Connect with us

SEKTOR RIIL

Harga Minyak Mingguan Naik Didukung Harapan ‘Bullish’

Published

on

Harga minyak terus dibatasi oleh kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Adilmakmur.co.id, Houston – Harga minyak naik untuk pekan yang berakhir 6 September karena kekhawatiran pasar tentang potensi volatilitas keuangan mereda oleh beberapa berita positif, dengan harga West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik 2,58 persen dan minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik 1,84 persen.

WTI menutup minggu di 56,52 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent mengakhiri minggu (8/9/2019) ini di 61,54 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak mentah WTI dan Brent telah meningkat masing-masing 24,47 persen dan 14,39 persen, sepanjang tahun ini, turun dari level puncaknya pada April ketika pertumbuhan WTI mencapai lebih dari 40 persen, dan minyak mentah Brent lebih dari 30 persen.

Selama minggu ini, minyak mentah WTI dan Brent bergerak ke arah yang sama. Harga minyak terus dibatasi oleh kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi global, pesimisme yang didorong oleh kontraksi mengejutkan dalam manufaktur Amerika pada Agustus dan ketidakpastian perdagangan global.

Sementara itu, pasar didukung oleh sinyal positif terbaru dari Federal Reserve AS (The Fed) dan penurunan jumlah rig pengeboran minyak aktif AS, serta data ekonomi positif di China.

Harga minyak dibuka pada Selasa (3/9/2019) setelah liburan Hari Buruh pada Senin (2/9/2019). Harga turun setelah data terbaru menunjukkan bahwa sektor manufaktur AS melemah pada Agustus di tengah kepercayaan bisnis yang menurun, memicu kekhawatiran terhadap AS dan pertumbuhan ekonomi global.

WTI turun 1,16 dolar AS menjadi menetap pada 53,94 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent turun 0,4 dolar AS menjadi ditutup pada 58,26 dolar AS per barel.

Harga minyak melonjak pada Rabu (4/9/2019), karena kekhawatiran kelebihan pasokan investor dalam waktu lama berkurang dengan penurunan berkelanjutan dalam persediaan minyak mentah AS serta kinerja yang kuat di sektor jasa China.

Untuk pekan yang berakhir 30 Agustus, persediaan minyak mentah komersial AS turun tajam 4,771 juta barel dari minggu sebelumnya, lebih besar dari yang diperkirakan 2,488 juta barel, menyiratkan permintaan yang lebih besar dan bullish untuk harga minyak mentah.

WTI naik 2,32 dolar AS menjadi menetap pada 56,26 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent naik 2,44 dolar AS menjadi ditutup pada 60,70 dolar AS per barel. Saham sektor energi melonjak hampir 1,4 persen pada penutupan pasar, di antara yang berkinerja terbaik dari 11 sektor utama S&P 500, semuanya dipicu kenaikan harga minyak pada Rabu (4/9/2019).

Kenaikan harga minyak berlanjut dalam dua hari berikutnya di tengah beberapa berita bullish, termasuk sinyal positif terbaru dari The Fed, penurunan berturut-turut dalam jumlah rig minyak AS, dan data positif pada sektor jasa China pada Agustus.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan Jumat (6/9/2019) bahwa bank sentral AS akan terus bertindak “sewajarnya” untuk mempertahankan ekspansi ekonomi AS, yang memicu harapan untuk penurunan suku bunga lebih lanjut. Sementara itu, indeks PMI Jasa-jasa Umum Caixin China, sebuah survei swasta menunjukkan bahwa pertumbuhan aktivitas bisnis gabungan China meningkat ke level tertinggi empat bulan pada Agustus dan total peningkatan lapangan kerja untuk pertama kalinya sejak April, berkat kinerja yang kuat di sektor jasa.

Harga minyak naik tipis pada Kamis (5/9/2019) dan Jumat (6/9/2019). WTI berturut-turut naik 0,04 dolar AS dan 0,22 dolar AS menjadi menetap pada 56,30 dolar AS dan 56,52 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent naik 0,25 dolar AS dan 0,59 dolar AS menjadi ditutup pada 60,95 dolar AS dan 61,54 dolar AS per barel.

Momentum melambat

Harga minyak terus mendapatkan momentum sejak awal tahun karena beberapa kekhawatiran geopolitik dan keputusan OPEC untuk mengurangi produksi. Momentum telah melambat, terutama karena kekhawatiran atas penurunan permintaan minyak mentah.

Perlambatan ekonomi global terus menjadi headwinds utama untuk minyak mentah. Pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih lambat akan menyebabkan berkurangnya permintaan minyak, yang pada gilirannya akan menekan harga minyak.

Selain itu, kenaikan dolar AS dalam beberapa bulan terakhir telah menyeret minyak mentah berjangka berdenominasi greenback, karena Indeks dolar AS telah terus naik sejak pertengahan 2018.

Selama pekan yang berakhir 6 September, indeks dolar AS berakhir lebih rendah, tetapi masih di atas level 98, berkat komentar positif dari ketua Fed Powell. Pada minggu sebelumnya, indeks menembus di atas tertinggi 2019 karena pasar diperdagangkan di level tertinggi sejak Mei 2017.

Minyak sebagian besar diperdagangkan dalam dolar AS di seluruh dunia dan dolar AS yang lebih kuat menekan permintaan minyak.

Dalam waktu dekat, pasar akan mengamati dengan seksama perkembangan sengketa perdagangan antara China dan Amerika Serikat. Kedua belah pihak memutuskan untuk mengadakan lagi pembicaraan perdagangan pada Oktober. Harga minyak mengalami penurunan tajam pada awal Agustus, ketika sengketa perdagangan AS-China mengancam meningkat menjadi perang mata uang.

Sementara itu, menurut Rystad Energy, sebuah perusahaan riset energi dan intelijen bisnis independen, tiga faktor penting akan menentukan arah harga minyak tahun depan: tidak ada resesi global, pengurangan produksi OPEC yang berkelanjutan, dan pengaruh peraturan baru IMO (Organisasi Maritim Internasional) 2020

Mulai 1 Januari 2020, peraturan baru dari IMO akan menurunkan kandungan sulfur maksimum dari bahan bakar minyak laut yang digunakan dalam kapal yang bergerak di laut dari 3,5 persen menjadi 0,5 persen. Menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), perubahan dalam spesifikasi bahan bakar diperkirakan akan menambah tekanan pada margin diesel dan harga minyak mentah pada akhir 2019 dan awal 2020.

“Pengenalan peraturan bahan bakar kapal yang lebih ketat – yang disebut efek IMO 2020 – akan menyebabkan efek positif bersih pada pertumbuhan permintaan minyak mentah tahun depan sekitar 1,0 juta barel per hari (barel per hari) untuk menyeimbangkan pasar minyak gas global,” kata Bjornar Tonhaugen, kepala riset pasar minyak di Rystad Energy. (ash)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FINANSIAL

Sandiaga Uno Dorong Penguatan Ekonomi Syariah

Published

on

Mantan Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno.

Adilmakmur.co.id, Jawa Timur – Mantan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia Sandiaga Uno, mendorong adanya penguatan ekonomi syariah sebagai bagian untuk mencapai kemakmuran bangsa, salah satunya melalui koperasi.

“Saat ini ekonomi sedang mengalami pelambatan tetapi kebutuhan pokok masih diperlukan masyarakat. Oleh karena itu, dengan adanya koperasi ini diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja untuk membuat peluang usaha demi menggeliatkan perekonomian,” katanya di sela peresmian Koperasi Syariah Adil Makmur (Kopsyam) yang ada di salah satu perumahan di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (15/9/2019).

Ia mengatakan, Kopsyam ini akan bergerak pada sektor usaha perdagangan, terutama barang kebutuhan pokok dan juga bahan kebutuhan sehari-hari lainnya.

“Selanjutnya, juga akan dibangun jejaring kepada pengusaha di Jatim dan juga menyentuh pesantren di Indonesia untuk membangun kekuatan ekonomi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sebagai upaya untuk meningkatkan koperasi ini salah satunya dengan fokus pada pelatihan sumber daya manusia yang ada.

“Jangan sampai nama koperasi ini hanya tinggal papan nama, tanpa dilengkapi dengan kekuatan sumber daya manusia,” ujar Sandiaga.

Ia juga mengapresiasi apa yang dilakukan koperasi ini, yakni dengan melakukan kerja sama dengan beberapa pengusaha dalam rangka pemenuhan kebutuhan bahan pokok di masyarakat.

Kopsyam yang digagas oleh komunitas pengusaha muslim Indonesia ini, lanjut dia, demi mewujudkan keadilan dan kemakmuran bangsa sesuai dengan undang-undang dasar khsusunya pasal 33.

“Untuk itu, mari terus perjuangkan gerakan ini sebagai cara membangun negeri,” katanya. (isw)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Rizal Ramli : Perlu Riset untuk Capai Swasembada Pangan

Published

on

Ekonom Senior, Rizal Ramli.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan perlu adanya riset untuk mencapai swasemba pangan di Tanah Air.

“Perlu adanya riset untuk menghasilkan inovasi, untuk mencapai swasembada pangan,” ujar dia dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Rizal menambahkan Indonesia pernah mengalami swasembada pangan pada era Presiden kedua Indonesia Soeharto, tepatnya pada pertengahan 1984.

Saat itu, Indonesia memberikan bantuan secara gotong-royong dan sukarela sebesar 100.000 ton gabah untuk petani miskin dunia.

Pada masa itu, para petani Indonesia meminta Soeharto menyerahkan gabah itu ke Badan Pangan Dunia atau Food and Agricultural Organization (FAO), kemudian diteruskan ke keluarga miskin di berbagai kawasan, khususnya di benua Afrika.

Padahal, sebelum mampu berswasembada, Indonesia adalah pengimpor beras yang jumlahnya cukup besar, yakni sekitar dua juta ton per tahun.

Rizal Ramli menambahkan saat itu, Indonesia berjaya dalam produksi beras.

Bahkan, kata dia, bisa mengekspor beras ke Vietnam yang saat itu tengah kesulitan beras. Indonesia juga membantu negara di Afrika yang tengah dilanda kesulitan pangan.

Baca juga: 63 mahasiswa peroleh dana riset pangan

Selain riset untuk mencapai swasembada pangan, Rizal juga meminta Presiden Joko Widodo menjaga stabilitas harga dengan meminta Bulog berperan aktif melalui stok yang ada dan mengurangi impor,

“Menteri Pertanian juga perlu membuat perencanaan lahan sawah baru di tiga kawasan yang memiliki karakteristik serupa, yaitu Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Papua,” ujar dia.

Kawasan itu mirip dengan delta Sungai Mekong di Vietnam yang sangat subur. Dengan lahan sawah baru sekitar satu hinga dua juta hektare,

Rizal optimistis Indonesia bisa melakukan swasembada pangan. (idr)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FINANSIAL

Menkeu Terbitkan Peraturan Super Deduction Vokasi

Published

on

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan menerbitkan peraturan super deduction bagi Wajib Pajak Badan yang mendukung dan mengeluarkan biaya untuk kegiatan vokasi bagi pengembangan sumber daya manusia.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama dalam pernyataan di Jakarta, Minggu (15/9/2019), menjelaskan peraturan ini ditegaskan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 128/PMK.010/2019 yang mulai berlaku 9 September 2019.

Dalam peraturan ini, Wajib Pajak Badan yang mengeluarkan biaya untuk kegiatan praktik kerja, pemagangan, atau pembelajaran untuk pengembangan kompetensi tertentu dapat menerima pengurangan penghasilan bruto hingga 200 persen dari biaya yang dikeluarkan tersebut.

Menurut Hestu, untuk menerima fasilitas ini, Wajib Pajak Badan harus melakukan kegiatan praktik kerja, pemagangan, atau pembelajaran yang dilakukan berdasarkan perjanjian kerja sama dengan sekolah vokasi. Selain itu, perusahaan juga harus telah memenuhi kewajiban perpajakan dan tidak dalam keadaan rugi.

“Sekolah vokasi meliputi sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah kejuruan, perguruan tinggi program diploma pada pendidikan vokasi, balai latihan kerja, atau instansi pemerintah di bidang ketenagakerjaan,” kata Hestu.

Ia menambahkan jenis biaya yang dapat diakui untuk mendapatkan fasilitas ini termasuk biaya penyediaan tempat pelatihan, biaya instruktur atau pengajar, biaya barang atau bahan, honorarium atau pembayaran sejenis yang diberikan kepada peserta, dan biaya sertifikasi kompetensi bagi peserta program vokasi.

Fokus kompetensi yang didorong meliputi 127 jenis untuk siswa, pendidik dan tenaga kependidikan pada sekolah menengah atau Madrasah Aliyah kejuruan, 268 jenis untuk mahasiswa, pendidik, dan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi program diploma vokasi, serta 58 jenis untuk perorangan, peserta latih, instruktur, dan tenaga kepelatihan pada balai latihan kerja.

“Ragam jenis kompetensi ini mencakup berbagai sektor termasuk manufaktur, kesehatan, agribisnis, pariwisata, industri kreatif, dan ekonomi digital,” kata Hestu.

Hestu memastikan pemberian insentif pajak ini untuk mendorong keterlibatan pihak swasta agar aktif mengembangkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan kerja. Untuk mendapatkan fasilitas ini, Wajib Pajak Badan dapat menyampaikan pemberitahuan melalui sistem layanan terintegrasi (OSS). (stg)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending