Connect with us

DIGITAL

Desain iPhone Terbaru di Laporkan Berubah Sepenuhnya

Published

on

Bloomberg melaporkan Apple akan mengusung teknologi sensor sidik jari yang menyatu dalam layar pada iPhone 2020.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Sejumlah kabar muncul jelang peluncuran ponsel terbaru milik Apple iPhone 11, di antaranya soal desain ponsel pada 2020 yang berubah total dari produk-produk sebelumnya.

Analis Ming-Chi Kuo, seperti dikutip dari 9to5Mac, Minggu (8/9/2019) memprediksi ponsel pintar Apple itu akan punya tiga hal penting yaitu desain pabrik yang sepenuhnya berbeda, dukungan jaringan generasi kelima (5G), dan pembaruan fungsi kamera.

Tiga hal yang berbeda pada iPhone terbaru dibanding produk-produk ponsel Apple sebelumnya diproyeksikan mendorong pertumbuhan penjualan perusahaan yang berbasis di California, AS itu.

Kuo mengatakan Apple masih menunggu hingga tahun depan untuk perubahan besar desain iPhone menyusul desain iPhone 11 diketahui hampir sama dengan iPhone X dan XS, kecuali pada modul kamera persegi.

Sebelumnya, Kuo mengatakan kamera iPhone yang akan diluncurkan pada 2020 akan memiliki sensor time of flight (ToF) yang dapat meningkatkan kualitas gambar dan berfitur realitas buatan (augmented reality).

Selain itu, layar iPhone terbaru itu akan berukuran 5,4 inci dan 6,7 inci, bukan 5,8 inci atau 6,5 inci seperti pada iPhone XS dan XS Max.

Sementara, Bloomberg melaporkan Apple akan mengusung teknologi sensor sidik jari yang menyatu dalam layar pada iPhone 2020. Demikian pula, pemindai wajah Face ID sebagai fitur keamanan tambahan.

Apple akan menayangkan peluncuran produk terbaru, iPhone 11, melalui kanal YouTube pada Selasa (10/9/2019) waktu setempat.

Peluncuran itu sekaligus menandai langkah pertama Apple untuk menyiarkan peluncuran produknya melalui YouTube.

Pada 2018, Apple telah menggunakan Twitter untuk menyiarkan peluncuran produk mereka sebagai upaya untuk memperluas jangkauan konsumen. (iso)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DIGITAL

DPR : Kominfo Kaji Mendalam RUU Data Pribadi

Published

on

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Willy Aditya.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Willy Aditya meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengkaji secara mendalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP) dengan perspektif masa depan.

“Saya juga mendesak Kominfo sebagai inisiator pengusul RUU PDP juga melakukan koordinasi dengan lembaga pemerintahan lainnya sebelum draf akhir diserahkan untuk dibahas bersama DPR,” kata Willy di Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Dia menilai pelindungan Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan satu hal yang penting namun kemanfaatan bagi pemilik data pribadi juga tidak dapat dikesampingkan sehingga RUU PDP diharapkan membahas kedua hal tersebut.

Menurut anggota Komisi I DPR RI itu, dalam pembahasan RUU PDP, bisa jadi bukan hanya Kominfo yang akan menjadi “speaker” pemerintah namun bisa juga Kementerian dalam Negeri dan lainnya, karena RUU ini multi stakeholder.

“Kita bisa lihat di negara lain menggunakan istilah Privacy Protection, Personal Data Protection dan yang mengusulkan itu bukan hanya kementerian telekomunikasi. Namun idenya sama, Pelindungan HAM dan kemanfaatan bagi pemilik inheren data pribadi,” ujarnya.

Willy menilai, kalau negara bisa memidanakan pelanggar data pribadi, maka pemilik data semestinya bisa menggugat perdata atau ganti rugi pelanggar atas hak pribadinya.

Willy mengatakan RUU PDP merupakan RUU penting untuk melindungi HAM warga negara karena di era disrupsi digital yang tidak bisa dihindari, PDP menjadi hal yang mendesak selain RUU Keamanan dan Ketahanan Siber.

Dia menilai, sudah banyak peristiwa yang mengusik kenyamanan ber-warga negara yang berkaitan dengan data pribadi misalnya di media sosial, mudah sekali seseorang menyebarluaskan data pribadi orang lain.

“Belum lagi aplikasi tekfin yang abusive menggunakan phonebook contact nasabahnya. Itu semua perlu pengaturan yang tegas dengan perspektif pelindungan HAM,” katanya.

Dia menjelaskan, RUU PDP makin menjadi penting sejalan dengan pemerintahan yang terus bertransformasi dalam dunia digital.

Karena itu menurut dia, RUU PDP harus dibahas pararel dengan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber dan revisi UU Penyiaran sehingga ada kesatuan semangat kebatinan dalam pengaturan digital Indonesia.

“Kalau disimak awalnya, Pelindungan Data Pribadi sebenarnya sudah muncul dalam Peraturan Menteri Kominfo sebagai pelaksanaan revisi UU ITE 2016. Di tahun yang sama Uni Eropa mengundangkan EU GPDR (Europe Union General Protection Data Regulation),” ujarnya.

Namun menurut dia, kita tidak bisa hanya melihat ini sebatas transaksi elektronik semata karena manusia dan data pribadinya itu melekat yaitu HAM sehingga perlu undang-undang untuk mengaturnya.

Willy mengatakan, dalam praktiknya, banyak sekali lembaga pemerintahan maupun non-pemerintahan yang mengumpulkan data pribadi warga negara, antara satu lembaga dengan lembaga lainnya seperti saling tidak ada hubungan dan berlomba mengumpulkan data warga negara.

“Kondisi ini diperparah dengan disrupsi digital yang merangsek dan membuat warga negara menyerahkan data pribadinya ke berbagai aplikasi digital tanpa mengetahui keberlanjutannya,” katanya. (ibl)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL

Indosat Ooredoo Capai Kinerja Positif 2019

Published

on

President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama (kiri) memberikan pemaparan mengenai pengembangan Indosat kepada wartawan saat acara Kumpul Media Indosat Ooredoo Untuk Indonesia di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Rabu (11/12/2019).
Adilmakmur.co.id, Solo – Perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo mencapai pertumbuhan pendapatan 14,5 persen YTD (Year to date) yaitu dalam kuartal pertama 2019 mencapai Rp4,85 miliar, naik menjadi Rp5,10 miliar pada kuartal kedua 2019, dan kuartal ketiga naik lagi jadi Rp5,12 miliar.
“Kenaikan sebesar itu merupakan tertinggi dibanding perusahaan telekomunikasi Indonesia lainnya,”kata President Director and CEO Indosat Ooredoo Ahmad Abdulaziz Al-Neama dalam jumpa pers di Solo, Jawa Tengah, Rabu (11/12/2019).

Dikatakan, sekalipun industri telekomunikasi di Indonesia saat ini menghadapi suatu persaingan yang amat ketat, namun perusahaan selama 2019 ini masih mampu menunjukkan kinerja yang menggembirakan.

Padahal, katanya, pendapatan perusahaan tersebut sempat “jeblok”, pada kuartal kedua 2018 yang mencapai Rp4,23 miliar, dibanding kuartal pertama 2018 sebesar Rp4,42 miliar, sekalipun pada kuartal ketiga 2018 naik lagi menjadi Rp4,53 miliar, dan kuartal keempat 2018 jadi Rp4,85 miliar.

Kenaikan pendapatan tersebut, kata Ahmad, diikuti juga dengan kenaikan jumlah pelanggan yang pada kuartal pertama 2019 mencapai 53 juta pelanggan, menjadi 57 juta pelanggan pada kuartal kedua 2019, dan kuartal ketiga sudah mencapai 59 juta pelanggan.

“Meningkatnya pendapatan dan serta jumlah pelanggan dimungkinkan karena perusahaan terus melakukan inovasi, terobosan, serta kerja sama dengan pihak lain sehingga masyarakat terasa mudah berlangganan Indosat Ooredoo,” kata Ahmad.

Dicontohkan, melalui IM3 Ooredoo, Indosat Ooredoo menjadi operator pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan Google meluncurkan IM3 Ooredoo 696 dengan Asisten Google. IM3 Ooredoo 696 merupakan sebuah layanan yang dapat memberikan akses informasi lebih luas terlebih kepada pelanggan yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses internet atau jaringan.

Chief Marketing Officer Indosat Ooredoo Ritesh Kumar Singh, mengatakan sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, pihaknya mengerti masih banyak penduduk Indonesia yang memilih menggunakan feature phone dibandingkan smartphone dengan berbagai pertimbangan.

Maka dengan inovasi IM3 Ooredoo 696, IM3 Ooredoo membantu dan mempermudah kehidupan sehari-hari mereka agar tetap bisa mengakses informasi apapun yang biasanya hanya bisa didapatkan melalui Internet, cukup dengan tekan 696 secara gratis. “Ini merupakan sebuah langkah dari perusahaan untuk memberdayakan dan memperkuat potensi masyarakat Indonesia,” katanya.

IM3 Ooredoo 696 dengan Asistan Google merupakan sebuah solusi penghubung ke dunia digital, karena dengan kemudahan yang diberikan, pelanggan dapat tetap mencari dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan semudah melalui panggilan telpon, serta tidak harus terbebani dengan ketersediaan jaringan internet.

Pelanggan IM3 Ooredoo terutama yang menggunakan feature phone tidak perlu bingung mau bertanya ke siapa tentang arah jalan, informasi kesehatan, resep masakan, atau lokasi yang sedang dicari. Dengan layanan IM3 Ooredoo 696 pelanggan bisa bertanya apa saja ke Asisten Google langsung dari ponsel.

Layanan IM3 Ooredoo 696 dengan Asisten Google sudah hadir dan bisa dinikmati oleh pelanggan di kota Medan, Sukabumi, Karawang, Jombang, Kediri, dan akan semakin diperluas cakupannya pada tahun depan. (ahm)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL

Kominfo : Terdapat 94 Aduan Terkait ASN Selama Sebulan

Published

on

Sekretaris Jenderal Komenterian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal Komenterian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti mengatakan selama sebulan terakhir terdapat 94 aduan terkait aparatur sipil negara melalui portal www.aduanasn.id.

“Sampai sekarang ada 94 pengaduan dalam sebulan, sejak SKB 11 Menteri ditandatangani 11 November 2019,” kata Niken dalam diskusi bertajuk “Menjawab kontroversi SKB 11 Menteri” yang diselenggarakan Forum Merdeka Barat 9, di Gedung RRI, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Niken mengatakan ada beberapa kategori pengaduan yaitu 33 pengaduan terkait intoleransi, lima pengaduan tentang antiideologi Pancasila, 25 pengaduan anti-NKRI, 13 pengaduan menyangkut radikalisme dan 19 pengaduan menyangkut hal lain seperti netralitas, ujaran kebencian, hoaks dan lain-lain.

Dia menekankan SKB 11 Menteri yang diikuti peluncuran portal pengaduan ASN www.aduanasn.id merupakan wujud sinergitas kementerian dalam melindungi sekaligus mendudukan ASN pada posisi yang seharusnya.

Dia mengatakan ASN merupakan pihak yang telah menerima hak dari negara berupa gaji, tunjangan, jaminan dan lain-lain.

Oleh karena itu ASN juga wajib menjalankan kewajiban sesuai peraturan perundang-undangan seperti salah satunya taat kepada empat konsensus yakni setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan pemerintah yang sah.

Sebelumnya 11 kementerian dan lembaga menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) Penanganan Radikalisme Aparatur Sipil Negara (ASN). SKB tersebut menuai sejumlah kritik karena dianggap kembali ke masa orde baru. (ran)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending