Connect with us

PAPUA

Wakapolda: Keamanan Semua Ibu Kota Kabupaten Papua Terjamin

Published

on

Wakapolda Papua Brigjen Polisi, Jacobus Marjuki.

Adilmakmur.co.id, Timika – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Brigjen Polisi Jacobus Marjuki menyatakan situasi keamanan di hampir seluruh ibukota kabupaten di Provinsi Papua kini terjamin.

“Kota-kota semua di Papua tidak ada masalah, semua terjamin keamanannya,” kata Brigjen Jacobus di Timika, Senin (7/10/2019).

Berbeda halnya dengan beberapa daerah di pedalaman Papua seperti Lanny Jaya, Nduga dan Ugimba (Kabupaten Intan Jaya), katanya, kondisi keamanannya perlu diwaspadai lantaran masih bercokolnya kelompok separatis bersenjata.

Wakapolda menyambut baik usulan Bupati Puncak Willem Wandik agar aparat TNI dan Polri membuka keran komunikasi dengan KKSB yang selama ini sering melakukan teror penembakan di Kabupaten Puncak, terutama di Kota Ilaga dan sekitarnya.

“Tidak ada masalah, kita kedepankan langkah persuasif. Tidak bisa sepenuhnya kita represif terus, tapi membangun komunikasi dengan semua pihak itu penting. Langkah represif dalam rangka penegakan hukum itu jalan terakhir yang kita tempuh. Melalui pendekatan persuasif dan preventif itu diharapkan ke depan tidak lagi timbul masalah-masalah,” ujarnya.

Wakapolda menegaskan jajarannya akan terus memburu siapapun pelaku kerusuhan Wamena pada Senin (23/9/2019) lalu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

“Siapapun pelaku kerusuhan akan dikejar. Semua masyarakat mendukung kita. Berilah kesempatan kepada kepolisian untuk memproses perusuh-perusuh itu, jangan sampai nila setitik lalu merusak susu sebelanga. Bagi yang merasa tidak bersalah, silakan menempuh jalur hukum,” katanya.

Wakapolda juga memastikan para pelaku kerusuhan Jayapura beberapa waktu lalu bakal dibawa ke Kalimantan Timur untuk menjalani persidangan di daerah itu.

Pemindahan lokasi persidangan Buctar Tabuni dan rekan-rekannya itu ke Kalimantan Timur semata-mata demi menjaga keamanan di wilayah Jayapura dan sekitarnya agar terhindar dari kerusuhan massal sebagaimana terjadi pada 29 Agustus lalu. (esr)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PAPUA

Wagub Papua : Masyarakat Jangan Terprovokasi Jelang Pelantikan Presiden

Published

on

Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Klemen Tinal.

Adilmakmur.co.id, Jayapura – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Klemen Tinal mengimbau masyarakat Bumi Cenderawasih untuk tidak terprovokasi menjelang pelantikan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI di Jakarta pada 20 Oktober 2019.

“Pelantikan presiden ini merupakan pesta rakyat sehingga seharusnya semua pihak bersyukur, bersukacita dan bergembira,” katanya di Jayapura, Rabu (16/10/2019).

Menurut Klemen, justru masyarakat harus berdoa supaya dengan dilantiknya Presiden maka pembangunan ke depan untuk bangsa dan negara lebih baik lagi.

“Jangan sampai hal yang bersifat besar ini dimasuki hal-hal kecil oleh orang dengan pikiran-pikiran sempit sehingga diimbau kepada masyarakat untuk tidak menanggapinya,” ujarnya.

Senada dengan Klemen Tinal, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua Doren Wakerkwa mengatakan pihaknya memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan pelantikan Presiden dalam waktu dekat.

“Rakyat Papua sudah memberikan dukungan 90 persen lebih kepada Jokowi sehingga merasa senang atas pelantikan tersebut,” katanya.

Dia menjelaskan tidak akan ada gerakan tambahan di mana pihaknya juga tidak menginginkan adanya kejadian-kejadian ke arah negatif seperti paham radikalisme dan lain sebagainya.

“Papua masih berduka atas kejadian di Wamena dan beberapa wilayah lainnya sehingga kami sangat menolak keberadaan kelompok radikalisme yang mengganggu situasi keamanan khususnya di Bumi Cenderawasih,” ujarnya. (hen)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PAPUA

Perpanjangan “Runway” Bandara Raja Ampat Molor, Baru Selesai 2020

Published

on

Panjang landas pacu Bandara Marinda bisa mencapai 2.000 meter untuk mengakomodasi potensi wisata di Raja Ampat.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Perpanjangan landas pacu (runway) Bandara Marinda atau Bandara Raja Ampat di Papua Barat molor dari target, karena baru bisa diselesaikan pada 2020.

“Bandara Raja Ampat selesai tahun depan, 2020,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi seusai rapat bersama para kepala daerah Provinsi Papua dan Papua Barat di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir 2017 lalu menargetkan perpanjangan landas pacu Bandara Marinda, atau yang biasa disebut Bandara Raja Ampat itu, bisa selesai pada 2018/2019. Perpanjangan dibutuhkan agar pesawat berbadan besar bisa masuk ke destinasi wisata tersebut.

Namun, hingga saat ini, proses perpanjangan landas pacu Bandara Raja Ampat baru akan dirampungkan sepanjang 1.525 meter.

“Yang pasti bandara (Raja Ampat) ini akan segera diselesaikan dulu. Sekarang kurang panjang dan masalah safety,” kata Menhub.

Menhub Budi Karya sendiri mengaku berharap panjang landas pacu Bandara Marinda bisa mencapai 2.000 meter untuk mengakomodasi potensi wisata di Raja Ampat.

“Kita lihat dulu. Karena informasi itu belum pasti. Kalau nanti ada obstacle (halangan) ‘kan belum bisa,” ujar Menhub.

Sementara itu Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati berharap perpanjangan runway Bandara Marinda dapat membuat wisatawan bisa langsung terbang ke Raja Ampat tanpa perlu menghabiskan waktu lama untuk transit di Sorong.

“Karena kita tahu kalau ke Sorong, lalu naik kapal mungkin tidak seberapa Rp100 ribu-Rp200 ribu, tapi waktunya (lebih lama),” ujarnya. (aij)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PAPUA

Menhub akan Kaji Rencana Pembangunan Bandara Baru di Raja Ampat

Published

on

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengkaji rencana pembangunan bandara baru di Pulau Misool, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, yang diusulkan pemerintah setempat.

“Ada satu pulau yang perjalanan lautnya perlu waktu sekitar empat jam lebih (dari Pulau Waigeo), kami akan meneliti dulu,” kata Budi ditemui seusai rapat bersama para kepala daerah Provinsi Papua dan Papua Barat di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Pemerintah sendiri, lanjut Budi, saat ini tengah mengembangkan Bandara Marinda, Raja Ampat, yang terletak di Waisai, Pulau Waigeo.

Landas pacu Bandara Marinda yang kerap disebut Bandara Raja Ampat itu rencananya akan diperpanjang hingga 1.525 meter pada tahun 2019 ini. Namun, rampungnya pengembangan bandara tersebut akan sedikit molor karena baru bisa selesai 2020.

Perpanjangan landas pacu diperlukan untuk mendukung konektivitas di destinasi wisata bahari unggulan itu.

“Yang pasti, bandara (Marinda) ini akan segera diselesaikan dulu. Sekarang kurang panjang dan ada masalah safety,” ujarnya.

Selain itu, Budi mengatakan pembangunan bandara baru di selatan Raja Ampat itu juga belum bisa terealisasi dalam waktu dekat karena pemerintah ingin mengkaji potensi pariwisata kawasan tersebut.

“Misool itu kalau dibangun paling tidak (butuh) sekitar Rp1 triliun. Kantong kita ini kan tidak banyak sekali. Kita lihat potensi pariwisata nya, kalau ada potensi bagus kita akan lakukan pembangunan segera,” pungkasnya.

Terpisah, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengatakan alternatif bandara di Misool itu diharapkan dapat mendukung potensi wisata di pulau tersebut.

Pasalnya, Misool memiliki objek wisata bawah laut yang menakjubkan. Bahkan National Geographic memberikan penilaian tinggi terhadap alam bawa laut Misool.

“Sudah tersedia lahannya, jadi nanti (Raja Ampat) keistimewaannya punya dua gate (gerbang). Kalau (destinasi wisata) yang lain cuma satu ggerbang. Jadi penerbangan ke Raja Ampat bisa lewat Misool atau Waigeo,” kata Abdul. (aij)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending