembangunan jalan lintas barat dari Batola menuju Tabalong hingga ke Kalimantan Timur, dan yang tidak kalah penting adalah pariwisata,” ucapnya.

Disampaikan Fajar, semua infrastruktur tidak akan berarti jika tidak di dukung dengan Sumber Daya Manusia yang unggul dan sehat.

“Untuk mendukung SDM yang unggul dan sehat kita bangun berbagai fasilitas pendidikan seperti kebandaraan, pelayaran, kepariwisataan, seni dan budaya, perikanan dan kelautan, industri, geologi, pembangunan Rumah Sakit layanan Jantung dan Saraf,” katanya.

Menurutnya, dengan rencana komprehensif seperti itu Kalsel akan menjadi halaman depan ibu kota negara yang baik.

“Hal itu sesuai dengan keinginan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor bahwa Kalsel akan menjemput dunia,” katanya.

Lamgkah konkretnya, Pemprov Kalsel telah mengusulkan infrastruktur strategis ini ke Bappenas.

“Yang sudah masjkKawasan Banjarbakula, Kawasan Industri Batulicin dan Jorong kita juga mengusulkan KEK Mekar Putih yang di dalamnya ada pelabuhan ke Dewan KEK, kita juga sudah menyiapkan jalan bebas hambatan banjarbaru batulicin,” ucapnya.

Menurutnya, Kalimantan Selatan pantas menjadi halaman depan utama ibu kota sesuai dengan letaknya yang sangat strategis berada di tengah-tengah Indonesia dan bebas dari gempa bumi serta berada di ALKI I dan II, memiliki potensi lahan rawa mencapai 500 ribu hektar.

Dikatakanya, bahkan momen Hari Pers Nasional yang dilaksanakan di Kalsel mengusung tema Kalsel menjadi Gerbang Ibu Kota Negara.

“Kita beharap insan pers dapat lebih menggelorakan ini sehingga dapat didengar oleh pemerintah pusat,” katanya. (ini)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KALIMANTAN

Presiden Jokowi Jajal Trek Jalan Perbatasan Nunukan Tunggangi Motor

Published

on

Presiden Jokowi beserta rombongan saat meninjau langsung pembangunan jalan perbatasan di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019).

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo “menjajal” trek jalan perbatasan di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dengan menunggangi motor Kawasaki W175 yang “dicustom” oleh Katros Garage.

Diketahui dari video unggahan Menteri BUMN @erickthohir di media sosial Instagram pada Kamis (19/12/2019), Jokowi mengenakan jaket berwarna merah buatan Bulls Syndicate saat riding motornya yang berkelir hijau. Sejumlah Paspampres dengan motor trail pun mengekor di belakang Presiden.

Dalam video itu, Erick merekam kegiatan peninjauan pembangunan jalan perbatasan sepanjang 966 kilometer.

“Diajak Pak Presiden @Jokowi mengunjungi perbatasan Indonesia dan Malaysia naik motor. Saya dibonceng Danpaspampres, Bang Maruli,” demikian caption dalam unggahan video @erickthohir itu.

Dalam video terlihat kondisi jalan yang sudah dikeraskan dengan batu split. Iringan rombongan bermotor pun melewati bukit dan kawasan hutan di Kalimantan Utara. Di sisi kiri jalan juga terlihat berdiri beberapa bendera merah putih yang berkibar di tiang.

Motor custom berkonsep chopper. Selain Erick, tampak juga Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengendarai motor trail Kawasaki KLX yang mengenakan helm berwarna hijau tua.

Dalam foto Instagram unggahan @pramonoanungw, terlihat Presiden mengenakan helm half face.

“Mengunjungi perbatasan Indonesia-Malaysia di Krayan Kalimantan Utara naik motor trail bersama Presiden @jokowi, menyusuri jalan yang baru dibangun oleh pemerintah RI #kabinetindonesiamaju #bangsaku,” demikian caption dalam unggahan Pram.

Dalam jumpa pers di Kecamatan Krayan, Presiden menjelaskan pembangunan jalan perbatasan sepanjang 966 kilometer telah rampung.

Infrasktruktur jalan diharapkan mendorong ekonomi masyarakat di daerah. Presiden mengatakan pemerintah terus melanjutkan pembangunan infrastruktur ke depan, selain juga membangun Sumber Daya Manusia Indonesia.

“Inilah pentingnya infrastuktur, menghubungkan antara kabupaten dengan kabupaten. Sehingga ekonomi bisa berjalan karena ada mobilitas orang, mobilitas barang, mobilitas komoditas,” demikian Presiden. (bay)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KALIMANTAN

Presiden Jokowi Tinjau Jalan Perbatasan 966 KM di Nunukan, Kalimantan Utara

Published

on

Presiden Jokowi beserta rombongan saat meninjau langsung pembangunan jalan perbatasan di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019).

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan jalan di perbatasan yang berlokasi di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

“Ini adalah garis batas antara Indonesia dan Malaysia. Nunukan, dan di sebelah sana Serawak. Kita harapkan nanti jalan-jalan yang sedang kita kerjakan ini akan segera kita selesaikan,” demikian Presiden dalam laporan Foto ketika jumpa pers di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019) yang menjelaskan progres pembangunan jalan di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

Menurut Presiden, jalan perbatasan di Kalimantan Utara yang telah selesai dikerjakan yakni sepanjang 966 kilometer.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan pembangunan infrastsruktur, salah satunya akses jalan, terus dikerjakan oleh pemerintah.

Pembangunan infrastruktur itu diharapkan Presiden dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa.

“Inilah pentingnya infrastuktur, menghubungkan antara kabupaten dengan kabupaten. Sehingga ekonomi bisa berjalan karena ada mobilitas orang, mobilitas barang, mobilitas komoditas,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan pemerintah tetap meneruskan program pembangunan infrastruktur dalam lima tahun ke depan selain membangun kualitas dan kapabilitas Sumber Daya Manusia.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Nunukan, Presiden juga mendapat penganugerahan gelar adat Dayak Lundayeh.

Usai kegiatan di Nunukan, Jokowi menuju Kabupaten Malinau bertemu dengan Tetua Adat Dayak Kenyah beserta 11 ketua suku di kabupaten itu.

Kemudian Presiden direncanakan meninjau potensi “hydro power” melalui udara dengan menumpang helikopter. (bay)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending