Connect with us

SEKTOR RIIL

Masih Gratis, Uji Coba Tol Cijago Seksi II

Published

on

Pembangunan Tol Cijago sepanjang 14,64 kilometer oleh PT Translingkar Kita Jaya terbagi menjadi tiga seksi.

Adilmakmur.co.id, Depok – Direktur Utama PT Trans Lingkar Kita Jaya (TLKJ), Hilman Muksin mengatakan uji coba secara gratis Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) seksi II (Jalan Raya Bogor-Kukusan) di Kota Depok Jawa Barat telah mulai dilakukan pada Sabtu (28/9/2019).

“Kalau sampai kapan uji coba ini saya juga belum tahu, bisa satu minggu atau dua minggu, tergantung keputusan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” kata Hilman Muksin ketika dihubungi ANTARA di Depok, Rabu (2/10/2019).

Uji coba ini berdasarkan surat dari PT Translingkar Kita Jaya (TLKJ) pada 24 September 2019 serta memperhatikan surat Direktur Jenderal Bina Marga perihal Sertifikat Laik Operasi hingga keluarnya Surat Keputusan Menteri Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang Penetapan Pengoperasian Jalan Tol Cijago Seksi II (Jalan Raya Bogor-Kukusan).

Sebelumnya Jalan Tol Cijago Seksi II yang menghubungkan Jalan Raya Bogor-Kukusan sepanjang 5,5 kilometer juga sudah pernah diujicobakan secara fungsional selama sepekan saat Lebaran Idul Fitri pada Juni 2019.

“Secara konstruksi sudah selesai 100 persen dan siap digunakan, tidak ada masalah dan juga sudah ada sertifikat laik operasi,” jelasnya.

Secara keseluruhan Jalan Tol Cijago Seksi II (Jalan Raya Bogor-Kukusan) sudah layak beroperasi. Gerbang tol sudah bisa dipergunakan dengan baik.

Jalan Tol Cijago Seksi II merupakan bagian Tol Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2) akan terhubung dengan ruas Tol Cijago Seksi I (Jagorawi-Raya Bogor) sepanjang 3,7 kilometer yang beroperasi dengan tarif Rp4.500 (golongan I).

Pembangunan Tol Cijago sepanjang 14,64 kilometer oleh PT Translingkar Kita Jaya terbagi menjadi tiga seksi. Tol Cijago Seksi I dimulai dari interchange Jagorawi hingga ke Jalan Raya Bogor, Seksi II dimulai dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan, dan Seksi III Kukusan ke Cinere.

Untuk Jalan Tol Cijago Seksi II menuju Seksi III (Kukusan-Cinere) belum ada pekerjaan konstruksi. “Kami segera melanjutkan pembangunan Jalan Tol Cijago Seksi III (Kukusan-Cinere). Saat ini progres pembebasan lahannya sudah 90 persen,” ujarnya. (flt)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PAPUA

Perpanjangan “Runway” Bandara Raja Ampat Molor, Baru Selesai 2020

Published

on

Panjang landas pacu Bandara Marinda bisa mencapai 2.000 meter untuk mengakomodasi potensi wisata di Raja Ampat.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Perpanjangan landas pacu (runway) Bandara Marinda atau Bandara Raja Ampat di Papua Barat molor dari target, karena baru bisa diselesaikan pada 2020.

“Bandara Raja Ampat selesai tahun depan, 2020,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi seusai rapat bersama para kepala daerah Provinsi Papua dan Papua Barat di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir 2017 lalu menargetkan perpanjangan landas pacu Bandara Marinda, atau yang biasa disebut Bandara Raja Ampat itu, bisa selesai pada 2018/2019. Perpanjangan dibutuhkan agar pesawat berbadan besar bisa masuk ke destinasi wisata tersebut.

Namun, hingga saat ini, proses perpanjangan landas pacu Bandara Raja Ampat baru akan dirampungkan sepanjang 1.525 meter.

“Yang pasti bandara (Raja Ampat) ini akan segera diselesaikan dulu. Sekarang kurang panjang dan masalah safety,” kata Menhub.

Menhub Budi Karya sendiri mengaku berharap panjang landas pacu Bandara Marinda bisa mencapai 2.000 meter untuk mengakomodasi potensi wisata di Raja Ampat.

“Kita lihat dulu. Karena informasi itu belum pasti. Kalau nanti ada obstacle (halangan) ‘kan belum bisa,” ujar Menhub.

Sementara itu Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati berharap perpanjangan runway Bandara Marinda dapat membuat wisatawan bisa langsung terbang ke Raja Ampat tanpa perlu menghabiskan waktu lama untuk transit di Sorong.

“Karena kita tahu kalau ke Sorong, lalu naik kapal mungkin tidak seberapa Rp100 ribu-Rp200 ribu, tapi waktunya (lebih lama),” ujarnya. (aij)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PAPUA

Menhub akan Kaji Rencana Pembangunan Bandara Baru di Raja Ampat

Published

on

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengkaji rencana pembangunan bandara baru di Pulau Misool, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, yang diusulkan pemerintah setempat.

“Ada satu pulau yang perjalanan lautnya perlu waktu sekitar empat jam lebih (dari Pulau Waigeo), kami akan meneliti dulu,” kata Budi ditemui seusai rapat bersama para kepala daerah Provinsi Papua dan Papua Barat di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Pemerintah sendiri, lanjut Budi, saat ini tengah mengembangkan Bandara Marinda, Raja Ampat, yang terletak di Waisai, Pulau Waigeo.

Landas pacu Bandara Marinda yang kerap disebut Bandara Raja Ampat itu rencananya akan diperpanjang hingga 1.525 meter pada tahun 2019 ini. Namun, rampungnya pengembangan bandara tersebut akan sedikit molor karena baru bisa selesai 2020.

Perpanjangan landas pacu diperlukan untuk mendukung konektivitas di destinasi wisata bahari unggulan itu.

“Yang pasti, bandara (Marinda) ini akan segera diselesaikan dulu. Sekarang kurang panjang dan ada masalah safety,” ujarnya.

Selain itu, Budi mengatakan pembangunan bandara baru di selatan Raja Ampat itu juga belum bisa terealisasi dalam waktu dekat karena pemerintah ingin mengkaji potensi pariwisata kawasan tersebut.

“Misool itu kalau dibangun paling tidak (butuh) sekitar Rp1 triliun. Kantong kita ini kan tidak banyak sekali. Kita lihat potensi pariwisata nya, kalau ada potensi bagus kita akan lakukan pembangunan segera,” pungkasnya.

Terpisah, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengatakan alternatif bandara di Misool itu diharapkan dapat mendukung potensi wisata di pulau tersebut.

Pasalnya, Misool memiliki objek wisata bawah laut yang menakjubkan. Bahkan National Geographic memberikan penilaian tinggi terhadap alam bawa laut Misool.

“Sudah tersedia lahannya, jadi nanti (Raja Ampat) keistimewaannya punya dua gate (gerbang). Kalau (destinasi wisata) yang lain cuma satu ggerbang. Jadi penerbangan ke Raja Ampat bisa lewat Misool atau Waigeo,” kata Abdul. (aij)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PAPUA

Menhub : Bandara Wamena Bakal Beroperasi Kembali Dalam Sepekan Ini

Published

on

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memperkirakan dalam waktu sepekan ke depan, Bandara Wamena di Papua akan kembali beroperasi secara normal setelah sempat dihentikan menyusul aksi demo anarkis yang terjadi 23 September 2019.

“Mestinya dalam waktu tidak sampai seminggu (Bandara Wamena) akan normal. Karena saya pikir sudah aman. Saya dapat info, baik dari Pak Kapolda maupun Pak Panglima, bahwa sudah relatif aman. Jadi segera akan dilaksanakan (operasionalnya),” kata Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Menhub menyampaikan hal tersebut seusai rapat koordinasi bersama para kepala daerah di Papua Barat dalam rangka membahas konektivitas di pulau paling timur di Indonesia itu.

Sedangkan rapat dengan para kepala daerah Papua akan dilanjutkan pada Minggu sore di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jakarta.

Menhub menambahkan pihaknya juga tengah mengevaluasi kondisi Bandara Wamena. Menurut dia, meski sudah ada beberapa penerbangan reguler yang telah beroperasi, namun hingga saat ini belum terlalu efektif.

“Sudah ada beberapa tapi belum terlalu efektif,” ujar Menhub Budi Karya.

Bandara Wamena sempat ditutup sementara sejak kerusuhan pada 23 September lalu. Penutupan dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama terkait gangguan terhadap operasi penerbangan. (aij)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending